Pages

Minggu, 31 Agustus 2014

Pasca Dilantik, Ini Prioritas Kerja Aleg PKS di Daerah

SEMARANG -- Setelah resmi dilantik di masing-masing kota dan Kabupaten, para anggota legislatif (aleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Jawa Tengah diminta untuk segera melakukan kerja-kerja kerakyatan, hal ini mengingat bahwa para aleg PKS adalah para dai yang sedang duduk di parlemen, sehingga fungsi-fungsi pelayanan keummatan harus tetap menjadi skala prioritas.

Hal tersebut disampaikan oleh Zuber Safawi, Anggota DPR RI Fraksi PKS, saat memberikan pembekalan 133 anggota DPRD Kabupaten/Kota dan 10 anggota DRPD Provinsi Jateng, Sabtu (30/8/2014) di Asooka Hall, Hotel Grasia, Semarang.

Menurut Zuber, meskipun sudah menjadi tokoh publik, para anggota dewan dari PKS tersebut diminta untuk selalu bekerja berdasarkan platform partai, bukan merespon suatu peristiwa tanpa arah yang jelas. “Yang harus dipahami oleh para aleg adalah bahwa dakwah PKS tidak mengenal musiman, bukan hanya menjelang Pemilu saja, melainkan dilakukan sepanjang tahun,” terang Zuber.

Lebih lanjut, Zuber menyatakan bahwa selain semangat untuk senantiasa berdakwah di parlemen sepanjang waktu, para aleg tersebut diminta untuk menjaga amanat reformasi, serta terus berusaha membawa Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur, sesuai dengan cita-cita para pendahulu Indonesia.

“Para aleg PKS juga harus mempertahankan semangat dakwah yang menjadi tujuan dakwah yang menyeluruh, terus menerus, dan senantiasa terus menjadi corong suara ummat Islam dan masyarakat Indonesia,” tandas pria yang juga merupakan salah satu pendiri PKS ini.

Acara pembekalan aleg PKS yang digelar selama dua hari ini, selain membekali para aleg PKS tentang skill legislator, juga menjadi ajang pertemuan para aleg PKS se-Jateng. Tercatat, dalam pembekalan aleg PKS kali ini, ada tujuh materi penguatan skill legislator, diantaranya platform PKS, peta politik Jateng, hingga materi – materi kefraksian dan struktur aleg PKS (piyungan/izzamedia)

10 SAHABAT RASUL INI DIJAMIN MASUK SURGA, SIAPA SAJA?


Bagi seorang Muslim, masuk surga adalah sebuah tujuan akhir dari perjalanan hidup ini. Maka, ketika Rasulullah menyatakan bahwa ada di antara para sahabatnya yang dijamin masuk surga, tentu saja menimbulkan ghirah bagi kita semua.

Siapa saja mereka, berikut adalah sahabat-sahabat tersebut:

1. Abu Bakar Siddiq ra.

Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga dalam al- Quran (Surah At-Taubah ayat

ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadits.

2. Umar Bin Khatab ra.

Beliau adalah khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat.

Di zaman kekhalifahannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukinya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak dalam masjid Nabawi di Madinah.

3. Usman Bin Affan ra.

Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannya lah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

4. Ali Bin Abi Thalib ra.

Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Kufah, Iraq sekarang.

5. Talhah Bin Abdullah ra.

Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Di dalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Talhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

BERSAMBUNG

KENAPA SYAITAN JADIKAN KAMAR MANDI SEBAGAI RUMAH?

Ada yang mengatakan katanya “Jangan terlalu lama di kamar mandi, tidak baik!” Alasan tidak baik, karena di kamar mandi itu tempat syaitan. Apalagi yang suka bernyanyi di kamar mandi. Wah, itu sangat berbahaya sekali. Lalu yang patut dipertanyakan sekarang, mengapa syaitan itu memilih tempatnya di kamar mandi?

Sebuah hadis, Rasulullah SAW bercerita bahwa iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi.

”Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,” kata iblis.

Allah SWT berfirman: ”Tempat tinggalmu adalah air (bilik mandi atau jamban),” (HR. Bukhari).

Dari situlah kemudian iblis menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa bilik mandi, jamban atau tandas.

Godaan iblis bermacam cara. Contohnya menggoda manusia agar:

  1. Berada lama di dalam bilik mandi;
  2. Bernyanyi atau berkata-kata;
  3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengar musik);
  4. Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri;
  5. Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam bilik mandi;
  6. Melupakan seseorang untuk berdo’a ketika akan masuk atau keluar dari bilik mandi;
  7. Melakukan perkara tidak sopan;
  8. Melakukan wudhu sambil telanjang;
  9. Menconteng dinding bilik mandi;
  10. Merancang kejahatan.


Oleh karena itu, berhati-hatilah sewaktu berada di dalam bilik air atau bilik mandi. Tips yang baik adalah dengan mandi, buang air dan lain-lain sewajarnya saja. Lebih cepat lebih baik.(rumahkelaurga-indonesia/izzamedia)

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mengapa Roket Hamas Tak Habis-Habis? Ternyata Begini Cara Membuatnya

Zionis Israel tidak menduga, roket-roket Hamas belum habis juga meskipun Gaza sudah diserang selama hampir sebulan. Begitu gencatan senjata selesai, Hamas mampu membalas setiap serangan Zionis dengan meluncurkan roket.

Bagaimana caraya Hamas bisa memiliki banyak roket yang sepertinya jumlahnya terus bertambah? Melalui stasiun Al-Aqsha, Brigade Izzuddin Al-Qassam menayangkan sebuah rekaman video yang menampakkan bagaimana brigade terus melakukan produksi roket M75 walaupun perang masih berkecamuk. Dalam rekaman itu, nampak unit produksi Al-Qassam sedang memproduksi roket di sebuah bengkel. Dalam video sengaja dinampakkan tulisan tangal 7 Agustus 2014 untuk membuktikan bahwa produksi itu benar-benar terjadi di saat perang sedang berkecamuk.

