iklan

0

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adrin Tohari, mengingatkan masyarakat untuk sejak dini mengenali ciri akan terjadinya longsoran. Menurutnya, tanah longsor (landslides) bisa dideteksi dari tanda-tanda lingkungan sekitar sekaligus tanda alam. 

Sinyal yang muncul juga menunjukkan kemungkinan apakah bakal terjadinya longsoran lambat atau cepat. 

"Kalau yang longsoran lambat atau merayap, itu (ditandai) retakan di permukaan, tanah di halaman lantai rumah tiba-tiba merekah, dinding (rumah) retak, pohon tiba-tiba rubuh, tiang listrik miring. Itu tandai gerakan tanah yang lambat," jelas Adrin. 

Sedangkan untuk tanda bakal muncul tanah longsor yang cepat menurutnya sulit diperhatikan. 

"Sebab cenderung terjadi di atas hulu bagian bukit. Dan bisanya terjadi sore atau malam hari," imbuh doktor jebolan Okayama University, Jepang. 

Mengenai tanda-tanda alam, ia mengatakan bisa dideteksi dari suara gemuruh di bukit. Selanjutnya, juga dapat diamati dari perubahan warna mata air. 

"Diamati apakah ada perubahan kekeruhan air sungai maupun mata air. Itu (jika berubah) otomatis ada tanah yang mengalir, bisa berupa lumpuran yang mengalir," jelasnya. 

Selanjutnya, jika aliran sungai tiba-tiba berhenti dan mengering, itu juga patut diwaspadai. Sebab hal ini berarti daerah hulu bukit mengalami peningkatan aktivitas. 

"Daerah hulu berarti tersumbat material tanah atau baru dari longsoran. Artinya aliran terbendung naik dan terdorong jebol, dan bisa jadi banjir bandang," ujar dia. 

Tanda alam lain yaitu respons hewan ternak. Adrin mengatakan saat jelang terjadinya longsoran, hewan ternak bisa merasakannya.

"Hewan ternak cenderung sensitif dengan getaran dari tanah. Mereka menunjukkan tak tenang," ujarnya. [*]

Posting Komentar Blogger

 
Top