Pages

Kamis, 10 November 2016

Wacana Demonstrasi Besar pada 25 November, Ini Saran Ulama ke Jokowi

Wacana Demonstrasi Besar pada 25 November, Ini Saran Ulama ke Jokowi
Presiden Jokowi mengundang para kiai dan ulama di wilayah Banten dan Jawa Barat ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
JAKARTA - Para ulama memberikan sejumlah saran dan masukan kepada Presiden Joko Widodo seputar kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Saran dan masukan itu disampaikan langsung kepada Presiden saat para ulama diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/11/2016) sore.

Salah satu saran yang diberikan adalah agar proses hukum terhadap Ahok harus berjalan secara cepat dan obyektif.

"Ini supaya demo tidak terulang lagi nanti tanggal 25 November. Yang di medsos sudah sangat ramai itu. Proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama harus adil dan dipercepat," kata Ahmad Ruhiyat, pimpinan Pondok Pesantren At Tarbiyah, Karawang, seusai pertemuan.

Ruhiyat mengatakan, para ulama menyadari proses hukum saat ini sepenuhnya ada di tangan kepolisian. Namun, Presiden juga mempunyai peranan penting agar penegakan hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Salah satunya agar Presiden tetap bersikap netral dalam kasus dugaaan penistaan agama ini. Kami meminta Presiden beri instruksi yang ekstra ke kepolisian agar bisa bekerja secara profesional, tidak pandang bulu," ujar dia.

Hal serupa disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Serang, Sidrajat Ardani. Menurut Sidrajat, para ulama menuntut janji yang disampaikan Kapolri agar kasus Ahok selesai dalam dua pekan setelah demonstrasi yang berlangsung pada Jumat (4/11/2016) pekan lalu.

"Kami sampaikan secara tegas, apabila tanggal 25 atau dalam dua minggu tidak diproses secara tegas, ini yang dikhawatirkan gejolak masyarakat akan kembali. Kami meminta agar gerak cepat supaya sebelum tanggal 25 harus selesai," ucap Sidrajat.

Ada sekitar 40 ulama yang diundang ke Istana. Mereka adalah pimpinan pondok pesantren di wilayah Banten dan Jawa Barat. Jokowi bersama ulama berdialog sambil duduk lesehan di salah satu ruangan di Istana Negara.

Mendampingi Jokowi di antaranya ada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.

Pertemuan digelar secara tertutup selama sekitar dua jam.

Jokowi belakangan ini memang sibuk melakukan konsolidasi pasca-demo besar-besaran di sekitar Istana, Jumat (4/11/2016) pekan lalu.

Saat itu, massa berkumpul untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok yang dianggap melakukan penistaan agama.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah bertandang ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jokowi juga menghadiri Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Selain itu, Kepala Negara juga mengundang 17 pimpinan organisasi massa Islam ke Istana.

Dalam setiap pertemuan, Jokowi berterima kasih kepada para tokoh agama yang telah berkontribusi menyejukkan suasana.

Presiden juga menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap kinerja kepolisian dalam mengusut kasus Ahok. (KOMPAS.com)

Jokowi: Kita Harapkan Tidak Ada Demo Lagi

Jokowi: Kita Harapkan Tidak Ada Demo Lagi
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk 'Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia' di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus.
DEPOK - Presiden Joko Widodo berharap agar tidak ada demonstrasi lanjutan untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh melakukan penistaan agama.

Hal itu disampaikan Jokowi terkait rencana demonstrasi lanjutan yang akan dilakukan pada 25 November 2016.

"Kita mengharapkan agar sudah tidak ada demo-demo lagi," kata Jokowi kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada 3000 personil Brimob, di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (11/11/2016).

Jokowi menegaskan bahwa tuntutan pendemo agar kepolisian menjalankam proses hukum terhadap Ahok sudah dilakukan.

Saat ini, Badan Reserse Kriminal Polri tengah memanggil para saksi maupun ahli untuk diperiksa dan diminta pendapatnya terkait kasus Ahok.

Ahok juga sudah diperiksa sebagai terlapor sebanyak dua kali.

"Karena proses hukum sudah, proses hukum sudah dilakukan," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi sebelumnya berkali-kali menegaskan tidak akan lindungi Ahok.

Demonstrasi untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok sebelumnya sudah dilakukan pada Jumat (4/11/2016). Saat itu, perwakilan pendemo diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian saat itu menjanjikan penyelesaian kasus Ahok dalam dua pekan.

Setelah pemeriksaan saksi dan ahli selesai, Polri rencananya akan melakukan gelar perkara secara terbuka untuk memutuskan ada atau tidak tindak pidana yang dilakukan Ahok. (KOMPAS.com)

Ini yang Bikin Rupiah Jeblok

Ini yang Bikin Rupiah Jeblok
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) hari ini tiba-tiba melesat tajam hingga menembus level Rp 13.485 saat pembukaan perdagangan pagi tadi. Sentimen naiknya suku bunga AS The Federal Reserve (The Fed) diprediksi menjadi penyebab melemahnya rupiah.

Hal ini didorong sejak terpilihnya Donald J Trump sebagai Presiden terpilih AS. Trump dalam kampanyenya terus mendengungkan akan menaikkan pertumbuhan ekonomi AS hingga 4%, salah satunya dengan menaikkan suku bunga The Fed.

