Pages

Rabu, 07 Januari 2015

Keutamaan Shodaqoh Pada Keluarga


Zainab istri Abdullah bin Mas’ud berkata: Bersabda Rasullullah s.a.w : "Bersedekahlah wahai kaum wanita walau dari perhiasanmu." Maka saya kembali kepada suamiku berkata: "Engkau seorang yang tidak punya, dan Rasullullah menyuruh kami bersedekah, coba tanyakan kepadanya kalau boleh, saya bersedekah kepadamu, kalau tidak saya berikan kepada lain orang." Berkata Abdullah : "Tanyakan sendiri."

Maka pergilah Zainab, mendadak bertemu dengan seorang wanita dimuka pintu Rasulullah yang hajatnya bersamaan dengan Zainab. Maka Bilal keluar dan kami berkata: "Beritahukan kepada Rasulullah bahwa ada dua orang perempuan bertanya: Bolehkah bersedekah pada suami dan anak-anak yatim yang dipeliharanya, tetapi jangan diberitahu siapa kami."

Maka Bilal masuk ke rumah Rasulullah menyampaikan hal yang ditanyakan kedua perempuan itu. Rasulullah bertanya, "Siapakah kedua perempuan itu?" Jawab Bilal: "Seorang perempuan Anshar, dan Zainab." Tanya Nabi : "Zainab yang manakah?" Bilal menjawab: "Zainab istri Abdullah bin Mas’ud."

Kemudian Rasulullah menyampaikan: "Bagi keduanya dua pahala, pahala sedekah dan pahala membantu keluarga (kerabat)."

(HR Bukhori Muslim)

*Dari kitab Riyadhus Sholihin, bab "Bakti Taat Kepada Kedua Orangtua dan Menghubungi Sanak Kerabat"

Pahala yang Allah Segerakan Balasannya


Wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:


صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَحْسِنْ إِلَى مَنْ أَسَاءَ إِلَيْكَ

“Sambunglah orang yang memutus tali silaturrahmimu, dan berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu.” (HR. Ibnu An-Najjar, dinyatakan shahih oleh Al Albani).

“Sambunglah tali silaturrahim kalian. Sesungguhnya tiada sebuah pahala pun yang akan disegerakan (pemberiannya) dibanding dengan pahala menyambung tali silaturrahim.” (Shahih at-Targhib no. 2516).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا اْلأَرْحَامَ، وَصَلُّوْا وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ.

"Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada orang yang kelaparan), sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah (malam) pada saat manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan sentosa". (At-Tirmidzi berkata, "Hadits shahih.")

Demikian Pesan-pesan Rasulullah yang terkait sillul 'arham... Semoga kita dimudahkan meng-amal-kannya, dan Allah segerakan pemberianNya. 

Jangan Bersedih, Karena Rabb Maha Pengampun Dosa dan Penerima Taubat!


Firman Allah,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

{Katakanlah: "Hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."}
(QS. Az-Zumar: 53)

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan Anda?

Tampak bahwa Allah sengaja menyapa manusia dengan kalimat "Wahai hamba-hamba-Ku..." Adapun tujuannya, tak lain adalah menyatukan hati para hamba-Nya dan menyentuh perasaan mereka agar mendengarkan ayat tersebut dengan baik. Setelah itu, terlihat bahwa Dia mengkhususkan firman-Nya itu untuk orang-orang yang melampaui batas. Itu dilakukan Allah karena mereka merupakan golongan manusia yang paling banyak melakukan dosa dan kesalahan. Nah, bagaimana dengan kita yang tentu saja juga sering melakukan dosa dan kesalahan?

Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang hamba-Nya berputus asa dalam memohon ampunan Allah. Allah mengabarkan pula bahwa Dia akan mengampuni siapa saja yang bertobat kepada-Nya, baik dari dosa-dosa kecil maupun yang besar.

