Pages

Sabtu, 27 Desember 2014

Strategi Geopolitik & Geoekonomi Erdogan Dibalik Kemajuan Turki


Oleh Haryo Setyoko*

1. Sejak Erdogan dan AKP memerintah di Turki, strategi geopolitik pertama yg dilakukan adalah ajukan proposal bergabung dng Uni Eropa.

2. Target 1 adlh payung politik dr Uni eropa. Erdogan ingin politik dlm negeri Turki stabil dng libatkan pengawasan langsung dr Uni Eropa.

2. Target 2, sbg konsekuensi bergabung dng Uni eropa, Turki jg mendekati NATO utk payung keamanan kawasan, memperkuat militer.

3. Dua target itu berhasil tercapai. Politik dlm negeri aman, krn semua standar politik ekonomi pemerintahan dlm proses sesuai standar EU.

4. Dari sisi militer, selain lakukan reformasi total di level komando, rencana bergabung dng NATO jg memperkecil ancaman dari luar...

5. ...dan memperkuat posisi bargaining Militer Turki di kawasan. Karena itu Turki sangat percaya diri ktk konfrontasi dng Israel.

6. Selain itu ekonomi juga semakin menguat... Turki urutan 16 ekonomi dunia dan Posisi ke 8 dunia pd kekuatan militernya.

7. Namun sikp Uni eropa yg kurang berniat memasukkan Turki, Aplg respon masy EU yg menolak "Islamisasi di Eropa" membuat Turki sngt tidak nyaman.

8. Setelah merasa kekuatan militer dan ekonominya semakin kuat, Erdogan pun mulai berfikir alternatif lainnya, selain bergabung EU.

9. Waktu yg bersamaan, Rusia gagalkan project jalur gas South Stream setelah Bulgaria menolak dilewati jalur tsb. Bulgaria rugi $40 billion.

10. Rusia dekati Turki & akhirnya Turki pun bersepakat utk deal project jalur gas Blue Stream. Uni Eropa semakin dilematis. But show must go on..

11. Deal jalur pipa tsb semakin dekatkan hubungan Turki dan Rusia. Dan ini sebenarnya yg ditakutkan Barat mengingat posisi strategis Turki.

12. Pertanyaannya, mengapa Turki sedemikian cepat bergeser visi geopolitik dan geoekonominya?

13. Pertama, Turki memandang perekonomian Eropa semakin menurun dan juga setengah hati menerima Turki masuk kedalam EU.

14. Kedua, kawasan timur Eropa dan Eurasia, terus mengarah ke China adalah lumbung energi dan ekonominya berpotensi terus bertumbuh.

15. Ketiga, sejarahnya Turki mempunyai hubungan erat dng Rusia. AS dan Eropa justru berperan besar dlm melemahkan Kekuasaan Ottoman Turki..

16. .....Yang puncaknya Inggris dan AS mendukung berdirinya negara Israel utk Zionist Yahudi.

17. Rusia yg beragama kristen Ortodoks adalah wilayah protektorat ketika kekhalifahan Ottoman Turki tegak. Sila baca "Tragedy&Hope" by Carrol Quigley.

18. Jadi kalau melihat manuver Turki yg bergerak ke Eurasian Union, jelas ada legitimasi sejarah sosiopolitiknya.

19. Pernah saya twittkan ttg persaingan geopolitik di kawasan Eropa dan Eurasia yg merupakan kawasan konflik sejak PD I dan PD II termasuk Turki didalamnya.

20. Tp scr garis besar, teori "Heartland" oleh McKinder masih sangat relevan dng kondisi yg terjadi di Eropa Timur dan Eurasia kedepannya.

21. Dengan kekuatannya sekarang, Turki tidak mudah diintimidasi. Dan sudah berkali2 usaha utk gulingkan dan bahkan bunuh Erdogan.. Tp gagal.

(@yyudison: sy kagum erdogan, pandai bermain di ranah geopolitik untuk kemajuan bangsanya, dan tdk tergadai)

*dari twit @HaryoStwitte (26/12/2014)

Dilema Uni Eropa Mensikapi Turki Yang Makin Kuat


Erdogan bersuara menanggapi kecaman Uni Eropa atas dirinya yang dinilai terlalu keras menghadapi pihak oposisi di Turki. Dalam pidatonya baru-baru ini, Erdogan mengirimkan pesan kepada Uni Eropa dengan mengatakan: Uni Eropa tidak mungkin mengajarkan Turki tentang demokrasi ditengah kebisuan Eropa melihat sikap anti demokrasi yang terjadi di Mesir, Palestina atau negara lainnya seperti Afrika Tengah, dimana demokrasi hanya mimpi.

Dalam pidatonya ketika meresmikan kereta api cepat yang baru-baru ini diluncurkan Turki, Erdogan menegaskan, selama ini Uni Eropa justru seakan tidak paham demokrasi, karena hanya bisa diam melihat tindakan anti demokrasi yang dilakukan Israel di Palestine, begitu juga yang dilakukan As-Sisi di Mesir. Erdogan malah mengajak Uni Eropa bergabung dengan Turki jika benar-benar ingin membangun demokrasi sejati, itu jika Uni Eropa berani, jika benar Uni Eropa tidak takut atas tekanan pihak manapun seperti Israel dan saudara tuanya, Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Minggu silam, Uni Eropa mengutuk keras penahanan yang dilakukan polisi Turki atas 30 penentang Erdogan, diantaranya satu orang wartawan. Menjawab hal itu, Erdogan mengatakan kami sebagai rakyat Turki lebih paham dengan situasi dalam negeri kami, jika Uni Eropa ingin tahu mari kita duduk bersama, sambil menyindir ketakutan beberapa negara Uni Eropa akan rencana bergabungnya Turki kedalam organisasi tersebut.

Uni Eropa saat ini sedang kebingungan menyikapi proposal Turki yang meminta untuk bergabung. Disatu sisi Uni Eropa butuh tambahan kekuatan, karena militer dan ekonomi negara Turki begitu kuat, ditambah lagi sekarang Turki dibawah kepemimpinan Erdogan menjadi salah satu negara sangat berpengaruh di benua biru tersebut. Disisi lain, Uni Eropa tidak mau gegabah menerima bergabungnya Turki, karena Erdogan dinilai representasi politik islam. (Hasmi)

Tiga faktor yang membuat Qatar mustahil serahkan Syaikh Qardhawi


Beberpa hari ini media timur tengah ramai berspekulasi tentang penyebab perdamaian antara Qatar dan Mesir. Sebelumnya Qatar memiliki hubungan kurang harmonis dengan Mesir akibat kudeta yang dilakukan Abdul Fattah As-sisi.

Publik terus bertanya-tanya, apa isi perjanjian damai antara Qatar dan Mesir yang digagas oleh Arab Saudi tersebut.

Media timur tengah memuat pernyataan beberapa pengamat disana, bahwa isi perdamaian Qatar dan Mesir adalah: yang pertama: Qatar menutup kantor berita Aljazeera di Mesir dan yang kedua: Qatar menyerahkan buronan politik Ikhwanulmuslimin, salah satunya Syaikh Yusuf Qardhawi.

Menurut sekretaris syaikh Qardhawi, yang juga salah seorang ulama Al-Azhar, Syaikh Essam Talima, ada beberapa faktor penting yang menghalangi Qatar menerima permintaan Mesir untuk menyerahkan syaikh Qardhawi, sedikitnya ada tiga faktor penting:

1. Syaikh Qardhawi memiliki kewarga-negaraan Qatar

Dalam wawancara yang dilakukan koran Al mashri Alyoum hari kamis 25/12/2014, menurut syaikh Essam Talima, syaikh Qardhawi memiliki kewarga-negaraan Qatar sejak tahun 1988, dan dalam hukum negara teluk termasuk Qatar, jika warga salah satu negara melakukan tindak kriminal, maka yang bersangkutan disidangkan dinegaranya sendiri, dan syaikh Qardhawi warga negara Qatar, jika tuduhan kepada beliau benar maka harus disidangkan dipengadilan Qatar, bukan di Mesir. Pada era Gamal Abdunnasir Mesir juga pernah meminta Qatar untuk menyerahkan Yusuf Qardhawi, tetapi dengan alasan hukum di negara tersebut menolak.