“Pejabat Israel mengira telah menghancurkan kemampuan dan potensi senjata roket kami. Tapi ternyata produksi roket masih berlangsung, dari bengkel menuju medan tempur,” kata salah seorang pejuang Izzuddin Al Qassam dalam video itu, seperti dikutip Dakwatuna.
[IK/bersamadakwah/izzamedia]

Jumat, 15 Agustus 2014

Pidato Kenegaraan Presiden SBY Isyaratkan Jokowi Bakal Jadi Tersangka?


Dalam pidato kenegaraan menyambyt HUT RI ke-69, Jumat (15/08/2014) hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan sinyal bakal ada tokoh besar di negeri ini yang akan menjadi tersangka kasus korupsi.

“Berkali-kali saya nyatakan, tidak ada yang kebal hukum di negeri ini dan tidak ada tebang pilih pada mereka yang melakukan korupsi,” ujarnya dalam pidato kenegaraan pada Rapat Paripurna DPR dan DPD RI, di Jakarta.

Selama menjabat, SBY mengaku sudah mengeluarkan 176 izin pemeriksaan terhadap pejabat negara yang diduga melakukan korupsi. Ia menegaskan, tindakan tersebut diambilnya tanpa melihat apa jabatan dan koneksi para pejabat yang tersangkut kasus hukum tersebut.

SBY menuturkan selama masa pemerintahannya sebanyak 277 pejabat negara, baik pusat maupun daerah, termasuk anggota legislatif dan lembaga yudikatif, telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi.

Menurutnya, angka itu tidak termasuk mereka yang ditangani Polri dan Kejaksaan Agung.

“Ini adalah tanda buruk, tapi membuktikan hukum dapat menjerat siapa pun tanpa pandang buku. Ini membuat saya optimis, penegakan hukum yang dilakukan dengan konsisten akan menghasilkan negera yang bersih,” tegas SBY.

Lalu siapa tokoh besar yang disinyalkan SBY bakal menjadi tersangka itu? Mungkinkah itu Jokowi, pemenang Pilpres 2014 versi KPU yang disinyalir kuat terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta yang kini diusut Kejaksaan Agung?

Kita tungga saja!

*sumber: jurnal3

Takut Roket Hamas, Netanyahu Ngumpet dan Matikan HP


Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu sangat takut terhadap roket Hamas. Hal itu terungkap setelah ia menghilang dan dicari-cari oleh sejumlah menteri kabinet, Rabu (13/8) malam. Rupanya, Netanyahu sedang bersembunyi dan mematikan telepon genggamnya, menjelang berakhirnya gencatan senjata 72 jam.

Seperti diketahui, Hamas dan Zionis Israel menyepakati gencatan senjata 72 jam yang berakhir kemarin malam. Gencatan senjata yang tidak diperpanjang memungkinkan kedua belah pihak kembali saling serang. Roket Hamas, terbukti mampu menjangkau kota-kota jantung Israel.
Netanyahu lari dari konpers

Bukan kali ini saja Netanyahu takut terkena roket Hamas. Saat konferensi pers di Tel Aviv pada 11 Juli lalu, perdana menteri Zionis itu tiba-tiba lari meninggalkan para wartawan setelah mendengar ledakan roket jatuh.

Sebelumnya, Gaza mengumumkan bahwa mereka akan menembakkan roket buatan sendiri yang menjangkau Tel Aviv saat Netanyahu menyampaikan konferensi pers. [bersamadakwah/izzamedia]

4500 Bayi Gaza Lahir, Warga: Ini Pengganti Para Syuhada


Serangan Zionis Israel ke Gaza sejak 8 Juli lalu telah menewaskan 1917 orang. Namun, jumlah penduduk Gaza tidak berkurang, bahkan bertambah. Pasalnya, dalam periode yang sama telah lahir 4500 bayi di bumi kelahiran Imam Syafi’i itu, lansir beritapopuler.com.

Perempuan di Gaza dikenal sebagai wanita paling subur di dunia. Di samping keinginan para wanita Palestina melahirkan banyak generasi baru untuk memerdekakan Palestina dan menjadi syuhada, kesuburan mereka menjadi berkah yang mengiringi cita-cita mulia tersebut. Mereka juga meyakini, anak-anak yang mereka lahirkan merupakan pengganti warga Gaza yang telah gugur akibat serangan Zionis.

Haneen Al Farra, misalnya. Wanita berusia 30 tahun ini melahirkan seorang bayi perempuan satu jam setelah suaminya gugur akibat serangan udara Zionis Israel pada 1 Agustus 2014. "Bayi ini lahir untuk mengimbangi (warga Palestina) yang telah diambil oleh Israel," tutur Alfarra yang melahirkan di rumah tanpa bantuan medis.

Al Farra bukanlah satu-satunya ibu yang melahirkan di rumah tanpa bantuan medis. Serangan udara Zionis Israel yang membabi buta telah merusak rumah sakit di Gaza dan membuat jalan ke rumah sakit menjadi tidak aman. Karenanya banyak wanita hamil yang kemudian melahirkan di rumah tanpa bantuan dokter.

Selain itu, banyaknya bayi kembar yang lahir juga menjadi fenomena tersendiri yang membuat jumlah kelahiran bayi di Gaza begitu tinggi.

