ALABAMA (
izzamedia.com) – Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley (40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet, kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami. Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan)
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf
ALABAMA (Arrahmah.com) –
Seorang pramugari Muslim pada maskapai ExpressJet mengatakan bahwa
dirinya telah diberhentikan sementara secara keliru bulan lalu hanya
karena menolak menyajikan alkohol kepada penumpang. Padahal, tindakan
tersebut merupakan hak sang pramugari yang melaksanakan perintah dalam
agama Islam yang dianutnya, sebagaimana dilaporkan
Arab News (AN), Selasa (8/9/2015).
Charee
Stanley, seorang pramugari ExpressJet cabang Detroit, merasakan
diskriminasi dan menyatakan keluhannya pada Selasa (8/9) didampingi
Komisi Persamaan Kesempatan Tenaga Kerja (Equal Employment Opportunity
Commission/EEOC).
Alhamdulillah, sebagai hasil
kesepakatan, maskapai itu kini setuju memberi Stanley keringanan tugas
atas alasan keagamaan. Dengan demikian, ia dapat mengatur siapa yang
menyajikan alkohol dengan pramugari lain.
Ia diberhentikan
sementara dari tugas setelah rekannya mengadu kepada manajemen
ExpressJet, ujar Lena Masri, seorang pengacara dari Dewan Relasi Islami
Amerikan (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) wilayah Michigan.
Stanley
(40) telah bekerja di maskapai daerah Atlanta hampir 3 tahun dan di
tengah karirnya itu ia telah masuk Islam, ujar Masri. Stanley sebenarnya
telah menyampaikan kepada supervisornya pada bulan Juni mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, setelah ia belajar tentang agama
barunya, Islam. Salah satunya adalah tidak hanya meinum alkohol, tetapi
juga menyajikannya kepada orang lain.
Ketika rekan kerjanya melaporkan Stanley, ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya selama satu tahun, lanjut Masri.
“Ia diberhentikan sementara tanpa dibayar pesangonnya mengikuti instruksi dari maskapai ExpressJet kepadanyar,” jelas Masri.
Masri
mengklaim keluhan yang melawan Stanley sebagai diskriminasi, ditambah
lagi pelapor mengatakan bahwa Stanley membawa sebuah buku “bertulisan
asing” dan memakai kain penutup kepala.
Juru bicara ExpressJet
mengatakan dalam pernyataan melalui sebuah email bahwa, maskapai
penerbangan itu menghargai keberagaman tetapi tidak dapat memberikan
tanggapan secara khusus untuk masalah pribadi.
“Di ExpressJet,
kami merangkul dan menghargai bilai-nilai dari semua anggota tim kami.
Kita memiliki kesempatan yang sama dengan sejarah panjang keberagaman di
tempat kerja,” ujar pernyataan itu.
ExpressJet memiliki 9,000 pegawai, 388 pesawat dan rata-rata melakukan 2,200 penerbangan dalam sehari, sebagaimana dikutip
AN dari situs perusahaan penerbangan itu. (adibahasan/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2015/09/11/alhamdulillah-seorang-pramugari-muslim-as-berhasil-dapatkan-hak-tidak-menyajikan-alkohol-di-maskapai-expressjet.html#sthash.6avE7WLv.dpuf