2. Kedekatan syaikh Qardhawi dengan keluarga penguasa Qatar

Setelah interpol mengeluarkan perintah penangkapan terhadap syaikh Qardhawi, alih-alih Qatar merespon seruan interpol dan Mesir tersebut, hubungan keluarga penguasa Qatar dengan syaikh Qardhawi malah terlihat semakin mesra. Salah satu contohnya terlihat ketika salah seorang putra pendiri negara Qatar syaikh Jasim bin Tsani Ali Tsani meninggal pada senin kemarin, ketika shalat jenazah yang digelar rabu terlihat syaikh Qardhawi menjadi imam, hadir pada kesempatan tersebut hampir semua pembesar negara Qatar.
Menurut syaikh Qardhawi, sejak interpol menetapkannya sebagai buronan, tidak ada yang berubah dari hidupnya di Qatar, juga sikap dari penguasa negara Qatar. Yusuf Qardhawi mulai tinggal di Qatar sejak beliau berumur tiga puluh lima tahun sampai sekarang umur beliau delapan puluh delapan tahun. Kata syaik Qardhawi: saya sangat mencintai Qatar dan rakyatnya, saya bagian dari Qatar dan Qatar bagian dari saya, semoga saya bisa terus disini sampai Allah memanggil.
Beberapa hari yang lalu juga beredar video amir Qatar yang baru, Tamim bin Hamdi Ali Tsani mencium kepala syaikh Qardhawi sebagai tanda sayang dan hormat, ketika itu upacara pelantikan Tamir sebagai amir Qatar yang baru. Dalam video tersebut sangat terlihat kedekatan syaikh Qardhawi dengan keluarga penguasa negara Qatar.

3. Jasa syaikh Qardhawi dalam bidang keilmuan di Qatar

Posisi syaikh Qardhawi dalam keilmuan, terutama keilmuan islam di Qatar dinilai akan menjadi penghalang negara tersebut menyerahkan Qardhawi kepada Mesir. Syaikh Qardhawi dinilai sangat berjasa dalam memajukan pendidikan islam disana.

Setidaknya ada 170 buku yang telah beliau hasilkan selama tiga puluh lima tahu hidup di Qatar, 
Belum lagi jurnal dan makalah yang beliau tulis, juga kontribusi beliau mengisi acara keilmuan diberbagai lembaga penting di Qatar.

Beliau juga dinilai sangat berjasa dalam membangun universitas Qatar, beliau juga memiliki peran penting di kementrian pendidikan, kementrian wakaf dan lembaga lainnya di Qatar.

Yusuf Qardhawi juga banyak memperoleh penghargaan internasional dibidang keilmuan, beliau disebut sebagai ulama paling produktif dalam menulis zaman ini. Pada tahun 2008 syaikh Qardhawi masuk nominasi ke-tiga peraih penghargaan nobel. Dan pada 2009 lembaga kajian strategis islam Yordania memasukkan syaikh Qardhawi dalam daftar ulama muslim paling berpengaruh. Mengingat semua faktor diatas, sepertinya mustahil Qatar menyerahkan beliau kepada pihak kemanan Mesir untuk dipenjara. (Hasmi/rassd.com)

Premium Ditiadakan, 5.300 SPBU Lokal Terancam Gulung Tikar


Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menilai rencana pemerintah yang akan menghapus atau meniadakan Premium jenis RON 88 dan diganti dengan RON 92 atau biasa dinamakan Pertamax bakal memicu liberalisasi SPBU asing di Indonesia.

"Jangan sampai terjadi liberalisasi," ujar Ketua II DPP Hiswana Migas M Ismeth di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Desember 2014.

Selain itu, Ismet juga meminta pemerintah mengkaji ulang usulan yang diutarakan Tim Reformasi Tata Kelola Migas tersebut.

"Tolong dipikirkan pengusaha SPBU dan lain-lain, proteksi usaha teman-teman kita yang jumlahnya 5.300," ucapnya.

Ismeth melanjutkan banyak pihak yang menuding jika Tim Reformasi Tata Kelola Migas pro asing sehingga melontarkan usulan tersebut.

"Karena ada yang menuduh pak Faisal bahwa penghilangan Ron 88 ini merupakan keberpihakan asing," tutupnya. (fs)

Kita Tidak Perlu Bekerja Amat Keras, Bekerjalah SEDIKIT LEBIH KERAS


Oleh Ilman Akbar*

Kamis saat hari Natal kemarin, saya hadir di kopi darat (kopdar) alias kumpul-kumpul sebuah komunitas pebisnis yang biasanya berinteraksi lewat grup WhatsApp, yaitu komunitas Jamaah Online Shop (JOS).

Salah satu pembicaranya adalah M. Ihsan Akhirulsyah, CFO dan salah satu founder dari startup bernama Cybreed, yang produknya bernama eFishery berhasil menang di berbagai kompetisi startup (salah satunya Get In The Ring tingkat dunia, membuat mereka mendapatkan hadiah senilai 25.000 Euro).

Inspirasi terbesar bagi saya adalah saat Ihsan menceritakan mengapa kita bahwa harus berjuang sedikiit saja lebih keras dari usaha kita biasanya.

Ternyata kita tidak perlu berjuang mati-matian setiap hari.

Kita hanya perlu berusaha sedikit saja lebih keras setiap harinya, yang penting kita tidak mengendorkan usaha kita walaupun juga cuma sedikit.

Mengapa? Berjuang sedikit lebih keras setiap harinya akan membawa kita mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak saat dilakukan dalam jangka waktu lama. Sedangkan mengendorkan usaha kita walaupun sedikiit saja tiap harinya kelak akan membawa kita kepada kerugian.

Filosofi ini digambarkan dengan gamblang oleh Ihsan dengan persamaan matematika sederhana.

1,01 dipangkat dengan 365 = 37,8
0,99 dipangkat dengan 365 = 0,03

Angka 1 melambangkan usaha kita yang standar atau biasa dilakukan setiap hari. 365 adalah jumlah hari dalam setahun.

1,01 menggambarkan kita meningkatkan usaha atau daya juang kita sedikiit saja (hanya 1%).

Sedangkan 0,99 menggambarkan kita mengurangi usaha/daya juang kita sedikiit saja.

Selisihnya amat kecil, cuma 0,02. Namun saat effort atau perjuangan itu dilakukan selama jangka waktu panjang seperti setahun, hasilnya akan sangat berbeda!

Ternyata, orang-orang sukses bukan selalu mereka yang bekerja atau berusaha mati-matian. Calon orang sukses adalah mereka yang selalu berusaha dan bekerja sedikit lebih keras dibandingkan calon orang-orang yang gagal yang selalu bekerja sedikit di bawah usaha maksimal mereka.

Calon orang-orang sukses bekerja sedikit lebih keras setiap harinya dibanding hari kemarin. Besok harinya berusaha sedikit lebih keras lagi, berikutnya juga seperti itu. Sehingga mereka mendapatkan hasil jauh lebih besar dibanding orang-orang yang setiap harinya bekerja tidak sepenuh hati, setiap hari selalu merasa sudah mencapai sesuatu padahal tidak.

Saya langsung teringat dengan cerita salah seorang adik kelas saya di kampus. Ia adalah satu-satunya lulusan SMA-nya yang diterima di UI (ia berasal dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan), sehingga ia sangat berjuang supaya bisa survive di Jakarta. Selama kuliah ia aktif berorganisasi dan berkompetisi, ia sering sekali mendapatkan penghargaan dari kompetisi nasional bahkan internasional, bahkan lulus dengan IPK tertinggi, dan kini bekerja di Microsoft Indonesia. Ia melakukan prinsip di atas: put on effort a little bit more than others.

Hanya dengan melebihkan effort atau daya juang sedikit saja, saat dilakukan dalam jangka waktu panjang, hasilnya akan JAUH berbeda.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa berjuang sedikit lebih keras? Jawabannya, milikilah ALASAN mengapa kita harus berjuang lebih keras.

Dan alasan itu bukanlah material atau finansial semata. Kemarin Ihsan cerita tentang kehidupannya yang amat sulit saat sekolah dulu. Ia bahkan tidak bisa mengambil ijazah SD-nya karena menunggak SPP. Tentu kondisi ini tidak membuatnya bahagia. Namun saat ia berhasil mendapatkan uang berkelimpahan saat kuliah ia menyelesaikan proyek properti cluster perumahan pertamanya, ia tidak lebih bahagia dibanding dulu! Kebahagiaan tidak ditentukan oleh jumlah finansial, ada titik tertentu di mana kebahagiaan kita tidak meningkat walaupun secara finansial sudah meningkat.

Alasan yang menggerakkan kita untuk berusaha lebih keras, adalah jawaban pertanyaan besar, mengapa kita dilahirkan. Alasan mengapa kita ada di dunia ini. Alasan yang membuat manusia lain di dunia ini terus mengingat kita saat kita wafat kelak.

Sudahkah kita menemukan alasan itu? Jika belum, mungkin teman-teman bisa mencoba menemukan apa passion teman-teman terlebih dahulu. Karena menemukan passion adalah salah satu cara menemukan siapa diri kita, apa misi hidup kita, dan mengapa kita dilahirkan.