Di Rumah Sakit Asy Syifa Gaza City misalnya, seorang wanita Palestina melahirkan bayi kembar empat pada 30 Juli lalu. Lahirnya bayi kembar empat di tengah serangan Zionis Israel tersebut segera tersebar ke seluruh dunia setelah dokter yang menanganinya mengunggah foto bayi-bayi itu di Twitter.

Biro statistik Palestina memperkirakan, pada 2020 nanti jumlah penduduk Gaza mencapai 2,1 juta jiwa. [Beritapopuler/izzamedia]

Saksi Ahli Sidang MK: Asal Ada Pelanggaran Konstitusional, Pemilu Gugur

JAKARTA - Saksi ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Margarito Kamis, mengatakan bahwa legalitas pemilihan umum secara otomatis gugur saat ada pelanggaran konstitusional di dalamnya. Pelanggaran itu tak perlu terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif untuk dapat menggugurkan legitimasi pemilu tersebut.

Margarito mengatakan, selama ini ada anggapan keliru mengenai legitimasi pemilu bahwa pemilu baru akan dinyatakan runtuh saat ada pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif. Ia berpendapat bahwa anggapan itu keliru.

"Asal ada pelanggaran konstitusi, itu pelanggaran konstitusional. Pelanggaran itu menghilangkan konstitusi pemilu itu sendiri," kata Margarito dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (15/8). Demikian seperti diberitakan kontan.

Margarito juga menilai, pemilih dalam daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) tidak sah karena tidak diatur dalam undang-undang. Menurut Margarito, jika DPKTb digunakan, maka penyelenggara pemilu tidak perlu lagi menggunakan data daftar pemilih tetap (DPT).

"Pertimbangan DPKTb adalah mempertimbangkan ketergunaan hak warga negara Indonesia dalam memilih. Kalau pertimbangannya itu, maka tidak perlu ada DPT. Asal memenuhi syarat usia dan WNI, bisa memilih," ujarnya.

Agenda sidang sengketa hasil Pilpres 2014 hari ini adalah mendengar keterangan saksi ahli dari Prabowo-Hatta selaku pemohon, Komisi Pemilihan Umum sebagai termohon, dan pihak terkait Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tiap-tiap saksi ahli diberi waktu 15 menit untuk menyampaikan pendapatnya di hadapan majelis hakim konstitusi.
*piyunganonline

Ketakutan, Tim Jokowi-JK Protes Yusril Jadi Saksi Ahli Prabowo


JAKARTA-- Sidang ke-7 sengketa pilpres di Mahkamah Konstiusi (MK), hari ini, Jumat (15/7) mengagendakan mendengar keterangan para saksi ahli. Pihak Prabowo-Hatta selaku pemohon, pihak KPU sebagai termohon, dan kubu Jokowi-JK sebagai pihak terkait, masing-masing mengajukan saksi ahli mereka.

Pihak Prabowo-Hatta menghadirkan saksi ahli mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum tata negara UI Irman Putra Sidin, pakar hukum tata negara UI Margarito Kamis, pimpinan lembaga Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin, pakar sosiologi Rasyid Saleh, dan pakar komunikasi Marwah Daud Ibrahim.

Sementara itu, pihak KPU membawa empat orang saksi ahli, yaitu Ketiga saksi ahli tersebut adalah Guru Besar FISIP Unair yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ramlan Surbakti, Guru Besar Fakultas Hukum UI Erman Rajagukguk, serta mantan Hakim Konstitusi Haryono dan aktivis Perludem Didik Supriyanto.

Dari pihak Jokowi-JK, hadir dua orang saksi ahli, yaitu pakar tata negara Universitas Andalas Saldi Isra dan mantan anggota Bawaslu Bambang Eka Cahyana. Secara khusus, kehadiran Yusril Ihza Mahendra sebagai saksi ahli sempat menjadi bahan keberatan pihak Jokowi-JK karena dianggap terlibat dalam politik praktis di pihak koalisi Prabowo-Hatta.

"Posisi Yusril, kita mengetahui bahwa beliau adalah salah satu partai yang ada di koalisi," ujar salah satu tim advokasi Jokowi-JK, Sirra Prayuna, seperti dilaporkan ROL, Jumat (15/8).

Seperti diketahui, Yusril merupakan pimpinan Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB). PBB sendiri merupakan salah satu partai penyokong pasangan Prabowo-Hatta. Menanggapi keberatan tim Jokowi-JK, Hakim Ketua Hamdan Zoelva. menjelaskan tidak ada masalah dengan hal tersebut.

"Tidak masalah, itu boleh saja. Penilaian nanti ada di tangan majelis,"
ujar Zoelva.

Pengalaman Yusri yang selama ini selalu memenangkan sengketa hukum di MK memang membuat ketakutan pihak yang berseberangan dengannya.

Kemenangan Jokowi Timbulkan Krisis Legitimasi, Ini Argumentasi Yusril di Sidang MK


JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan Mahkamah Konstitusi (MK) jangan menjadi lembaga kalkulator jika memutuskan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

Menurut Yusril sebagai saksi ahli dari pihak Prabowo-Hatta, kewenangan Mahkamah yang diatur dalam UU Nomor 23 tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (MK), dalam memutus PHPU presiden dan wakil presiden adalah bentuk penyederhanaan pembuat UU yang saat memiliki waktu yang amat terbatas.

"Kalau hanya ini kewenangan Mahkamah Konstitusi yang dirumuskan pada saat itu, Mahkamah Konstitusi hanya akan menjadi lembaga kalkulator dalam menyelesaikan perselisihan yang terkait dengan angka-angka perhitungan suara belaka ataupun dalam perkembangannya MK dalam yurisprudensi menilai perolehan suara itu apakah dilakukan dengan atau tanpa pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif," beber Yusril dalam persidangan. Demikian seperti dilaporkan tribunnews.