Tidakkah Anda merasa gembira dan bahagia dengan firman Allah s.w.t.,

{Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu, sedang mereka mengetahui.} (QS. Ali 'Imran: 135)

Juga firman-Nya,

{Dan, barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.} (QS. An-Nisa': 110)

Firman-Nya yang lain,

{Dan, sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal salih, kemudian tetap di jalan yang benar.} (QS. Thaha: 82)

Tatkala Musa membunuh seseorang maka dia berkata:
{"Hai Rabb-ku, ampunilah aku," maka Dia mengampuninya.}
(QS. Al-Qashash: 16)

Juga firman Allah yang menjelaskan tentang Nabi Daud setelah bertobat dan Allah mengampuninya,
{Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya, dia mempunyai kedudukan yang sangat dekat Pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.}
(QS. Shad: 25)

Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengasih dan Maha Mulia. Bagaimana tidak, Dia masih menawarkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada orang-orang yang meyakini trinitas. Firman Allah tentang mereka,

{Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah adalah salah satu dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Ilah selain dari Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka, mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.}
(QS. Al-Ma'idah: 73-74)

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah s.a.w. bersabda,

"Allah Yang Maha Tinggi berfirman: "Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu berdoa kepada-Ku dan mengharapkan-Ku maka Aku akan mengampunimu atas semua dosa yang kamu lakukan, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikata dosa-dosamu itu sampai ke puncak langit kemudian kamu meminta ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa yang besamya seisi bumi seluruhnya, kemudian datang menemui-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan yang lain niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan yang besamya seisi bumi seluruhnya."

Dalam sebuah hadits shahih yang lain Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang-orang yang melakukan dosa pada siang hari bertobat dan Dia membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang melakukan kesalahan di malam hari bertobat, hingga nanti ketika matahari terbit dari arah barat."

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan dosa di malam hari, sedangkan Aku mengampuni semua dosa. Maka, mintalah kalian semua ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian."

Dalam sebuah hadits shahih yang lain disebutkan:

"Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Seandainya kalian tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menghilangkan kalian, dan akan mendatangkan kaum yang lain yang melakukan dosa-dosa namun memohon ampunan kepada Allah, yang kemudian Dia akan mengampuni mereka."

Dalam riwayat shahih yang lain Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan sebuah dosa kemudian ia mengucapkan: 'Ya Allah, ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau.' Kemudian ia kembali melakukan dosa, dan setelah itu berdoa kembali: 'Ya Allah, ampunilah dosaku sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau.' Kemudian kembali melakukan dosa, dan berdoa kembali: 'Ya Allah, ampunilah dosaku, karena sesungguhnya tidak ada yang berhak memberi ampunan terhadap dosadosa kecuali Engkau.' Allah berfirman: 'Hamba-Ku tahu bahwa ia memiliki Rabb yang bisa menjatuhkan siksa atas dosa yang dilakukannya dan bisa pula memberikan ampunan terhadap dosa itu. Maka hamba-Ku pun melakukan semaunya."

Singkatnya, selama hamba itu bertaubat, meminta ampunan dan menyesali perbuatannya, maka Allah akan mengampuninya.

"Apa Kiranya Perasaan?" by @salimafillah


1) Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?

2) Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"? 

3) Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"? 

4) Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"? 

5) Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"? 

6) Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"? 

7) Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"? 

8) Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku.. 

9) ..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya." 

10) Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"? 

11) Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"? 

12) Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"? 

13) Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu".. 

14) ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"? 

15) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"? 

16) Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai? 

17) Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"? 

18) Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"? 

19) Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam.. 

20) ..sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"? 

21) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar.. 

22) ..mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"? 

23) Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya? 

24) Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya? 

25) Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu"? 

26) "Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?" 

27) Ini kami Ya RasulaLlah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa'atmu? 

28) Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka. 

*dari twit @salimafillah (7/1/2015)

Prediksi Intelijen Militer Israel Tahun 2015


Oleh Auni Shadiq*

Badan intelijen Israel  menyebut di tahun 2015 akan banyak ancaman. Namun istilah ancaman ini tidak lebih dari sekadar karena Israel  adalah entitas yang menebar permusuhan di kawasan Timur Tengah dan selalu merencanakan tindakan permusuhan, tentunya terhadap Palestina secara khusus.