Ada orang-orang yang umurnya amat panjang, melebihi umur tubuhnya. Sudah meninggal, namun karya, ilmu, dan inspirasinya terus hidup saat ini. Seperti Nabi Muhammad, Isa Almasih, Soekarno, Hatta, Steve Jobs, Wright Bersaudara, Walt Disney, you name it!

Tapi ada juga orang-orang yang umurnya amat pendek, lebih pendek bahkan dari umur tubuhnya. Mereka masih hidup secara fisik, namun sudah mati secara akal dan karya, karena mereka tidak menemukan alasan mengapa mereka harus hidup, sehingga mereka tidak melakukan apapun yang bermakna dalam hidup mereka.

Teman-teman mau jadi orang yang seperti apa?

Menegaskan apa yang bang Ihsan sampaikan, yuk temukan ALASAN mengapa kita dilahirkan. Berjuanglah SEDIKIT LEBIH KERAS setiap harinya, berkaryalah dan beri manfaat sebanyak-banyaknya pada masyarakat. Insya Allah, kita akan terus 'hidup' walaupun kita sudah tiada.

Kamis, 25 Desember 2014

Pakar Konstitusi : Hamdan Zoelva Seorang Negarawan


Keputusan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang tidak ikut mendaftar sebagai calon hakim konstitusi dianggap sebagai sikap negarawan.

Hamdan, hakim asal Bima NTB ini, telah membuktikan dirinya seorang negarawan seperti syarat untuk menjadi hakim konstitusi.

"Sikap Hamdan Zoelva, patut diapresiasi. Hamdan sudah berhasil membuktikan bahwa beliau seorang negarawan. Seperti diketahui bahwa satu satunya jabatan di republik ini yang diharuskan oleh konstitusi haruslah seorang negarawan hanyalah hakim konstitusi," jelas pakar hukum tata negara, Andi Irmanputra Sidin, dalam keterangan resminya, Kamis 25 Desember 2014.

Sebagai seorang ketua dan hakim MK, lanjut Irman, Hamdan sudah membutikan untuk tidak mempertaruhkan kehormatan dan martabat peradilan konstitusi.

"Di hadapan pansel dengan mengikuti wawancara yang justru semakin memperlihatkan dirinya 'mengejar' jabatan yang tentunya bukan denyut nadi seorang negarawan," katanya.

Menurut dia, ke depan sebaiknya Presiden langsung menentukan sendiri hakim konstitusi yang akan diajukannya. Konstitusi sudah menentukan bahwa itu hak eksklusif Presiden.

"Presiden tidak boleh menciptakan lembaga ad hoc yang mereduksi kekuasaannya sendiri dalam menentukan hakim MK yang akan dinominasikannya," imbuhnya.

Irman menilai cara dengan menyeleksi hakim dengan kenegarawanan dan itu diserahkan ke pansel adalah suatu cara yang aneh.

"Karena proses pendaftaran dan seleksi adalah proses aneh dalam mencari negarawan hakim konstitusi," tutupnya. [in/*]

Mengenal Sultan Suleiman al-Qanuni (The Magnificent)


Siapa Sultan Suleiman yang digambarkan sangat buruk dalam film King Suleiman pada siaran televisi ANTV?

Cerita yang dirangkai subjektif oleh produser liberal-sekuler membuat sosok mulia Sulaiman menjadi negatif  dan hina. Distorisi sejarah yang tidak aneh sebagaimana pembalikan sejarah Aurangzeb, sultan Moghul yang menguasai India pada periode 1 abad setelah masa Sultan Sulaiman di abad 16. Aurangzeb, pemimpin yang tegas dan lekat Islam dicitrakan buruk oleh pendongeng-pendongeng barat.

Sultan Sulaiman memimpin imperium kesultanan Utsmaniyah 60 tahun setelah jatuhnya Konstantinopel ke pangkuan muslimin pada masa Sultan Muhammad Fatih. Sementara cucu Sultan Fatih, Salim I, yang juga ayah dari Sultan Sulaiman telah berhasil menaklukkan Syiria dan Mesir, mengakhiri kekuasaan Mamalik (Mamluk) serta membuat Safawi Syiah tidak berani bertindak gegabah terhadap Utsmaniyah.

Praktis Sultan Sulaiman mewarisi wilayah kekuasaan yang membentang luas dari Hungaria-Serbia di Timur Eropa, Mesir-Syiria di Timur Tengah hingga negara-negara Afrika Utara. Laut Tengah (Mediterania) yang merupakan urat nadi Eropa pun di bawah kekuasaan Angkatan Laut umat Islam Utsmaniyah. Bentuk wilayah kekuasaan yang terwariskan pada Sultan Sulaiman mirip bulan sabit dengan Eropa sebagai bintangnya.

Blokade ekonomi yang dilakukan Utsmaniyah terhadap Eropa ini pulalah yang mendorong bangsa Eropa untuk mencari jalan lain menuju wilayah sumber daya alam, melintasi Afrika Selatan, Tanjung Harapan hingga mencapai India dan Asia.

Sultan Sulaiman lahir pada tahun 1494, selisih setahun saat berakhirnya Islam di Granada Spanyol. Ia menjadi Sultan pada tahun 1520, di usia 25 tahun (masa datangnya Portugis ke nusantara, berdirinya kerajaan Aceh, Banjar dan kekuasaan Demak). Pada masanya ia berupaya menaklukkan negara-negara Eropa Timur dalam upaya jihad sehingga jatulah Hungaria, Austria, Transilvania dan Polandia di bawah bayang-bayang Utsmaniyah. Sebelumnya Bosnia dan Yunani yang terlebih dahulu takluk semakin tunduk dalam bendera kesultanan. Tak sedikit raja-raja Eropa tumbang dalam peperangan dengan Utsmaniyah, tak heran jika kekalahan di masa lampau menimbulkan kebencian di masa kini dengan hadirnya film King Sulaiman.

Kepulauan Rhodes yang berada di seberang Libanon, yang dikuasai sisa-sisa dan keturunan pasukan salib kerap mengganggu pelayaran jamaah haji Turki ke Mekkah, mengundang Sultan memimpin langsung mengusir pasukan salib Hospitaler. Dengan 400 kapal dan puluhan ribu pasukan Utsmaniyah memukul telak pasukan salib hengkang ke pulau Malta dekat Italia. Upaya terakhir dalam kampanye penaklukan Eropa berakhir di gerbang Wina pada tahun 1432, saat ratusan ribu pasukan Utsmaniyah terpaksa mundur karena cuaca dingin yang buruk. Meninggalkan berkarung-karung logistik termasuk kopi yang kemudian diambil pasukan Eropa. Dari peristiwa inilah Eropa mulai mengenal kopi secara luas. Bahkan konon diceritakan sebelumnya Paus mengharamkan kopi namun setelah menikmati suguhan kopi hasil peninggalan pasukan Utsmaniyah dan merasakan kenikmatannya, lantas Paus menghalalkan kopi bagi umatnya.

Tahun yang sama pula (1432) Kerajaan Syiah Safawi Persia mencoba mencaplok Irak dengan membunuh Gubernur Baghdad yang tunduk pada Utsmaniyah. Segera Sultan Sulaiman mengirim pasukan dan turut serta pada tahun berikutnya ke wilayah Syiria-Irak. Syiah Safawi pun tak berani melakukan perlawan dan memilih berdamai. Utsmaniyah semakin menancapkan kekuatan pada wilayah Timur Tengah.

Beberapa tahun berikutnya tepat 1438 perang laut monumental terjadi yang dikenal sebagai Perang Preveza dekat Yunani, dimana 300 kapal perang gabungan Eropa (NATO: Venisia, Spanyol, Kepausan Roma, Genoa ) yang dikumpulkan Paus Paul III hancur berhadapan dengan penguasa laut Eropa (Mediterania), Khairuddin si Janggut Merah atau dikenal Khairuddin Barbarossa (penampilannya dapat kita lihat pada film Pirates). Khairuddin Barbarossa, perwakilan Utsmaniyah di Laut Tengah, merupakan momok bagi pantai-pantai Eropa sehingga ia menjadi legenda mimpi buruk Eropa dan terwariskan pula dalam cerita-cerita sebagai penjahat menurut versi barat.

Konflik Utsmaniyah dengan Portugis juga tak terhindarkan di laut Persia hingga India. Portugis berniat menggunting kekuatan muslimin dengan mencaplok wilayah-wilayah sumber daya alam yang tak terlindungi militer kuat di Asia. Portugis berupaya menaklukan Arab, Yaman dan India namun mendapatkan perlawan keras dari kesultanan di daratan Yaman hingga pertempuran laut. Pada tahun 1564, utusan kerajaan Aceh datang menghadap Sultan Sulaiman meminta bantuan militer melawan Portugis. Dengan landasan ukhuwah Islamiyah, sultan mengirimkan banyak kapal perang, meriam serta perwira militer untuk membantu Aceh mengusir Portugis.