"Karena Trump dirasa kebijakannya akan membuat Amerika menaikkan suku bunga. Dia berjanji di kampanye ekonomi akan naik 4%. Dia juga berjanji mengurangi belanja infrastruktur cukup tinggi. Trump mengatakan US$ 167 miliar. Clinton US$ 250 miliar. Jadi market masih percaya Trump bisa menaikkan ekonomi Amerika lagi," ujar Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan kepada detikFinance, Jumat (11/11/2016).

James menjelaskan, Trump juga akan fokus untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. Hal ini membuat sentimen positif terhadap pasar Amerika.

Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (11/11/2016), dolar AS pagi tadi dibuka meroket hingga ke level Rp 13.485 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.157. Bukan hanya rupiah, sejumlah negara emerging market juga mengalami pelemahan pagi tadi. Hal ini juga didasari adanya sentimen kenaikan suku bunga AS.

Dolar AS sempat menyentuh level terendahnya di Rp 13.360. Namun, mata uang Paman Sam tersebut langsung naik lagi. Hingga pukul 11.08 WIB, dolar AS sudah kembali melemah terhadap rupiah di posisi Rp 13.395. Diprediksi rupiah akan kembali menguat hingga di angka Rp 13.323.

"Untuk rate today sekarang Rp 13.323-13.363. Jadi turun. Kurs hari ini sudah kembali membaik di Rp 13.300-an. Jadi sudah berangsur pulih," ungkap James. (Detik.com)

Boomerang dan Mention Hadir di Instagram Stories

Boomerang dan Mention Hadir di Instagram Stories
CEO Instagram, Kevin Systrom (Sumber: TechCrunch)
Jakarta - Instagram terus meluncurkan berbagai fitur baru untuk para penggunanya. Setelah sebelumnya merilis Stories, kali ini fitur lain kembali hadir.

Dilansir Phone Arena, Jumat (11/11/2016), Instagram mengumumkan fitur baru yaitu Boomerang dan mention untuk Stories. Keduanya disebut akan membuat Instagram menjadi lebih menyenangkan.

Jika sebelumnya untuk mengunggah konten GIF dari Boomerang harus mengunduh aplikasinya terlebih dahulu, kini kalian tidak lagi harus bergantung dengan aplikasi tersebut. 

Ketika kalian membuat Stories, maka pada bagian bawah akan terdapat dua opsi yaitu Normal dan Boomerang. Sama seperti aplikasinya, mode Boomerang di Stories juga untuk membuat konten GIF.

Sedangkan untuk mention, cara kerjanya sama seperti ketika kalian me-mention teman di Instagram. Misalnya setelah membuat foto atau video di Stories, kalian bisa me-mention akun lain dengan mengetik "@" yang disambung dengan nama akun yang dituju.

Boomerang dan Mention Hadir di Instagram Stories
Fitur baru di Instagram Stories, Mentions (Foto: Phone Arena)
Nanti akun yang di-mention akan menerima notifikasi di Direct. Sedangkan jika orang yang tidak ada di daftar teman me-mention kalian di Stories, kalian juga akan mendapatkan notifikasi.

Selain kedua fitur itu, Instagram masih memiliki fitur baru lain yaitu link "See More". Menurut Instagram fitur tersebut masih diuji coba dan nantinya akun yang diverifikasi bisa menambahkan link di Stories mereka.

Penasaran ingin menjajal fitur-fitur baru ini? Kalian bisa langsung mengunduh versi terbaru Instagram di App Store, Google Play Store dan Windows Store untuk Windows 10. (Liputan6.com)

Guru Honorer di Jambi Wajib Kembalikan Gaji Rp 1,1 Miliar

Guru Honorer di Jambi Wajib Kembalikan Gaji Rp 1,1 Miliar
Wali Kota Jambi bersilaturahmi dengan ratusan guru honorer. (Liputan6.com/Bangun Santoso)
Jambi - Ratusan guru dan staf honorer di Kota Jambi kini tengah resah. Pasalnya, Pemkot Jambi mewajibkan mereka mengembalikan gaji selama 6 bulan dengan total Rp 1,1 miliar.

Walikota Jambi Sy Fasha menjelaskan ada kesalahan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi dalam pembayaran 390 orang guru dan staf honorer di Kota Jambi karena terlambat memverifikasi data para guru yang menerima honor dari APBD.

"Jadi, ada pembayaran double atau pembayaran gaji ganda. Ini sudah jadi temuan inspektorat," ujar Sy Fasha di Jambi, Kamis, 10 November 2016.

Ratusan guru dan staf honorer itu menerima gaji ganda antara Januari-Juni 2016. Gaji honor itu bersumber dari dana BOS dan APBD Kota Jambi. "Ini ternyata melanggar Permendikbud Nomor 80 tahun 2015," kata Fasha.

Ratusan guru dan staf honorer itu tersebar di 187 SD dan 25 SMP di Kota Jambi. Mereka diwajibkan mengembalikan sebagian gaji yang telah diterimanya rata-rata Rp 5 juta per orang.

Terkait hal ini, Fasha mengatakan Pemkot Jambi sudah mengambil kebijakan. Para guru dan staf honorer diperbolehkan mencicil pengembalian gaji selama 18 bulan ke depan.

Sementara itu, Ira, salah seorang guru honorer di Kota Jambi mengaku bingung dan sedih. Ia merasa, gaji yang diterimanya masih terbilang sedikit, ditambah harus mengembalikan gaji yang sudah digunakan.

"Ya merasa terbebani jadinya. Uang juga sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari," kata Ira.

Namun begitu, Ira mengaku pasrah apabila harus mengembalikan honor tersebut meski dengan cara dicicil. "Jadi, harus cari jalan lain cari uang tambahan," ucap Ira. (Liputan6.com)