Di harian Yediot Aharonot (26/12) koresponden militer Alex Fixman mengatakan, pihak badan intelijen mengklaim bahwa tidak mungkin dalam situasi Arab saat ini untuk membuat prediksi setahun penuh dan yang ada hanya dokumen. Katanya, di Timur Tengah tak ada lagi sponsor dan pemandu dari dunia internasional, satu pihak yang mengatur perimbangan dan menciptakan kerjasama dunia dan menciptakan stabilitas di kawasan. Dokumen itu mengisyaratkan, pengaruh dan peran Amerika bersama sekutunya melemah. Kerusuhan dan konfrontasi terbuka dan perang di Suriah dan Irak, tidak jelasnya (tidka bisa diprediksi) sikap Iran dan Libanon serta Hezbollah.

Namun titik terang yang dilihat dokumen intelijen militer Israel adalah hancurnya negara-negara Arab kebangsaan; Libia akan menjadi tiga negara, Sudan sejak 2014 sudah menjadi dua, Suria, Irak dan Yaman menjadi terpecah-pecah. Menurut Israel kondisi ini sangat ideal untuk melakukan serangan sebab tidak ada di antara negara Arab yang utama dan ditakuti. Namun dokumen Israel  tidak menyebut Mesir. Unsur yang membuat Israel  resah adalah ISIS di kawasan, dan jika sudah stabil aksi jihadnya akan berlanjut ke Israel.

Untuk kasus Palestina, dokumen intelijen Israel sedang mengamati gerak-gerik Mahmud Abbas dan proyeknya ke PBB untuk mengakhiri penjajahan. Jika berhasi maka ini akan menimbulkan kerusuhan. Karena itu Israel  meminta kepada Amerika menghadang langkah Palestina ke PBB. Dari sini ketegangan hubungan antara Israel  dan Otoritas Palestina saja mulai memanas, apalagi dengan Hamas. Sementara kepemimpinan Israel  yang akan dikendalikan oleh kanan ekstrim akan semakin brutal sehingga politik pembangunan pemukiman Yahudi, tindakan rasis akan semakin kuat. Kondisi ini akan mengantarkan kepada ledakan perlawanan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Intelijen Israel  juga memperkirakan aksi baku tembak dan bentrokan di Tepi Barat dan Al-Quds timur akan terus berlanjut, namun tidak sampai kepada meletusnya Intifada III. Namun Hamas di Tepi Barat diprediksi akan tetap menjadi musuh bersama bagi Otoritas Palestina dan Israel.

Di Jalur Gaza, intelijen Israel  memprediksi, Hamas tidak akan berfikir mau memulai perang sampai kondisinya pulih pasca agresi Israel  ke sana. Namun Hamas yang tidak berfikir perang tak menjadi syarat adanya konfrontasi. (at/Elkhalej Emirat/infopalestina.com)

Selasa, 06 Januari 2015

Karena Dukung IM, Harta Dan Aset Syaikh Qardhawi akan Dibekukan Rezim As-Sisi


Pemerintah Mesir berencana akan membekukan harta dan aset milik Syaikh Yusuf Qardhawi yang kini menjabat sebagai ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional yang berbasis di ibukota Qatar, Doha, seperti dilansir surat kabar Middle East dari asisten pertama Menteri Hukum Mesir.

Dalam keterangannya pada hari Minggu (04/12) kemarin, asisten pertama Kementerian Hukum Mesir, Ezzat Khamis, mengatakan “kementerian telah membentuk komite yang akan menelusuri harta dan aset mereka yang terlibat dengan organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin.”

Ezzat Khamis menambahkan “komite tersebut nantinya akan melacak aset dan harta mereka yang terlibat, bahkan termasuk anggota Dewan Syar’i organisasi.”