Kemampuan Sultan Sulaiman dalam memimpin wilayah yang besar dan luas ini lantas masyarakat barat mendapuknya dengan gelar Sulaiman The Magneficent atau Sulaiman yang Hebat. Imperium Utsmaniyah sendiri menggelari Sultan Sulaiman dengan gelar alQonun (undang-undang), karena ia berhasil menyusun peraturan undang-undang kenegaraan dan masyarakat berdasarkan syariat yang diberlakukan hingga 300 tahun setelah wafatnya.

“Ia tidak hanya merupakan pemimpin kampanye militer yang besar, manusia dari pedang, seperti ayah dan kakeknya. Ia berbeda dari mereka karena (Sulaiman) juga merupakan manusia dari pena. Ia merupakan legislator ulung, berdiri di depan mata rakyatnya sebagai penguasa berjiwa besar dan eksponen keadilan yang murah hati”, ungkap Sejarawan Barat Lord Kinross.

Inilah salah satu warisan Sultan sebagaimana diungkapkan seorang pengelana Perancis Jean de Thévenot  seabad kemudian, "basis pertanian yang kuat, kesejahteraan menjadi petani, melimpahnya makanan pokok, dan keunggulan organisasi pada pemerintahan Sulaiman."

Selain mewariskan Undang-undang, Sultan juga mewariskan pendirian universitas dan masjid Sulaiman. Dan kini foto Sultan Sulaiman juga terpampang di gedung parlemen Amerika Serikat sebagai salah satu pemimpin yang melahirkan undang-undang kenegaraan.

Hanya berselang 20 tahun setelah wafatnya Sultan Sulaiman, Portugis lenyap dari muka bumi karena kekalahan dalam Perang Tiga Raja di Maroko pada 1480. Perang antara Raja Portugis melawan Sultan Maroko dibantu kekuatan militer pasukan khusus Turki, Inkisyariah atau Jannisary.

by Nugra

Dihapus dari Daftar Teroris, Kemenangan Tapi Bisa Jadi Eropa Jebak Hamas


Di tengah sambutan baik keputusan pengadilan Eropa menghapus nama Hamas dari daftar organisasi teroris, sejumlah pengamat memperingatkan agar tetap disikap hati-hati. Dikhawatirkan, itu akan berdampak kepada perubahan mendasar dalam sikap Eropa terhadap masalah gerakan Islam.

Ketua Pusat Kajian Masa Depan Ibrahim Madhun memperingatkan agar tetap berhati-hati sebab keputusan Eropa ini hanya langkah awal dan bukan langkah final. Bisa jadi menurutnya, Eropa akan menjebak Hamas secara perlahan agar mau mengubah narasi dan sikap politiknya secara perlahan.

Madhun menilai, keputusan Eropa itu keputusan hukum dan keputusan politik karena diambil oleh Pengadilan Eropa yang diumumkan oleh komisioner Eropa. Artinya, secara politik Hamas masih dianggap organisasi teroris oleh Uni Eropa.

Pengadilan Eropa pada Rabu (17/12) menyatakan batalnya keputusan Uni Eropa yang menyatakan Hamas masuk dalam organisasi teroris dan Uni Eropa diberikan waktu tiga bulan untuk mengajukan banding atas keputusan pengadilan ini.

Menurut Madhun, langkah keputusan pengadilan Eropa ini bisa jadi sikap “pemerasan halus” sebab selama banyak tuntutan Eropa kepada Hamas mengubah narasi dan aliran politiknya yang memusuhi Israel  atau berusaha mengubah sikap permanen Hamas yang tidak mengakui Israel.

Jika Hamas merespon tekanan Eropa itu maka akan merusak prinsip nasional, dan berkaca dari pengalaman sebelumnya Fatah pernah mengalami hal yang sama. Dimana makar Perancis dan barat, serta dinginnya sikap Rusia saat itu akhirnya memeloroti Fatah dengan konsesi demi konsesi yang berujung kepada Perjanjian Olso.

Peluang Berharga

Namun Madhun menyatakan, Eropa akan terpaksa mengakui Palestina dan perjuangan mereka selama bangsa Palestina bersatu berpegang teguh kepada prinsip. Eropa akan menghargai pandangan kita tentang bagaimana mengakhiri konflik dengan cara membela diri dan melawan.

Selain itu, keputusan pengadilan Eropa itu adalah peluang berharga bagi Mahmud Abbas presiden Palestina untuk membuka halaman baru dengan Hamas agar menyatukan barisan. (at/infopalestina.com)

Rabu, 24 Desember 2014

Masalah POLITIK atau KEMANUSIAAN?


Terkadang politik itu terlalu dinajiskan dan ketika atas nama kesucian kita memelihara diri dari najis politik, kita justru mendukung (minimal menguntungkan) pihak yang secara politik adalah salah. Misalnya ketika berbicara tentang palestina, maka euforia kita adalah soal kemanusiaan, yang memang penting dan ini adalah batas nalar kita sebagai manusia, karena kalau tidak ada empati "kemanusiaan" keterlaluan sekali.
Tapi apakah betul soal palestina dan soal-soal konflik lainnya hanya soal kemanusiaan, cinta kasih dan bukan soal politik atau tidak membutuhkan kejernihan pandangan politik?

Kadang kemanusiaan juga dapat menjadi jargon yang menipu, misalnya disodorkan kepada kita gambar-gambar dimana seorang anak perempuan memakai kifayeh ala palestina dan kippah (kupluk khas yahudi) sedang bermain dengan rukunnya, lalu kita terharu bahwa mereka "atas nama kemanusiaan" telah mengesampingkan perbedaan dan kebencian. Dan kebencian serta perang adalah hal buruk bagi siapa saja pelakunya, tak peduli konteksnya karena kita terlalu "mensucikan diri" untuk membahas lebih dalam soal-soal politik yang seperti itu. Lalu kita cukup merasa menjadi orang baik dan bijak ketika kita mendengarkan lagu-lagu yang mengutuk perang, politik, negara dan kadang tuhan. Dan kita terlupa atas apa persoalan sesungguhnya, bahwa soal itu memerlukan "solusi politik", bukan hanya kemanusiaan, meski (kemanusiaan) itu tetap penting dan harus ada.

Hal terpenting yang bisa disumbangkan oleh politik yang jernih adalah mengklarifikasi keadilan dari suatu konflik. Maukah kita jika tinggal di masa kolonialisme belanda, lalu kita disodori gambar-gambar "menyentuh" semacam itu, misalnya film dengan setting laki-laki pribumi (inlander) menjalin cinta dengan perempuan anak seorang gubernur hindia belanda, lalu kita terharu dengan kesucian cinta mereka yang mengesampingkan perbedaan melebihi perjuangan kemerdekaan?

Dan misalnya dalam masalah orde baru, teman-teman yang mudah lupa atau puber nya setelah masa reformasi begitu cepat mengidolakan sosok tommy soeharto dengan twit kritik-kritiknya pada rezim jokowi yang sekarang, dan kita cepat disodori dalih "memaafkan orde baru" agar bangsa ini bisa cepat keluar dari jebakan masa lalu. Namun masalahnya tidak akan ada pernah rekonsiliasi tanpa keadilan, dan pintu keadilan sudah ditutup ketika sampai pak harto meninggal pemerintah tidak pernah membuka dan mengadili. Singkatnya bagaimana kita bisa memaafkan kalau keadilannya tidak jelas? Bagaimana perasaan para korban ketika maaf mereka tidak kita tanyakan dan kita merasa menjadi mulia karena sudah memaafkan padahal kita bukan korban?  

Dalam semua masalah konflik, sebut saja konflik syria, kudeta mesir, sunni syiah, pendudukan amerika di iraq dan afghanistan, konflik rasial di amerika, NU-PKI, dst sampai syiah di sampang, gereja yasmin di bogor, keadilan adalah dasar, baru setelah itu yang melampaui keadilan bisa kita lakukan. Adil itu artinya butuh fakta yang jelas, mendengarkan kedua belah pihak (bukan media pelacur yang bertebaran di mana-mana!), menyelidiki aturan main dan etika-etika yang harus diterapkan dan seterusnya.

Itulah mengapa yang diamanatkan oleh Al Quran ada dua, "innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan", setelah adil baru kita bisa ihsan (ihsan = lebih dari keadilan, seperti maaf, rahmah).