Yusril menilai, dalam perjalanan MK yang telah berdiri lebih dari satu dekade bisa memutuskan perkara ke arah yang lebih substansial. Bekas Menteri Hukum dan HAM itu mencontohkan MKRI bisa mencontoh MK Thailand yang memutuskan apakah Pemilu itu konstitusional atau tidak.

"Sehingga bukan persoalan perselisihan mengenai angka-angka belaka. Masalah substansial dalam Pemilu sesungguhnya adalah terkait dengan konstitusional dan legalitas pelaksanaan Pemilu itu sendiri," ungkap Yusril.

Masalah legalitas dan konstitusiol tersebut adalah apakah KPU telah melaksanakan Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil yang menjadi asa Pemilu.

Persoalan konstitusionalitas, lanjut Yusril, adalah hal yang perlu menjadi pertimbangan MK agar terkait dengan aspek legalitas pelaksanaan Pemilu sebagai aturan pelaksaaan sebagaiamana yang diamanatkan UUD 1945. Menurut Yusril, ini sangat penting agar presiden dan wakil presiden terpilih memperoleh legitimasi  konstitusional.

"Karena tanpa itu siapapun yang terpilih presiden dan wakil presiden akan berhadapan dengan krisis legitimasi yang akan berakibat terjadinya instabilitas di negara ini. Ada baiknya dalam memeriska PHPU presiden dan wakil presiden kali ini Mahkamah sebaiknya melangkah ke arah itu," tukas Yusril.

Walau Jokowi-JK sudah diputuskan KPU sebagai pemenang, tapi melihat begitu banyaknya bukti-bukti kecurangan Pilpres yang terstruktur, sistematis dan masif maka kemenangan itu akan menimbulkan krisis legitimasi.

(sumber foto: tribunnews)

Bela Prabowo-Hatta, Hari Ini Yusril Memimpin "Perang" Ahli di MK


Inilah puncak gugatan Pilpres di MK! Hari ini (Jumat, 15/8/2014) Mahkamah Konstitusi menyelesaikan satu tahap penting dalam perkara sengketa Pemilu Presiden 2014 yang diajukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yaitu pemeriksaan saksi fakta. Ini merupakan "perang" para ahli yang bakal terjadi. Keterangan ahli dibutuhkan untuk memperkuat dalil-dalil yang menjadi dasar gugatan.

"Kami akan mengajukan enam hingga tujuh ahli kalau disetujui majelis hakim," ungkap Maqdir Ismail, anggota tim hukum Prabowo-Hatta, Kamis (14/8). Sesuai informasi yang dihimpun dari Kepaniteraan MK, Kamis malam, saksi-saksi ahli tim Prabowo-Hatta terdiri dari Yusril Ihza Mahendra, Irman Putra Sidin, Margarito Kamis, Said Salahudin, Rasyid Saleh, dan Marwah Daud Ibrahim. Demikian dilaporkan Kompas.

Dipastikan, pihaknya akan mengajukan ahli yang mampu menjelaskan hubungan antara pertambahan penduduk dan daftar pemilih tetap. Pihaknya mencatat adanya pertambahan jumlah pemilih yang mencapai 3,5 juta dari 13 Juni hingga 9 Juli. Selain itu, diajukan juga ahli tata negara serta ahli pemilu.

Adapun kuasa hukum KPU, Ali Nurdin, menghadirkan empat ahli. Mereka adalah mantan anggota KPU Ramlan Surbakti, mantan hakim konstitusi Harjono, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Erman Rajagukguk, serta Didik Supriyanto.

"Pak Harjono sebagai mantan hakim MK yang sudah berpengalaman menangani sengketa pemilu tentu bisa membedakan pelanggaran sistematis atau yang hanya administratif. Dan, apakah pelanggaran administratif masuk dalam pelanggaran terstruktur, sistematis, dan logis. Pak Ramlan akan menerangkan hal-hal terkait administrasi pemilu terkait DPKTb. Apakah DPKTb ini masalah atau tidak,” ujar Ali.

Sementara tim hukum Jokowi-JK sebagai pihak terkait akan mengajukan dua ahli. Keduanya adalah Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Andalas Padang Saldi Isra dan mantan anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo.

Ketua MK Hamdan Zoelva memberikan kesempatan hingga Kamis (14/8) pukul 20.00 untuk mengajukan nama-nama beserta curriculum vitae ahli yang diajukan. Ketika Maqdir meminta penambahan jumlah ahli yang akan diajukan (dari lima menjadi tujuh), Hamdan mengungkapkan untuk apa mengajukan banyak ahli jika pendapatnya sama. Namun, ia menyerahkan kembali kepada pemohon terkait hal itu. 

Guru Sederhana itu Sekarang Jadi Aleg PKS


Kemarin Kamis (14/08/2014), telah dilantik 50 orang anggota DPRD baru untuk periode 2014 – 2019 di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tidak ada yang spesial dari acara pelantikan itu, selain karena banyak wajah lama yang kembali duduk sebagai anggota dewan, rata-rata mereka tak memiliki banyak kiprah bagi kompleknya persoalan di Grobogan.

Yang spesial dari acara pelantikan tadi pagi adalah masuknya dua orang aleg pendatang baru asal PKS kab. Grobogan yakni Ahmad Sidik dan Suranto. Apa yang istimewa dari keduanya?

Penulis yang mengenal dekat keduanya sejak lama, mengacungi jempol atas perjuangan keduanya di pemilu legislatif lalu. Apa pasal? Dengan bekal logistik seadanya, pengalaman politik yang kalah jauh dari rival-rival kompetitor, dan alat transportasi hanya berupa motor, mereka berdua berhasil memenangkan hati rakyat.