Tercatat nama seperti  Dr.Yusuf Qardhawi, anak mantan presiden Mesir Muhammad Mursi, Ahmad Muhammad Mursi, dan pemimpin Partai Pembangunan dan Pengembangan Thariq Az Zamar, masuk dalam daftar yang telah dibuat Departemen Kehakiman tersebut. (Akhbarak/Ram/eramuslim)

Dialog & Jawaban Telak Dosen dengan Mahasiswi Liberal soal Jilbab



Mahasiswi: apakah ada satu ayat dalam Qur’an yang mewajibkan perempuan berhijab/berjilbab?

Dr. Jassem al-Mutowi’: perkenalkanlah diri anda terlebih dulu

Mahasiswi: saya adalah mahasiswa semester akhir di universitas. Sepengetahuan saya bahwa jilbab tidak diperintahkan oleh Allah. Oleh sebab itu saya tidak berjilbab, namun saya tetap sholat alhamdulillah.

Dosen: baiklah, boleh saya bertanya satu soal kepada anda?

Mahasiswi: silakan.

Dosen: jika saya mengulang-ulang satu makna kepada anda tetapi saya ungkapkan dengan 3 kata yang berbeda, apakah yang anda pahami?

Mahasiswi: hmm maksudnya apa ya?

Dosen: jika saya bilang kepada anda, tolong bawakan ijazah universitasmu, atau bawakan kertas hasil kelulusanmu, atau bawakan surat pernyataan hasil akhir dari universitas, apakah yang anda pahami?

Mahasiswi: saya harus membawa bukti ijazah universitas saya, tak ada ruang bagi saya untuk salah memahami ungkapan bapak, karena memang maksud dari ketiga ungkapan (ijazah, kertas, pernyataan) itu satu makna.

Dosen: nah itulah yang saya maksudkan sebelum ini...!

Mahasiswi: tapi apakah kaitannya ungkapan bapak dengan hijab?

Dosen: sebenarnya Allah gunakan 3 istilah di dalam Qur’an untuk mengungkapkan hijab perempuan.

Mahasiswi: (sambil memandang aneh) bagaimana itu bisa?

Dosen: Allah telah mensifatkan pakaian yang menutupi tubuh perempuan dengan istilah hijab, jilbab dan khimar untuk satu makna. Jadi anda pahaminya bagaimana?

Mahasiswi itu terdiam.

Dosen: anda mesti pahami bahwa tema jilbab ini semestinya tidak menimbulkan perbedaan di antara kita seperti halnya 3 ungkapan ijazah untuk makna yang sama kan?

Mahasiswi: bapak telah mengagetkan saya dalam cara berdiskusi seperti ini.

Dosen: sifat pertama, yaitu firman Allah “hendaklah mereka menjulurkan kerudung mereka ke atas juyub tubuh mereka”, kedua, ialah firman-Nya “wahai Nabi katakanlah kepada isterimu, anak perempuanmu, dan istri orang-orang beriman untuk mengulurkan jilbab mereka”. Ketiga, ialah firman-Nya “jika kamu meminta suatu barang kepada isteri nabi, maka mintalah dari balik hijab”. Bukankah ini semua menunjukkan wajibnya menutup tubuh perempuan?

Mahasiswi: sungguh bapak telah membuat saya terkejut dengan perkataan ini.

Dosen: baiklah saya jelaskan kepadamu ketiga istilah itu dalam bahasa arab. Khimar adalah kain yang menutupi kepala perempuan, dan menjulurkannya ke atas juyub maksudnya mengulurkannya agar bisa menutupi leher dan dada. Jilbab adalah kain baju yang luas dan panjang, menutupi lengan tangan dan kepala, seperti baju tradisional Maroko. Hijab adalah tirai penutup.

Mahasiswi: saya bisa memahami bahwa tidak bisa tidak saya mesti berhijab.