Rekomendasi Tim Reformasi Migas, "THE SILENT TAKEOVER PERTAMINA"


SENYAP, DAN NASIB SUBSIDI SALAH SASARAN

Jika kita membaca kembali enam rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas terkait subsidi BBM, maka inti dari rekomendasi tersebut sebenarnya adalah hapus subsidi BBM melalui penghapusan Premium (RON 88). Usulan memberikan subsidi tetap kepada RON 92 (setara Pertamax), semisal Rp500 per liter, sesungguhnya cuma dagelan saja.

Dengan dihapuskannya Premium, maka hanya tinggal ada RON 92. Semua orang mau tidak mau harus mengkonsumsi BBM jenis RON 92. Jika RON 92 diberi subsidi tetap, dan itu dinikmati oleh seluruh segmen pengguna dengan tanpa perkecualian, lalu dikemanakan itu argumen "SUBSIDI SALAH SASARAN" yang selama ini didengungkan pemerintah?! Bagaimana nasibnya argumen "SUBSIDI BBM LEBIH BANYAK DINIKMATI ORANG KAYA" jika skemanya begitu?!

Ya, inti rekomendasi itu tak lain adalah menghapus BBM bersubsidi dari pasar hilir migas kita. Dan bersamaan dengan itu, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya secara tidak langsung Pertamina dituntut untuk segera meng-upgrade kilang-kilangnya agar hanya menghasilkan RON 92 dalam kapasitas yang lebih besar dari sekarang. Dalam jangka panjang, sebenarnya tidak ada yang masalah dari poin kedua ini.

Persoalannya, darimana Pertamina bisa memperoleh dana segar untuk melakukan investasi besar-besaran itu, ketika pada saat yang bersamaan Pertamina juga dituntut untuk bisa mengambil-alih pengelolaan blok-blok migas yang akan habis kontraknya, yang tentunya juga membutuhkan investasi yang tak sedikit?!

Persis di situ rencana jual saham (IPO) Pertamina akan mendapat legitimasi, dimana porsi penguasaan dan pemilikan negara atas BUMN migas itu akan menjadi berkurang.

Oleh karenanya, saya bisa memahami kekhawatiran Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) dalam berita ini "Rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas Ini Bisa Hancurkan Bisnis Pertamina". State oil company kita, Pertamina, memang sedang digerogoti.

Tiba-tiba saya jadi teringat buku Noreena Hertz yang jadi best-seller pada pergantian Milenium silam, "The Silent Takeover: Global Capitalism and the Death of Democracy". Ketika kita sedang duduk asyik menonton televisi, tulis Noreena, tentakel-tentakel kapitalisme, yang tidak pernah ikut pemilihan umum, menjalar kemana-mana mengambil alih aset-aset publik dari tangan pemerintah yang telah kita pilih secara demokratis.

Jadi, sementara Anda menonton film "Senyap" yang dibikin oleh Joshua Oppenheimer, dan sibuk memuji atau bertengkar mengenainya, reality show "The Silent Takeover" terus bekerja dalam senyap. Tidak di kelampauan, tapi persis hari ini.

Mantan Jaksa Agung Turki Ungkap Rencana Pembunuhan Erdogan


ANKARA - Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan berbagai institusi dalam negeri Turki sebelumnya telah merencanakan untuk menghabisi Presiden Rajab Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com, Selasa (23/12/2014)

Pernyataan ini disampaikan pada acara di televisi yang dihadiri oleh Damer pada chanbel “A Haber” pada Sabtu (20/12). Damer juga mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal. [Sy]

Al Sebsi, Presiden Terpilih Tunisia "Reinkarnasi" Rezim Ben Ali


Komisi pemilihan presiden Tunisia mengumumkan hasil sementara pemilihan presiden yang dihelat negara tersebut pada Ahad 21/12/2014 dengan kemenangan Al Sebsi, presiden partai Nida Tunisia yang berideologi sekuler. Partai yang dinilai sebagai representasi pemerintahan diktator yang digulingkan pada revolusi  rakyat Tunisia 2011 silam, Zainal Abidin Ben Ali.

Muhammad Baji Al-Qaid Al Sebsi yang lahir pada November 1926, menyelsaikan kuliah s1 di Tunisia, kemudian melanjutkan belajar di universitas Sorbonne, Paris.

Setelah menyelesaikan master dalam bidang hukum, Al Sebsi kembali ke Tunisia dan memulai karir profesional sebagai pengacara. Pada tahun 90-an publik Tunisia mengetahui Al Sebsi memilik hubungan erat dengan presiden diktator Tunisia, Zainal Abidin Ben Ali. Pada tahun 1990-1991 Al Sebsi juga menjabat sebagai ketua DPR yang merupakan hasil dari pemilu curang, pada waktu pemilu, kaki tangan Ben Ali ditempatkan disetiap TPS untuk memastikan semua suara yang masuk untuk calon legislatif dari partai Ben Ali.

Seperti negara timur tengah lainnya yang baru melakukan revolusi, suasana kebebasan yang baru didapat terkadang membuat para pejuang revolusi lupa akan hal penting yang harus dijaga. Tunisia melakukan satu kesalahan fatal, setelah Ben Ali berhasil ditumbangkan, justru orang dekat Ben Ali ditunjuk sebagai presiden sementara, pada 27 Juli 2011 sampai 13 Desember 2011 Al Sebsi menjabat sebagai presiden sementara Tunisia.

Setelah turun dari kursi presiden sementara, Al Sebsi mendirikan partai Nida Tunisia yang berideologi sekuler pada Juli 2012. Walaupun dikenal sebagai pendukung rezim Ben Ali, pada pemilu 26 Oktober 2014 partai besutan Al Sebsi tersebut mendapatkan 86 kursi dari jumlah total 217 kursi. Hasil yang mengejutkan tersebut tidak cukup sampai disitu, Al Sebsi maju sebagai calon presiden Tunisia dari partai Nida sekuler, pada putaran pertama Al Sebsi mendapatkan 39,46% suara, pada putaran kedua mendapatkan 55,68 % suara, dengan kemanangan ini dipastikan rezim diktator Ben Ali kembali berkuasa di Tunisia.

Kemenangan Al Sebsi ini mendapatkan penolakan dari kelompok pemuda revolusi Tunisia. Kelompok revolusi menolak hasil pemilihan presiden tersebut karena Al Sebsi dinilai bukan representasi revolusi Tunisia, bahkan Al Sebsi dinilai sebagai kaki tangan rezim Ben Ali yang masih berusaha kembali berkuasa. Namun hasil pemilihan presiden menunjukkan seperti itu, Al Sebsi mendapatkan suara mayoritas. Kini harapan kelompok revolusi Tunisia tertuju pada partai An-Nahdah, partai yang digawangi Rashid Al Ghanushi ini lahir dari rahim revolusi, diharapkan mampu menjaga cita-cita revolusi Tunisia dari konspirasi kotor rezim Ben Ali. (Hasmi)

Senin, 22 Desember 2014

Ridho itu Maknyess


Bahas tentang ridho yuk...

Misalkan kita nyuruh officeboy di kantor beliin sesuatu. Saat ada kembalian, kita bilang, "Udah buat mas aja." Lalu dia bertanya, "Ridho, pak?" Lalu kita mengiyakan, "Iya udah ambil aja."
Enak ya. Ringan. Rela.
Si officeboy juga senang.

Atau kita beli sesuatu, "Seratus ribu boleh ya Bang?"
Lalu yang jual ridho, "Ya sudah gapapa." katanya sambil tersenyum. Enteng aja buat dia.
Dan kita senang.

Itu misalnya ridho di antara kita.

Ridho kita kepada Allah Ta'ala berarti ridho dengan segala perintah dan laranganNya, ridho dengan segala pilihan dan ketetapanNya.

Lagi hujan deres, ban kempes, harus dorong. Ridhoooooo aja. Hati ikhlaaaas.
"Ga papa ya Allah, hamba ridho."

Anak sakit dirawat di rumah sakit. "Laa ba'sa, thahuurun, insyaa Allah."
Ngga apa-apa. Semoga menggugurkan dosa.

Begitu pun musibah-musibah lain.

Tengok betapa ridhonya 'Urwah bin Zubeir (beliau putra Zubeir bin Awwam, sahabat Nabi yang diberi kabar gembira masuk surga). Pada suatu malam beliau diamputasi kakinya karena sakit. Diriwayatkan di malam dia diamputasi, anak kesayangannya meninggal dunia. Dan beliau ridho dengan musibahnya yang bertubi-tubi. Kehilangan kaki sekaligus kehilangan anak.

Dan cita-cita tertinggi kita umat muslim, adalah ridho Allah Ta'ala kepada kita.