Keduanya, mengawali persentuhan dengan masyarakat luas saat aktif menjadi Guru SMK dan Penyelia Mitra Tani (PMT) di kab. Grobogan. Jika Ahmad Sidik menjabat sebagai guru BP di SMKN 2 Purwodadi, Suranto adalah guru kimia di SMK AL Firdaus Gubug.

Dengan bekal keagamaan yang mumpuni, keduanya sering didaulat untuk mengisi pengajian di antara kelompok tani yang dikunjunginya. Bahkan Suranto, yang hapal surat Yasin, tak tanggung-tanggung dalam hal ini. Di setiap minggunya, ia mengisi pengajian secara rutin di dua kelompok Yasinan di dua kecamatan berbeda.

Ada cerita menarik kala Suranto, yang aktif sebagai ketua bidang Kaderisasi DPD PKS Grobogan ini,  sibuk memperkenalkan diri di kampanye Pileg lalu. Jika kompetitor memilih untuk menaiki mobil ditemani rombongan, ini tidak pada Suranto.

Pernah di suatu malam hari setelah isya, ia berangkat sendiri mengendarai motor. Padahal, ia berada di dapil 3 yang letaknya di ujung selatan Grobogan (berbatasan dengan Boyolali dan Salatiga). Rata-rata wilayahnya berupa hutan lebat dan jalanan rusak. Hal ini sama sekali tak menyurutkan langkahnya untuk menyapa warga. Selepas menyampaikan visi-misi dan maksud kedatangannya, ia pamit untuk pulang. Padahal, kala itu sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB tengah malam. Pun untuk keluar dari desa tersebut, harus melewati hutan lebat yang sudah masyur terkenal angker.

Panitia sempat bertanya kepadanya, “mboten nginep mawon tho pak?”

Suranto menjawab, “Langsung pareng mawon. Soale enjing wonten acara maleh.”

Benar saja, melewati sebuah makam ia mencium aroma wangi yang begitu semerbak. Entah apa yang sedang dipikirkannya, ia malah menyetop motor yang dikendarainya seorang diri, lantas melihat makam dan menghirup aroma wanginya itu.

Di siang keesokan harinya, karena didasari penasaran, ia tengok makam yang tadi malam dilewatinya. Herannya, sama sekali tak ada bunga mekar di area makam. “Lantas, dari mana aroma wangi yang tadi malam berasal?”, ia berujar keheranan saat cerita ke kami. 

Lain halnya dengan Ahmad Sidik. Sekretaris DPD PKS Grobogan yang masih berusia muda ini, sejak awal sadar diri bahwa dirinya hanyalah anak desa yang tidak begitu kuat modal dibanding caleg lain. Tak mau pasrah dengan nasib, ia menyapa rata warga di beberapa daerah di dapilnya, yakni dapil 1 Grobogan.

Ya, ia bukan tipe caleg yang ‘pasrah bongkokan’, pada timses dalam menyapa masyarakat di dapilnya. Selain karena cekak modal, ia merasa lebih yakin jika masyarakat disapa langsung oleh calon wakilnya. Karena itu, ia nekat berkeliling sendiri menuju beberapa desa mengendarai motor seorang diri. Pernah di suatu desa terpencil bernama Asemrudung, saat musim hujan, Ahmad Sidik harus mengenakan mantel dan sepatu boot. Dengan jalan yang mblethok-mblethok (bhs jawa : rusak berat), menjadikan motornya tak lagi berupa motor.

Penulis pernah mendengar sendiri, ia dijuluki oleh salah seorang masyarakat sebagai ‘Caleg Kere’. Di kali lain ada yang bilang begini, ‘ora mungkin – ora mungkin nak Ahmad Sidik iso dadi dewan’.

Ah, Allah swt adalah yang maha tahu takdir seseorang dibanding seluruh anggapan makhluknya. Barangkali karena kesederhanaan dan ketekunan mereka mengunjungi warga lah, juga karena pertolongan Allah, yang menjadikan warga kasihan sehingga ikhlas menjadikan mereka berdua sebagai wakilnya. Wallahu ‘alam. 

Selamat bertugas ya akhi. Semoga tetap sedehana, di amanah baru antum.

( @KristionoGroby ) [*pkspiyungan/izzamedia]

Selasa, 12 Agustus 2014

600.000 Liter Air Bersih dari ACT untuk Warga Gaza Tersalurkan


GAZA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mendistribusikan kebutuhan air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Warga Gaza mengalami krisis air bersih, akibat serangan 30 hari militer Zionis Israel sejak 8 Juli 2014.

Ribuan waga Gaza yang dipecah dalam beberapa kelompok berdasar lokasi tempat tinggal, nampak mengantri untuk mendapatkan jatah air bersih, bantuan rakyat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Tahap pertama distribusi, Alhamdulillah, telah tersalurkan tak kurang dari 600.000 liter air, yang diangkut 85 truk tanki, yang berkeliling di Kota Gaza.

“Kita sangat bersyukur, distribusi air bersih untuk ragam keperluan warga Gaza bisa berjalan cepat dan lancar. Kami sangat apresiasi relawan local ACT di Gaza, yang bekerja cepat dan sigap,” puji Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Imam Akbari, kepada ACTNews, Sabtu, (9/8/2014).

Maaf, Khalifah Belum Ada....Erdogan Dulu yang Membiayai Gaza


Kurang Dari 12 Jam Sejak Pengumuman Kemenangannya Sebagai Presiden Terpilih, Erdogan Langsung Memenuhi Janjinya dan mengangkut korban-korban luka warga Palestina dengan menggunakan pesawat Turki untuk diobati dengan biaya pemerintah Turki, dan pengobatan dilakukan di rumah-rumah sakit di Turki.