Dosen: ya memang demikian wajib. Jika hatimu dipenuhi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ada 2 jenis pakaian. Pertama, pakaian yang menutupi fisik, sebagai kewajiban mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Kedua, pakaian yang menutupi roh dan kalbu, jenis ini lebih baik dari yang pertama. Karena perempuan bisa jadi berjilbab secara fisik, namun ia kehilangan atau lepas dari pakaian takwa. Yang benar adalah perempuan harus memakai 2 jenis pakaian itu. Hal ini juga berlaku bagi pakaian yang dikenakan laki-laki.

Mahasiswi: dulu saya mengira bahwa hijab tidak disebutkan di dalam Qur’an.

Dosen: tentu saja hijab telah disebutkan di dalam Qur’an dan juga sunnah, serta disepakati oleh seluruh ulama islam. Kamu harus gemar taqarub kepada Allah dengan mentaati-Nya karena telanjang itu salah satu tujuan syetan untuk menjerumuskan Adam dan Hawa.

Mahasiswi: apa maksud anda?

Dosen: ketika Allah perintahkan Adam dan Hawa memakan buah-buahan sorga, selain satu pohon khuldi, setan langsung membisiki mereka berdua “fa dallaahuma bi ghurur”. Maka ketika mereka berdua melanggar perintah Allah itu dengan memakan buah khuldi tersingkaplah aurat mereka (lihat surah al-A’raf: 22) itulah tujuan setan agar umat manusia telanjang sempurna. Oleh sebab itu Adam dan Hawa bertobat dan segera mencari dedaunan besar untuk menutupi aurat kemaluan mereka. Persoalan pakaian sangat tua seusia penciptaan Adam dan Hawa. Saya sarankan kamu membaca buku “psikologi pakaian” karena pakaian berpengaruh kepada kepribadian kita.

Mahasiswi: terus terang saya tidak mengira persoalan hijab dan pakaian ini sangat besar sekali.

Dosen: apakah sekarang kamu telah memutuskan untuk berhijab atau berjilbab atau berkerudung?

Mahasiswi pun tersenyum dan berkata: sungguh saya telah pahami pelajaran ini dengan baik, tapii, saya akan berhijab kalau sudah tua kelak...

Dosen: hmm, ternyata kamu berfikir dan berencana yang berkebalikan dengan perintah Allah.

Mahasiswi pun kebingungan, “bagaimana kebalikan”?

Dosen: Allah telah beri keringanan kepada perempuan tua untuk melepas hijabnya dalam firman-Nya di surah An-Nur: 60 Allah meringankan kewajiban berjilbab bagi perempuan tua dengan syarat tidak tabarruj dalam berhias.

Mahasiswi: kalau gitu, kami yang masih muda ini artinya haruslah iltizam wajib mengenakannya. Hehe.. (sambil tersenyum).

Dosen: masya Allah kamu cerdas sekali menarik kesimpulan. Nah, bukankah kamu menjaga solat 5 waktu? Apakah ketika solat kamu memakai hijab?

Mahasiswi: tentu saja donk..

Dosen: kalau begitu, kenapa dalam solat wajib dipakai?

Mahasiswi: maaf saya tidak tahu (lalu tersenyum)

Dosen: apakah kamu percaya bahwa Islam memerintahkan perempuan mengenakan pakaian untuk menghadap Allah dalam solat lalu menyuruh ia gunakan pakaian yang lebih pendek dan minimalis ketika menghadapi manusia di luar solat?

Mahasiswi: ya beda kan, yang satu solat kita sedang beribadah, dan yang satu lagi kita sedang bermuamalah dunia..!

Dosen: benar, solat adalah ibadah, dan ia bagian dari kehidupan kita. Sementara hidup kita ini seluruhnya adalah ibadah kepada Allah. Makanya pakaian perempuan di dalam solat itulah pakaiannya di dalam kehidupan ini seluruhnya.

Selesailah dialog antara dosen dan mahasiswinya.


(Diceritakan oleh Dr. Jassem al-Muthowi’ yang dikirim oleh sahabat grup Whatsap. 
Diterjemahkan oleh Fahmi Salim.)