Allah Ta'ala berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah ayat 100)

(Ardian Squ Candra)

"Haruskah Premium RON 88 Dihapus?" by @faisalyusra


Kemarin (21/12/2014), Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah untuk menginstruksikan Pertamina menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 (Premium) di pasaran dan menggantinya dengan BBM RON 92 (Pertamax).

Berikut tanggapan Faisal Yusuf Rasyid, Presiden Pekerja Profesional Migas - KSPMI, yang disampaikan melalui akun twitternya @faisalyusra, Senin (22/12/2014). 

1. Penghapusan Premium RON 88 Tanpa Bertahap Bakal Hancurkan Pertamina. Asing bergerilya. Pemerintah kasih angin. Rakyat diam.

2. Kilang Pertamina adalah kilang tua yang hanya mampu hasilkan Produksi RON 92-96 sebesar 200.000 barrel per bulan. 

3. Disamping RON 92, kilang hasilkan Naptha RON 75 sbsr 3.5 jt barrel per bulan. Naptha diblending dg RON 92 mjd Premium RON 88.

4. Krn RON 92 yg dihasilkan Kilang Pertamina terbatas, maka perlu diimpor RON 92. Ini menaikkan cost produksi BBM Pertamina.

5. Lantas kalau Premium RON 88 dihilangkan, maka product valuable kilang Pertamina jd jeblok. Hancur.

6. Pesaing asing akan merajalela. Mrk tdk punya kewajiban dan kemauan supply ke pelosok. Ambil daging di kota besar. Hanya pikirkan untung.

7. Apakah ini yang diinginkan Pemerintah? Asing merajalela di atas kesulitan Pertamina perusahaan milik rakyat?

8. Kata-kata apa yg bisa digunakan selain Pemerintah memang mau beri kesempatan asing merajalela di negeri ini.

9. Antek asing akan tertawa lebar dan neolib segera kuasai migas negeri ini. Sesuai skenario ataupun tidak.

10. Migas Asing begitu mudahnya buat SPBU disini, sementara Pertamina mau buat SPBU di KL dan Serawak saja MUSTAHIL.

11. Hrsnya Pemerintah buat aturan RESIPROKAL. Asing bangun satu SPBU disini, mk Pertamina bisa bikin outlet BBM disana. Fair..

12. Jd, bila Pemerintah ingin Pertamina besar, Premium 88 dpt dihilangkan stlh PTM bangun kilang baru dg complexity tinggi.

13. Pemerintah hrs dorong Pertamina bangun bbrp kilang dg kapasitas kumulatif 1.6 juta barel utk penuhi kebutuhan yg ekonomis.

14. Stlh kilang PTM baru dibangun dan distribusi BBM scr merata se Indonesia, silahkan Pemerintah tentukan penghapusan RON 88.

15. Tanpa bangun refinery baru dg complexity yg tinggi, penghapusan Premium RON 88 adlh BENCANA bagi Pertamina. Hrs dihentikan wacananya.

16. Semoga Pres @jokowi_do2 dan Menteri ESDM tdk memaksakan hal itu. Migas Asing bagai kucing lihat dendeng mendengar wacana itu. Sekian.

Pasca Perang Gaza, Israel Sudah Langgar 94 Perjanjian Gencatan Senjata


Organisasi Humanity for Palestine (H4P), melaporkan Israel telah terbukti melanggar 94 perjanjian gencatan senjata sejak Agustus 2014 hingga kini. Bentuk pelanggaran terakhir ialah serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga Palestina di Khan Yonis dan nelayan Gaza di Perairan Barat Palestina, Jumat (19/12/2014).

Seperti dilansir International Middle East Media Center, Ahad (21/12), pada 26 Agustus 2014, pemerintah Palestina dan Israel telah meratifikasi perjanjian gencatan senjata. Hal ini untuk menghentikan tindakan agresif militer Israel dan meminimalkan upaya kekerasan oleh kelompok militan Palestina. Namun, selang beberapa hari kemudian, perjanjian ini gugur.

Adapun, poin-poin gencatan senjata antara lain bersifat multilateral. Yakni, kedua belah pihak tidak mengadakan serangan satu sama lain. Selain itu, penduduk sipil diperkenankan beraktivitas ekonomi dan sosial, seperti penyediaan kebutuhan bahan makanan pokok dan perdagangan.

Misalnya, nelayan Gaza diizinkan beroperasi pada perairan dalam garis batas tiga hingga enam mil dari bibir pantai. Serta, pengurangan “zona aman” di wilayah Gaza dari 300 meter menjadi 100 meter.

Bagaimanapun, Israel tetap melancarkan aksi militer. Termasuk, sebanyak 33 kali tentara Israel menembak penduduk sipil Palestina, hingga melukai 16 orang dan memetik nyawa satu orang Palestina. Itu dilakukan tak lama setelah perjanjian disepakati. Hal ini menyulitkan terwujudnya perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Humanity for Palestine merupakan organisasi mondial nonpolitik yang keanggotaannya kebanyakan netizen dan aktivis perdamaian Timur Tengah. Organisasi ini bertujuan memfasilitasi segala upaya masyarakat global nonpolitis untuk mendukung perdamaian di Palestina, tanpa memandang identitas agama maupun negara. (ROL)

Belum Bayar, PLN Putus Listrik Kantor Instansi di DKI. Mana Ahok?


Perusahaan Listrik Negara (PLN) memutus aliran listrik sejumlah kantor pemerintah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pemutusan itu berlangsung sejak tanggal 20 Desember 2014.

Menurut berita yang dilansir VIVAnews, ada sejumlah kantor dan instansi penting di DKI Jakarta yang diputus aliran listriknya. Di antaranya, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Walikota Jakarta Utara, Kantor Dinas Pariwisata dan sebuah puskesmas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BPKD), Heru Budi Hartono, mengaku kesal. Pasalnya, pemutusan aliran listrik itu menganggu aktifitas pelayanan masyarakat. Namun, ia mengaku, Pemprov memang masih menunggak pembayaran listrik ke PLN.

"Pertama, karena anggaran yang tidak cukup. Kedua anggarannya cukup tapi APBD terlambat," ujarnya berdalih di Jakarta, Senin 22 Desember 2014. 

Guna menyelesaikan masalah tersebut, Sekretaris Daerah DKI Jakarta juga melayangkan surat ke Direktur PLN. Isinya, permohonan agar tidak dilakukan pemutusan aliran listrik.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menunggak pembayaran rekening kepada PLN. Pemprov DKI Jakarta menunggak dua bulan terhitung sejak November dan Desember 2014.

Sampai berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari Gubernur DKI Ahok yang terkenal banyak koar. 

Hadiah dari PKS Untuk Hari Ibu


Hari Ibu merupakan momentum kebangkitan peran para perempuan, khususnya kaum Ibu dalam memajukan sumber daya manusia Indonesia.

"Membangun masyarakat harus berbasiskan keluarga yang memuliakan kedudukan ibu, dan penguatan pendidikan anak sebagai generasi masa depan," kata anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surahman Hidayat, Senin 22 Desember 2014.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan nasional, tidak bisa di bebankan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Karena itu, PKS menganggap pemerintah perlu melakukan program pendidikan kepada seluruh Ibu rumah tangga, untuk meningkatkan kemampuannya selaras dengan program pendidikan nasional.

Surahman juga menambahkan, siswa didik lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan Ibu, ketimbang dengan lembaga pendidikan lain.

"Karena itu keterampilan dan kemampuan para ibu rumah tangga dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya mutlak di perlukan, sehingga akan mendorong akselerasi peningkatkan kualitas SDM di Indonesia," tutup Surahman.

------
Nalurita, seorang psikolog pendidikan menyatakan sependapat dengan Surahman. Ibu dari 3 orang putra putri ini menyayangkan banyaknya perempuan yang menitipkan anak balita mereka di day care atau TPA padahal sementara sesungguhnya si ibu tak bekerja.

“Banyak sekarang, anaknya dititipkan di day care, ibunya facebook-an. Kasihan anaknya,” tandas seorang pendiri pendidikan musik untuk anak ini.

Ia pun menegaskan, sebaiknya jika ibu tak bekerja meninggalkan rumah, anak tak dititipkan di day care.

“Kalau ibunya tak bekerja di luar rumah, sebaiknya anak diasuh dan dididik sendiri. Jangan lupa, seorang Ibu sebaiknya menjadi orang pertama yang mengenalkan anak pada agama dan Allah. Sebisa mungkin, bangunlah juga kedekatan emosi dengan anak,” tuturnya kepada Piyungan Online hari ini, Senin 22 Desember 2014.