(Hanein.info/Syaff/NandangBurhanudin) *pkspiyungan.org

Ketika Novela Jadi Trending Topics Indonesia


Sidang sengketa Pilpres yang digelar Mahkamah Konstoitus (MK) hari Selasa (12/8/2014), memunculkan idola baru publik tanah air.

Adalah Novela Nawipa, saksi dari kubu Prabowo Hatta yang mencuri perhatian publik yang menonton sidang di MK yang disiarkan langsung beberapa tv swasta.

Gaya bicara dan pembawaan perempuan asal Kampung Awaputu, Kabupaten Dogiyai, Papua, yang bicaranya cepat kadang sedikit ketus bahkan terkesan ceplas-ceplos tanpa grogi sekalipun, justru mampu membuat seisi ruang sidang MK ger geran. Para Hakim MK pun kadang tertegun, kaget, terpingkal, dan mengapresiasi.

Patrialis Akbar, salah satu hakim MK, bahkan menjuluku Novela "Kartini Masa Kini".

Nama Novela pun langsung menjadi pembicaraan di media sosial. Keberanian Novela membongkar praktek kecurangan Pilpres di wilayah Papua yang secara lugas disampaikan di sidang MK menjadikan nama Novela menjadi Trending Topics jagad twitter Indonesia.


Beberapa Tanya Jawab Novela dengan Hakim MK

Tanya jawab dibuka dengan pertanyaan Ketua MK Hamdan Zoelva mengenai kapan dilakukan pemungutan suara.

“9 Juli,” jawab Novela di Ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Selasa (12/8/2014).

Namun saat ditanya pelaksanaannya dari pukul berapa, Novela menjawab tidak tahu. Hal ini dikarenakan di distriknya tidak ada proses pemungutan suara.

“Tadi tanggal 9 Juli itu apa?” tanya Hamdan.

“Itu di tempat lain,” jawab Novela yang juga mengatakan saat itu dirinya berada di kampung dan melihat tidak ada TPS.

“Tidak ada. Saya tidak bisa terangkan karena tidak ada yang bisa diterangkan,” lanjutnya tegas.

Pertanyaan dilanjutkan oleh Patrialis Akbar. Dia menanyakan bagaimana suasana di distrik saat itu. Mendengar itu Novela dengan spontan menyemprot Patrialis.

“Jangan tanya ke saya karena saya juga masyarakat, tanyanya ke penyelenggara pemilu!” ketusnya.

Mendengar itu, Patrialis menanggapi santai. “Nggak apa-apa saya suka gaya-gaya anda seperti ini. Lanjutkan terus ya. Ini gaya Kartini masa kini,” ujar Patrialis sambil tersenyum.

Novela pun balas tersenyum. Ia mengatakan tidak ada komunikasi dengan siapa pun. Kejadian lucu pun terjadi saat Hakim Arief Hidayat menanyakan berapa jarak antara desa dengan distriknya.

“300 kilometer!” kata perempuan yang mengenakan baju batik berwarna cokelat ini spontan.

Sontak saja jawaban itu langsung membuat Hakim Arief terbelalak. Sadar akan ekspresinya, Novela langsung buru-buru meralat pernyataannya.

“30 kilometer, eh 300 meter. Saya manusia Pak, pasti punya salah nggak apa-apa,” ucap Novela tertawa.

Para hakim yang mendengar celotehan itu pun langsung tertawa. Dalam suasana yang cair itu, Hakim Arief kembali mencoba bertanya apakah Novila sebagai saksi mandat distrik mengetahui ada kegiatan lain di distrik lainnya dengan jarak yang tak terlalu jauh itu.

“Saya tidak mau bicara kampung lain. Saya maunya di kampung saya,” ketusnya.

Bingung mau bertanya apa lagi, Hakim Arief pun memutuskan untuk menyudahi sesi tanya jawab ini.

“Saya bisa kacau,” celetuknya sambil geleng-geleng kepala tertawa.

“Ya, bapak kacau, saya juga bisa kacau,” tutup Novela yang membuat seisi ruang sidang MK ger geran.

(dari berbagai sumber/foto:detik)

Trauma, Pasukan Zionis harus Disuntik Obat agar Bisa Tidur


Sumber-sumber medis Zionis mengungkapkan para tentara penjajah Zionis yang terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza mengalami trauma psikologis yang berat dan mimpi buruk yang mengganggu berupa ketakutan situasi perang.

Mereka terpaksa disuntik bahan narkotika untuk dapat tidur. Yang menderita paling serius belum bisa dilakukan rehabilitasi psikologis dan sosial.

Sebuah situs Israel, Walla, dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), mengatakan, tentara Israel yang terluka menderita trauma psikologis yang parah, di samping kerusakan dan cedera fisik langsung yang disebabkan oleh pertempuran dan bentrokan sengit yang mereka alami menghadapi para berjuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Selain dari pihak medis, kabar yang sama juga datang dari pihak keluarga para prajurit itu sendiri.

Walla menulis, tidak jelas apakah operasi militer Zionis di Gaza akan berakhir. Namun bagi para prajurit Zionis yang terluka, pertempuran lain telah dimulai yaitu perang rehabilitasi dari cedera yang mungkin menyertai mereka sepanjang hidupnya.

Para dokter yang mengawasi pengobatan para tentara mengatakan bahwa tim medis khusus untuk rehabilitasi psikologis dan sosial mengawasi pengobatan tentara yang mengalami trauma psikologis yang parah.

Seorang dokter Israel mengatakan, bersamaan dengan pengobatan luka fisik yang dialami para prajurit, mereka menjalani rehabilitasi akibat trauma psikologis yang mereka derita.