Minggu, 04 Januari 2015

Mursi: "Tetaplah bersabar dan bertahan, Dia akan mengangkat penderitaan ini dan penindasan akan hilang"


Presiden sah Mesir, DR. Muhammad Mursi mengucapkan selamat kepada kaum muslimin dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Ucapan selamat tersebut beliau sampaikan dari dalam ruang sidang pengadilan yang dibatasi dinding kaca, ketika pengadilan militer Mesir akan memulai sidang kasus membocorkan rahasia negara yang dituduhkan kepadanya. Persidangan tersebut digelar di akademi kepolisian Cairo, Mesir, Ahad 4 Januari 2015. 

Bagi Muhammad Mursi, persidangan yang digelar bagi dirinya tidak lebih dari kesempatan untuk berbicara kepada publik, karena selama ini pemerintah kudeta tidak pernah mengizinkan presiden yang dikudeta tersebut berbicara di depan umum, bahkan dalam persidangan, pemerintah kudeta sering hanya menghadirkan Mursi tanpa memberikan hak berbicara atau pembelaan diri.

Banyak pengamat politik di Mesir berpendapat, pengadilan yang dilakukan atas Mursi tidak lebih dari sandiwara politik agar seolah-olah kasus yang dituduhkan kepada Mursi benar adanya. Maka sangat wajar Mursi tidak pernah mengakui persidangan tersebut, malah menjadikannya kesempatan untuk berbicara kepada rakyat Mesir.

Dalam kalimatnya, Mursi juga mengucapkan terimakasih kepada Muhammad Mashry, pengacara yang tergabung dalam asosiasi pengacara pembela petinggi Ikhwanul Muslimin atas lantunan syair yang dibawakan oleh Muhamamd Mashry pada persidangan sebelumnya.

Kemudian Mursi menyatakan:  "اصبروا وصابروا، وبإذن الله ربنا سيرفع هذا الابتلاء وسيزول الظلم"  ("Tetaplah bersabar dan bertahan, dengan izin Allah.. Dia akan mengangkat penderitaan ini dan penindasan akan hilang")

Kamis, 01 Januari 2015

Amal Rahasia Penghantar Husnul Khatimah


Oleh: Fachriy Aboe Syazwiena*

Seorang lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki.

Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah.

Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tsb. Syaikh berujar bhw jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.

Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.

“Ayo umrah bersama kami.”

“Bagaimana aku akan umrah sementara aku tak pernah sholat.”

“Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu sholat.”

Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengerjakan sholat.

“Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tak tahu caranya.”

“Nanti di mobil kuajari.”

Keduanya dgn senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan tuntunan yang disyariatkan.

Selesailah prosesi. Keduanya akan kembali pulang.

“Sebelum balik, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?” Tanyanya kepada tetangganya.

“Iya. Aku ingin shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.”

Sang tetangga pun sholat dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.

Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.

Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud husnul khatimah? Ia berpikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.

Kepada istri lelaki tadi, ia bertanya tentang ini.

“Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam lalu mengantarkannya kepada wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendoakan husnul khatimah untuk suamiku,” ujar sang istri.
——–

Kisah di atas kami terjemahkan dari akun seorang ikhwah (Mesir).

Kami teringat nasihat syaikh Rajihi di kelas:

“Usahakan ya ikhwan,” kata syaikh, “kalian mesti memiliki amal rahasia yang hanya Allah dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akherat.”

Pemuda dalam kisah di atas memiliki amal rahasia yaitu memberi makan wanita tua yang merupakan tetangganya. Ia pun berteman dengan orang shalih yang merupakan wasilah menuju husnul khatimahnya.

“Sungguh,” tutur syaikh Sami di hadapan kami, “banyaklah berteman dengan orang-orang sholeh, penghafal Alquran, dan lainnya.” (012).

Apa persiapan mu untuk Akhirat


Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
- Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
- Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa-tawa!
- Di rumah ada kesedihan yang mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh;
Menjalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yang disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini in syaa Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikan.