“Status saya sebagai ibu tunggal, memaksa saya bekerja di luar rumah dan meninggalkan anak-anak ketika mereka masih kecil. Namun saya tetap memantau perkembangan mereka melalui telpon dan sepulang kerja, selelah apapun, saya selalu menemani mereka belajar. Berat memang. Tapi saya sadar, ini bagian yang perlu disyukuri sebagai seorang ibu,” kisah Avi, seorang sekretaris senior di sebuah perusahaan farmasi, melalui pesan elektronik hari ini.

Baik Nalurita maupun Avi mendukung penuh upaya PKS untuk mendorong pemerintah melakukan program pendidikan kepada Ibu Rumah Tangga agar dapat mendidik dan mengarahkan putra putrinya dan mendorong akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi mendatang. [*/fs]

Kunci Keberhasilan Hamas: Layani Publik Sembari Lawan Penjajah


Kemenangan Hamas di pemilu Palestina tahun 2006 bukan peristiwa biasa. Ia bukan sekadar fenomena kemenangan partai politik dalam pertempuran politik dan memperebutkan kursi dewan perwakilan, namun ia diyakini sebagai kemenangan proyek dan cita-cita perlawanan atas proyek “perundingan damai”. Artinya, dalam pemilu itu, rakyat Palestina secara mayoritas telah mendukung proyek jalan perlawanan ketimbang jalan perundingan damai dengan penjajah.

Hamas Dipaksa Masuk Pemerintahan

Otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas telah berubah menjadi alat keamanan dan mata-mata bagi penjajah Israel serta menjadi satpam bagi pemukiman Yahudi. Otoritas Palestina dan Israel membuat kerjasama dalam bentuk koordinasi keamanan. Ringkas kata, Otoritas Palestina berubah visi sebagai penghianat bangsa Palestina. Sebab keamanan Otoritas Palestina lah yang menangkapi, mengejar, memburu dan menyiksa kelompok pejuang perlawanan Palestina.

Saat itulah, Hamas memutuskan diri mengubah Otoritas Palestina dari intansi keamanan mengekor kepada penjajah Israel menjadi instansi politik, keamanan, sosial, yang melayani dan membela rakyat serta perlawanan, serta menghadang proyek perundingan.

“Perlawanan” menang dalam pemilu legislatif Palestina. Kemenangan ini sebagai deklarasi jelas dari mayoritas Palestina dengan dukungan perlawanan. Hamas yang memperoleh suara mayoritas membentuk pemerintah Palestina ke-10. Namun musuh-musuh Hamas tidak tertarik dengan kemenangan ini.

Konspirasi pun dilancarkan. Banyak negara menolak berinteraksi dengan pemerintah bentukan Hamas hanya karena alasan gerakan ini masuk dalam daftar organisasi “teroris”. Mereka kemudian mengisolasinya dari sisi politik dan pendanaan.

Sejumlah personel Mahmud Abbas dan elit gembong Mahmud Dahlan berusaha memicu konflik dan ingin menghabisi elit Hamas dan menangkap mereka. Mereka mengintimidasi warga Palestina, mengebarkan isu miring soal Hamas, dan berusaha mengkudeta pemerintah Hamas. Tak pilihan bagi Hamas, kecuali menerapkan “kekuasaan militer” di Jalur Gaza.

Hamas memenang pemerintah Palestina sendirian di Jalur Gaza. Meski pihak lain menawarkan jadi partner. Sementara Otoritas Palestina pimpinan Abbas yang berpusat di Ramallah membentuk pemerintahan tandingan. Hamas mengkombinasikan antara perlawanan dan melayani rakyat. Sebuah model baru dalam pemerintahan Palestina.

Menjaga Perlawanan

Pemerintah bentukan Hamas menjaga perlawanan, melegalkan eksistensinya dan memberikan kewenangan seluas-luasnya dalam bekerja dan bergerak serta mengembangkan kemampuannya. Mereka menjadi kelompok pejuang yang diamankan oleh pemerintah setelah sebelumnya bekerja di bawah tanah.

Bagi Hamas, “perlawanan atas penjajah” adalah prinsip dalam isu Palestina karena ia akan menjaga prinsip-prinsip dasar lainnya. Terbukti mereka yang pernah mengorbankan perlawanan akhirnya melepaskan prinsip “hak kembali pengungsi”, Al-Quds, dan pembebasan seluruh wilayah Palestina. Prinsip “perlawanan” inilah yang kemudian secara resmi masuk dalam kurikulum generasi Palestina, di masjid-masjid, lembaga-lembaga.

Keamanan dan Stabilitas Gaza

Pemerintah Hamas di Jalur Gaza berhasil mewujudkan keamanan dan stabilitas setelah sebelumnya banyak kejahatan dan kerusuhan. Termasuk masalah penyelundupan ganja, pemalsuan uang dan lain-lain. Hamas juga berhasil merehabilitasi penjahat pidana dengan pendekatan psikologi dan sosial untuk di kembalikan ke masyarakat Palestina. Mereka juga berhasil menangkap sejumlah mata-mata Israel. Jika tidak besar tingkat kejahatannya, mereka dikembalikan ke pangkuan masyarakat Palestina.

Pembebasan Tawanan

Dalam operasi “tipuan menghancurkan” di tahun 2006, Hamas berhasil menyandera seorang serdadu Gilad Shalit dalam waktu cukup lama. Ia kemudian ditukar dengan 1027 tawanan Palestina. Sebuah momen yang sangat dirindukan oleh keluarga Palestina.

Sebelum pemerintah berakhir sebagai bentuk hasil kesepakatan rekonsiliasi Palestina, Hamas berhasil menawan satu serdadu Israel lagi yakni Shaul Aron dalam perang terakhir dengan Israel di Jalur Gaza. Ini menandakan bahwa masalah tawanan Palestina adalah masalah inti perjuangan Hamas.

Membina Generasi Nasionalis Islam

Pemerintah Hamas dikenal dengan sangat peduli dengan generasi anak-anak Palestina. Hamas mencetak generasi mukmin dengan spirit perlawanan yang menjadi bagian dari hidup, gerak-gerik dan cita-citanya. Pemerintah Hamas yang mengadakan “mukhoyyam futuwwah” yang diorganisir oleh Kementerian Dalam Negeri dengan tujuan mengajarkan anak-anak dan remaja permainan dan seni pertempuran, parade militer, organisasi, kedispilinan, dan permainan halang rintang dan panjat tebing dengan tema “meraih cita-cita pembebasan Palestina”.

Kementerian wakaf juga memprogram hafalan Al-Quran. Ribuan angkatan penghafal Al-Quran berhasil dicetak. Masyarakat pun semakin semangat memperjuangkan Islam dan Palestina.

Meski Jalur Gaza diblokade, Hamas tetap berhasil memerintah. Meski diagresi dua kali dalam tingkat yang massif, Hamas berhasil menjalankan tugasnya dan tidak bertekuk lutut kepada Israel. Sayang, di luar sana, banyak orang yang tidak tahu tentang Hamas.

(Wisham Muhammad)

Hapus Premium, Pertamina Akan Rugi


Penghapusan BBM oktan 88 (premium) sebaiknya dilakukan secara bertahap. Sebab jika tidak, kebijakan ini akan berpotensi menghancurkan bisnis BBM Pertamina.

"Penghapusan BBM RON 88 (premium) tanpa dilakukan secara bertahap, sama pula dengan pemerintah memberi angin dan memberi peluang bisnis ke pihak asing. Karena itu rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas harus dikaji lebih dalam dan secara bijak oleh pemerintah," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerta Migas Indonesia (KSPMI), Faisal Yusra dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin, 22 Desember 2014.

Apalagi, kata dia, pemerintah dan elit politik di negeri ini sangat tahu bahwa kondisi kilang Pertamina sudah tua dan hanya mampu menghasilkan produksi BBM RON 92-96 sebesar 200 ribu barel per bulan. Di samping RON 92, kilang Pertamina juga menghasilkan Naptha dengan  RON sekitar 75 sejumlah 3.5 juta barel per bulan.

"Naptha merupakan material pokok yang akan di-blending dengan RON 92 sehingga menjadi premium RON 88," katanya.

Karena RON 92 yang dihasilkan kilang Pertamina terbatas, maka pemerintah perlu mengimpor. Hal ini justru akan menaikkan biaya produksi BBM Pertamina. Akibatnya, pesaing Pertamina, yakni SPBU asing, kian merajalela. Apalagi mereka tidak punya kewajiban dan kemauan untuk supply BBM ke pelosok tanah air.

"Pesaing Pertamina yang ada saat ini hanya memilih atau  mau jualan BBM hanya di kota kota besar saja. Asing dan swasta nasional lebih memikirkan untung dan nyaris  tidak bersedia berkorban buat kepentingan masyarakat dengan jualan BBM di pelosok pelosok terpencil di  tanah air," jelasnya.