“Beberapa cedera fisik sebenarnya ringan, namun, trauma psikologis yang dialami oleh para tentara ini sangat besar. Bahkan sampai mereka merasa ada orang yang akan membunuh di sisi mereka. Tim yang terdiri dari para peneliti dan psikiater terus bekerja secara paralel dan terpadu dalam pengobatan tentara,” ujar Dr. Ben-Ner.

Dikutip dari salah satu keluarga tentara yang terluka bahwa anak-anak mereka (para tentara) tidak bisa tidur karena shock dan kengerian yang dilihatnya dalam perang.

Karena itu mereka disuntik obat agar bisa tidur. Para tentara menderita ketakutan dan mimpi buruk pada malam hari dan juga di siang hari.

“Proses psikoterapi tentara dilakukan secara bertahap dan secara periodik dan perlahan-lahan. Kita harus merasakan bahwa prajurit berada di tempat yang aman jauh dari zona bahaya, tidak akan terkena apapun di rumah sakit karena ia menderita kehilangan kontrol atas dirinya akibat trauma yang ia derita selama perang di Gaza,” ujar Profesor Dana Margalit.

Sumber medis Zionis menyatakan bahwa para prajurit yang mengalami luka parah belum menjalani rehabilitasi karena masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Mereka akan memulai proses rehabilitasi setelah kesehatan mereka pulih.

Margalit menyatakan sulitnya kejadian yang mereka alami. Kenangan sulit dan buruk akan senantiasa menyertai mereka selama bertahun-tahun, akibat hasil perang yang tidak bisa diukur dengan standar militer atau politik saja. [Hidayatullah/Izzamedia]

Novela "Sang Pemenang" Sidang MK


Anda masih ingat Nowela? Juara Indonesian Idol 2014? Yg disematkan topi Cendrawasih oleh Prabowo?

Mudah2-an masih ingat...Nowela adalah putri tanah Papua...

Nowela berani bertarung dan menjadi Juara....mengalahkan ketidak percayaan diri...mengalahkan ketakutan untuk maju...

Dan Nowela berhasil dengan tekad yang kuat dan penuh keberanian...

Hari ini (12/8/2014)...di forum sidang Mahkamah Konstitusi ada juga putri Papua...Novela namanya...

Saksi Prabowo-Hatta di Kampung Awaputu, Kabupaten Dogiyai, Papua...

Nowela dan Novela sama-sama asal Papua

Mereka dua-duanya adalah Pejuang

Nowela adalah juara Indonesian Idol 2014...

Novela adalah juara Mahkamah Konstitusi Idol...hehehe...

Novela wajib dianugerahi "Nyali Award"

Novela berani mengungkap kebenaran di tengah-tengah tekanan dari pihak yg curang...

Nowela menghibur panggung Indonesian Idol...dan Novela bisa menghibur panggung Mahkamah Konstitusi

Novela bukan untuk jadi juara Idol...tetapi untuk jadi Juara Keadilan dan Kebenaran...

Keberanian Novela mengungkap fakta kecurangan adalah sesuatu prestasi...ditengah intimidasi dan ancaman...

Nowela dan Novela adalah bukti bahwa rakyat Papua bukanlah rakyat yg bodoh dan mudah ditipu...

Mereka membuktikannya...mereka berdua sedang memberikan pembelajaran kepada kita...

Bahwa Papua bagian yg tidak terpisahkan dr Bangsa Indonesia...dan mereka sudah tidak bisa di bodohi oleh siapapun...

Orang-orang yg membodohi rakyat Papua dgn kecurangan adalah tindakan biadab dan tidak beradab...

Novela...lawan terus pembodohan...lawan terus kecurangan...seperti doa dari salah satu Hakim Konstitusi Novela bisa menjadi RA Kartini masa kini...

Lawan...Lawan...Lawan...pembodohan...kecurangan...!!!

(@irfanenjo/foto:aktualpost) sumber *pkspiyungan.org

Rezeki 26 Juta Setelah Riyadhah Shalat Dhuha


Ibadah adalah bekal. Ia merupakan satu-satunya alasan mengapa Allah Swt menciptakan kita di muka bumi ini. Ibadah tidak hanya diwajibkan kepada manusia, tetapi juga jin dan makhluk lainnya. Termasuk di dalamnya tetumbuhan dan hewan. Semuanya bertasbih, memuja-muji keagungan Allah Yang Mahamulia.

Ibadah adalah kebutuhan kita selaku makhluk-Nya. Allah Swt tak sedikit pun mendapat manfaat ketika semua makhluk beribadah kepada-Nya. Pun, Dia tak rugi sama sekali ketika semua makhluk durhaka dan menentang-Nya. Ibadah maupun maksiat, semua kembali kepada manusia, pelakunya.

Di antara bentuk Maha Pemurahnya Allah Swt, ‘abid –pelaku ibadah- selalu diberi aneka kelebihan dan imbalan. Baik di dunia maupun akhirat.

Sebut namanya Fulan. Ia adalah seorang ayah. Dalam rangka menjemput rezeki, ia bersilaturahim ke seorang sahabat. Sesampainya, ia berkisah. Dirinya akan membuka usaha. Modal yang dibutuhkan sekitar 26 juta. Sementara tabungannya tak sebanyak itu.

Sang sahabat yang dipersepsikan akan memberikan bantuan modal, hanya berkata, “Rutinkan shalat Dhuha.” Fulan tak bertanya mendebat. Ia pun pamit sambil berazzam untuk menjalankan saran sahabatnya itu.

Berjalan beberapa pekan, modal yang sedianya akan digunakan oleh Fulan tetap utuh. Malah sedikit berkurang untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Segala jenis usaha sudah dia lakukan, dengan kualitas terbaik.