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya


Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya:

1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)

"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya." (QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

2. REZEKI TINGKAT KEDUA

"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu muslim atau kafir.

3. REZEKI TINGKAT KETIGA

“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.." (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA)

".... Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

Peringkat rezeki yang ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar-benar dicintai & dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.

Wallaahu alam..

Selamat menjemput rezeki. Jika mau dapat semua, lakukan semua yang Allah perintahkan.

(Agoes Poernomo)

2014: Tahun berdarah bagi warga Palestina


GAZA - Tahun ini telah menjadi salah satu tahun berdarah bagi warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza.

Sebuah serangan militer “Israel” di Jalur Gaza yang diblokade pada musim panas ini menyebabkan 2.160 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas, menurut angka resmi pemerintah Palestina.

Jumlah korban jiwa warga Palestina akibat serangan “Israel” pada musim panas melampaui jumlah total korban tewas dari dua perang “Israel” terhadap Gaza yang terjadi sebelumnya, termasuk “Operasi Cast Lead” yang berlangsung selama 21 hari pada tahun 2008/2009 yang menyebabkan sedikitnya 1.500 warga Palestina tewas.

Serangan “Israel” di Gaza – yang diakhiri oleh kesepatakan gencatan senjata pada 26 Agustus antara “Israel” dan faksi-faksi Palestina – juga menyebabkan lebih dari 11.000 warga Palestina terluka di Jalur Gaza yang diserang.

Tahun ini juga masih diliputi ketegangan di Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki.

Sebelum perang Gaza, tiga pemukim “Israel” telah diculik dan dibunuh, diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Palestina di Al-Quds, walaupun fraksi Palestina membantah klaim tersebut dan menuding “Israel” berada dibalik skenario terbunuhnya tiga pemukim “Israel” itu.

Menyusul insiden ini, seorang remaja Palestina diculik dan dibakar sampai mati oleh pemukim “Israel” di kota itu.

Ketegangan semakin diperburuk setelah pemerintah “Israel” menutup Kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds pada akhir Oktober.

Penutupan itu menyusul terlukanya seorang rabi ekstremis akibat ditembak oleh seorang penyerang Palestina.

Sepanjang tahun ini, sebanyak 68 warga Palestina, termasuk seorang pejabat senior, tewas di Al-Quds dan seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Para korban itu sebagian besar terjadi selama bentrokan dengan pasukan “Israel” sebagai bagian dari protes anti-pendudukan atau selama serangan oleh orang “Israel” dan serangan oleh pemukim “Israel”.

Pada tanggal 29 Januari, warga Palestina berusia 22 tahun yang bernama Muhammad Mubarak ditembak dan dibunuh oleh tentara “Israel” saat ia bekerja di lokasi konstruksi.

Media “Israel” mengklaim bahwa orang itu tewas dalam pertempuran dengan pasukan “Israel”.

Pada tanggal 10 Desember Ziad Abu Ein, pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), tewas setelah terkena gas air mata selama pawai protes terhadap permukiman baru “Israel” di Tepi Barat.

Lebih dari 6.000 warga Palestina ditahan oleh tentara “Israel” dan polisi sepanjang tahun 2014, menurut PLO.

Pada tahun 2014, warga Palestina yang ditahan oleh “Israel” meningkat menjadi 56 persen dibandingkan tahun lalu, ungkap Abdel-Nasser Farawna, kepala Departemen Urusan Tahanan PLO.

Dia juga menambahkan bahwa telah terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah anak-anak Palestina yang ditahan sepanjang tahun ini.

Secara rata-rata, “Israel” menahan sebanyak 17 warga Palestina di wilayah pendudukan setiap hari, menurut Farawna.

Dia mencatat bahwa semua tahanan Palestina menjadi korban dari berbagai bentuk kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan oleh sipir “Israel”.

Farawna menambahkan bahwa jumlah warga Palestina meningkat tajam, menyusul penculikan tiga remaja “Israel” di bagian selatan Tepi Barat yang diduduki pada bulan Juni.