Seperti diketahui, SPBU asing begitu mudah mendirikan pom bensin di negeri ini. Menurutnya, tidak ada syarat-syarat khusus bagi mereka dalam bangun SPBU  non subsidi. Sementara ketika Pertamina ingin bangun  SPBU di Kuala Lumpur dan Serawak saja harus memenuhi berbagai syarat berat.

"Seharusnya Pemerintah buat aturan resiprokal. Asing boleh saja  bangun SPBU di sini, dan ketika asing bangun satu SPBU di sini  maka Pertamina harus pula bisa bikin outlet BBM di negeri mereka," jelasnya.

"Ini baru fair. Tapi sayangnya pemerintah kok tidak punya inisiatif seperti itu," imbuhnya.

Menurut dia lagi, jika premium RON 92 ditetapkan sebagai BBM bersubsidi, maka bisa dipastikan orang-orang kaya akan menggunakan premium RON 92 subsidi. Begitu juga dengan sepeda motor yang selama ini banyak menggunakan Pertamax biasa RON 92 non subsidi. Dipastikan BBM RON 92 bersubsidi akan kembali menjebolkan subsidi pemerintah, tukasnya

Sabtu, 20 Desember 2014

Legetang Banjarnegara: Kisah Sebuah Desa Yang Hilang


Membaca berita musibah tanah longsor di Karangkobar Banjarnegara membuat kita semua prihatin dan bersedih. Sebanyak 105 KK terbenam seketika. Musibah ini mengingatkan kita semua, betapa ajal bisa datang kapan saja, tak terduga.

Terlepas dari kurang perhatian ataupun kurang waspadanya pemerintah dalam menanggulangi musibah yang sudah memunculkan tanda-tanda sebelumnya ini, kita seakan diajak untuk mengingat kembali kejadian puluhan tahun silam di Banjarnegara juga. Sebuah musibah tentang terbenamnya Dukuh Legetang di tahun 1955.

Dukuh Legetang adalah sebuah dukuh makmur yang terletak tak jauh dari dataran tinggi Dieng-Banjarnegara, sekitar 2 km di sebelah utaranya.

Penduduknya cukup makmur. Mereka adalah para petani sukses. Mereka bertani kentang, kobis, wortel dll. Tetapi sayangnya melimpahnya materi tersebut tak diiringi dengan kesyukuran. Mereka seakan lupa diri.

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih dari yang lain.

Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan).

Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin).

Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kimpoi sama ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.

Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan.

Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan. Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke dukuh Legetang.

Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng…

Seandainya gunung Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung. Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada.

Jadi kesimpulannya, potongan gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah?

"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?" (QS Al Mulk 67: 16).

Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu peringatan. Tertulis dengan plat logam:

“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955″

Sungguh kisah tenggelamnya dukuh Legetang ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa Azab Alloh yang seketika itu tak hanya terjadi di masa lampau, di masa para nabi, tetapi azab itu pun bisa menimpa kita di zaman ini.

Bahwa sangat mudah bagi Alloh untuk mengazab manusia-manusia durjana dalam hitungan detik. Andaikan di muka bumi ini tak ada lagi hamba-hamba yang bermunajat di tengah malam menghiba ampunan-Nya, mungkin dunia ini sudah kiamat.

Kita berhutang budi kepada para ibadurrahman, para hamba Alloh yang berjalan dengan rendah hati, tak menyombongkan dirinya. Mereka senantiasa bersujud memohon ampunan-Nya.

Ya, semua makhluq di bumi berhutang budi kepada mereka...

(Widi Astuti)

Catatan Kecil Sore Hari: Seputar Jodoh


by Tini Febriani
(Tatar Kidul Pangandaran)

Menunggu hujan reda sepulang kerja.

Sedikit mendapat keberanian untuk menuliskan apa yang selama ini menjadi hal yang ingin saya bagi kepada rekan-rekan akhwat yang sedang menanti takdir (baca: jodoh) ataupun yang telah mengarungi kehidupan bersama pendamping hidup yang telah Allah siapkan.

Pasca lulus dari kampus, setiap akhwat lajang tentu memiliki harapan yang sama, ideal: kerja -> nikah. Harapan yang tentu boleh dimiliki setiap orang yang beriman, siapapun itu. Apalah daya, terkadang takdir tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan. Beberapa catatan ini saya kumpulkan selama empat tahun pasca lulus dari kampus, semoga menjadi bahan muhasabah kita semua.

1. Takdir Tak Selalu Berurusan dengan Kuantitas
    
Banyak sekali ucapan destruktif yang datang dari kalangan kita sendiri ketika ada seorang akhwat yang mengutarakan niatnya untuk mendapatkan bantuan dalam mencari pendamping hidup: “Sekarang ikhwan jumlahnya sedikit, sedangkan akhwat jumlahnya banyak”. Ucapan yang jelas tidak solutif, melemahkan motivasi tentunya. Sedangkan ghiroh untuk menikah secara syar’i dan manhaji selalu ditekankan. Apabila murobbi/ah, ustadz/ah berat dalam menolong mad’unya, maka kepada siapa akhwat tersebut meminta bantuan selain kepada Allah semata?
    
Pengalaman saya hidup di lingkungan kerja dan jamaah yang jumlah pria lajangnya lebih banyak, tetapi apabila takdir belum berpihak, jumlah tidak berarti apa-apa. Toh masih pada melajang lah ikhwan dan akhwat dalam komunitas yang nyaris tak berbatas itu. Subhanallah, takdir memang mutlak milik Allah yang sangat misterius.

2. Takdir Tak Melulu Masalah Fisik
    
Berlomba-lomba manusia memperbagus penampilan pada masa lajang demi “menarik” jodoh, tak ada yang salah selama masih sesuai dengan koridor syari’at. Hanya saja, kembali bercermin pada lingkungan tempat saya tinggal, begitu banyak wanita cantik dan laki-laki tampan yang usianya lebih dari kepala 3 masih juga “jomblo”. Di lain sisi, kerabat dan kenalan saya yang mohon maaf secara fisik memiliki “keterbatasan”, Allah datangkan jodohnya dengan mudah.

3. Takdir tidak Melihat Harta
    
Beberapa orang tua dari rekan yang tergolong kelas ekonomi menengah menepis harapan putrinya yang berharap segera bertemu pendamping hidup dengan ucapan: “siapa laki-laki yang mau menikah dengan orang yang tak mampu seperti kita?”
    
Alangkah tidak adilnya jika jodoh datang karena harta yang dimiliki. Pengalaman kembali menunjukkan bahwa orang yang gemilang dalam karirnya tak berbanding lurus dengan datangnya jodoh.

3. Takdir bukan Seperti Antrian
    
Sebelum lulus, adik binaan pernah bertanya: “Teteh, bagaimana kalau di antara kita ada yang nikah duluan sebelum teteh?” Pertanyaan yang cukup membuat saya geli. Saya hanya tersenyum waktu itu dan berkata: “takdir itu tidak seperti senioritas, dia yang lahir duluan maka dia yang nikah duluan.” Tidak seperti antrian di bank, dia yang datang duluan, dia yang dilayani duluan.

Alhamdulillah banyak binaan yang sudah menikah (sebagian tidak memberitahu, mungkin menjaga perasaan saya yang belum nikah sampai saat ini). Kebahagiaan yang tak terkira, tidak terlintas sedikitpun kesedihan saat mendapatkan undangan dari orang lain atau saat menjadi saksi pernikahan adik kembaran bulan lalu.
    
Berjuta syukur pada-Mu Ya Rabb yang telah mengajarkan berbagai hal dalam hidup ini. Bimbing kami selalu di jalan-Mu.

Jumat, 19 Desember 2014

#BreakingNews Pesawat Tempur Zionis Kembali Gempur Gaza

Khanyounis - Pesawat tempur zionis melancarkan 3 serangan udara ke kawasan Muhararat Hithin, Khan Younis bagian Utara, Gaza Selatan, tadi malam (Jumat, 19/12/2014). Sampai saat ini belum ada informasi mengenai korban serangan.

Sumber di lapangan mengatakan kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, pesawat tempur zionis melancarkan 3 serangan rudal lewat tengah malam ke kawasan Muhararah Hithin, Khan Younis Utara. Serangan ini menimbulkan ledakan keras, tanpa ada informasi mengenai korban.

Serangan udara ini merupakan yang pertama sejak agresi militer zionis ke Gaza pada 8 Juli yang berlangsung selama 51 hari.

Sebelumnya pasukan zionis mengklaim adanya serangan roket ke pemukiman Ashcool yang berbatasan dengan kawasan Gaza Selatan. (qm/infopalestina.com)