Penahanan warga Tepi Barat telah menjadi praktik umum bagi tentara dan polisi “Israel”.

Sebagian penahanan ini dibuat dengan dalih bahwa warga Palestina yang ditangkap tersebut merupakan buronan pemerintah “Israel”.

Statistik 2014: Tingkat Kesuburan Warga Palestina Lebih Tinggi Dibanding Yahudi


Data resmi menunjukkan kenaikan jumlah warga Palestina di dunia selama 2014 yang diperkirakan 12,1 juta, sepertiganya tinggal di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Data yang dirilis oleh Badan Statistik Pusat Palestina hari ini Senin (29/12) menegaskan, sebanyak 4,62 juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza, 1,46 juta tinggal di wilayah Palestina jajahan Israel  tahun 1948, dan sekitar 5,34 juta lainnya tinggal di negara-negara Arab dan 675 ribu tinggal di negara lainnya.

Prosentase jumlah pengungsi Palestina mencapai 43,1 persen dari total warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebanyak 38,8 persen warga Tepi Barat adalah pengungsi, dan 61,2 persen dari warga Jalur Gaza adalah pengungsi.

Data yang dirilis infopalestina.com ini juga menyebutkan tingkat kesuburan warga Palestina lebih tinggi di banding kesuburan warga Yahudi. Jumlah warga Palestina di wilayah jajahan 1948 akan melampaui jumlah Yahudi dalam beberapa tahun ke depan.

Antara Ikhwan dan Negara


Sedang ramai berita Syeikh Yusuf Qaradhawi ditetapkan sebagai buruan Interpol. Entah dari mana "fatwa" ini berasal. Yang pasti beliau sebagai salah satu ulama moderat di abad 20-21.

Qaradhawi, beliau adalah salah satu ulama yang dihormati dan dijadikan rujukan oleh kalangan Ikhwan (panggilan bagi Ikhwanul Muslimin), di seluruh dunia. Fatwa terbatas tentang ucapan natal seharusnya menjadi bukti bagi barat bahwa beliau sama sekali tak berbahaya. Pun barat menyetujui, dengan melepaskan Ikhwan dari label organisasi teroris. Toh partai hijau (Islam) yang ada di eropa, juga diisi oleh kalangan Ikhwan.

Kalau boleh merujuk Ulil dan Zuhairi Misrawi, corak islam eropa memang kental nuansa Ikhwan (kalo ga salah ingat). Islam yang modern dengan mudah berbaur dengan masyarakat eropa, menjadi pengacara, akuntan, politisi maupun pengusaha muslim dengan mudah akan dilabelkan pada Ikhwan (selain keturunan Turki tentunya).

Menjadi sangat lucu bila menghubungkan Ikhwan dengan gerakan radikal atas nama Islam, yang jelas-jelas menolak eksistensi negara. Bagi Ikhwan, negara adalah entitas yang tak bisa ditolak. Sejalan dengan Afghani, persatuan Islam bisa saja dijalankan oleh negara-negara, tanpa harus menghapus sama sekali eksistensi negara, seperti beberapa cita-cita gerakan lain.

Soal hubungan Ikhwan dan negara, Indonesia mempunyai sejarah yang patut menjadi rujukan. Pasca kemerdekaan, Indonesia membutuhkan pengakuan dari negara lain. Berangkatlah Sutan Syahrir, Agus Salim dan AR Baswedan ke Mesir. Di sana ketiganya menemui pimpinan Ikhwan, Hasan Al Banna. Dengan lobi Ikhwan, Raja Farouk pimpinan Mesir saat itu, mengakui kemerdekaan Indonesia.

Hasan Al Banna mengatakan bahwa kemerdekaan RI juga sebagai bentuk kemenangan dan persatuan umat Islam. Jadi tak heran bila negara-negara eropa menghapus Ikhwan dari daftar organisasi keras. 

(Ibnu Dwi Cahyo)