Alih-alih mendapat tambahan modal, anak si Fulan malah sakit dan kudu dirawat di rumah sakit. Bukan sebentar, anaknya harus dirawat selama 2 pekan. Otomatis, selama itu pula, tak ada aktivitas usaha yang dia lakukan. Waktunya habis untuk menunggui dan mencukupi segala kebutuhan si sakit.

Dalam masa dua pekan itu, banyak sahabat dan keluarganya yang datang membesuk. Hingga kemudian, datanglah sahabat karib yang didatangi oleh Fulan tempo hari. Saat kedatangan sahabat itu, Fulan langsung merangkulnya sambil menangis sejadi-jadinya.

Setelah emosinya stabil, barulah dia berkata, “Mas, aku mau buka usaha. Modal belum cukup, anakku malah dirawat lama di rumah sakit.”

Dengan senyum, sahabatnya hanya berkata sembari menepuk pundak si Fulan, “Sabar. Apakah pesanku sudah kau laksanakan dengan baik?”

Yang ditanya hanya mengangguk. Kemudian ditimpali oleh sahabatnya itu, “Insya Allah, hajatmu akan terkabul. Dan anakmu akan diberikan kesembuhan.” Kemudian keduanya berkata serentak, “Aamiin.”

Sahabatnya pun pamit. Ada urusan yang harus diselesaikan. Berselang hari, dibawalah pulang sang anak.

Tak disangka, sesampainya di rumah, banyak amplop yang terkumpul dari sahabat Fulan yang membesuk anaknya di rumah sakit. Setelah dibuka, semuanya berjumlah 26.400.000 rupiah.

Seperti tak percaya, Fulan langsung melakukan sujud syukur dengan air mata yang menderas. Ia kehabisan kalimat hingga yang meluncur dari lisannya hanyalah puja-puji atas kemahabesaran Allah ‘Azza wa Jalla.

Selepasnya, ia menelpon sahabat bijaknya itu. Kemudian diceritakan apa yag baru saja dialami. Dengan nada bercanda, sang sahabat berkata, “Kamu meminta 26 juta, terus diberi 26 juta 400 ribu. Berarti, yang 400 ribu ditransfer ke rekeningku saja. Hehe.”

Beruntunglah orang beriman. Ia meminta akhirat, dunia pun disuguhkan padanya. Ia meminta satu, dua dilimpahkan tanpa batas. Allah Mahakaya. Amat mudah baginya untuk menjadikan hamba-Nya menjadi kaya. Pun, sebaliknya [sumber]

Senin, 11 Agustus 2014

9 Energi Positif dalam Berdakwah


 "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan??.."(QS. An Nisaa: 125)

Tentara Terdepanmu adalah Keikhlasan. Istilah ini sangat tepat karena memang keikhlasan adalah garda terdepan kita untuk menghadapi segala rintangan di jalan da’wah. Keikhlasan membuat kita tak kenal lelah dan tak kenal henti dalam menyampaikan Al Haq karena tujuan kita hanya satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika tujuan kita menyimpang kepada yang sifatnya duniawi, maka saat tujuan itu tak tercapai, kita akan mudah kecewa dan berbalik ke belakang. Bila berda?wah lantaran mengharapkan apa-apa yang ada pada manusia, berupa penghormatan, penghargaan, pengakuan eksistensi diri, popularitas, jabatan, pengikut dan pujian, maka hakekatnya kita telah berubah menjadi hamba manusia, bukan lagi hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kisah yang sangat menarik ketika Khalid bin Walid selaku panglima perang yang notabene sangat berjasa bagi kaum muslimin, tiba-tiba diturunkan jabatannya menjadi prajurit biasa, oleh Khalifah Umar bin Khattab. Namun Umar melakukan itu karena melihat banyaknya kaum muslimin yang mengelu-elukan kepahlawanan dan cenderung mengkultuskan Khalid, sehingga Umar khawatir hal itu akan membuat Khalid menjadi ujub (bangga diri), yang dapat berakibat hilangnya pahala amal-amal Khalid di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan subhanallah, Khalid tidak marah ataupun kecewa karena jabatannya diturunkan, bahkan ia tetap turut berperang di bawah komando pimpinan yang baru. Ketika ditanya tentang hal itu, Khalid menjawab dengan tenang.

 "Aku berperang karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan karena Umar. "


"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada Tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai??" (QS. Ali Imran: 103)
Beramal jama’i itu jalannya tak selalu datar, ada kalanya mendaki, karena dalam beramal jama’i, kita akan menemui berbagai macam sifat manusia, berbagai pemikiran, fitnah dari luar, pun dari dalam. Namun bagaimanapun buruknya kondisi jamaah, tetap saja amal jama’i itu lebih baik dan lebih utama daripada sendirian.

Ali bin Abi Thalib berkata, "Keruhnya amal jama’i, lebih aku sukai daripada jernih sendirian."
Kekuatan utama kita adalah persatuan kaum muslimin. Sesungguhnya kekalahan kita saat ini bukanlah karena kehebatan bersatunya kaum kuffar, tetapi karena tidak bersatunya kaum muslimin.
"Kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir."
Orang-orang yang memisahkan diri dan lari dari barisan da’wah, sesungguhnya tidak akan membuat barisan da’wah itu melemah atau kehilangan kader, justru barisan itu akan semakin solid dan kokoh karena mengindikasikan yang tergabung di dalamnya, tinggallah orang-orang yang teruji memiliki jiwa-jiwa pemersatu. Inilah sebuah sunnatullah yang senantiasa berlaku untuk membedakan antara loyang dan emas. Jadi, kita harus tahan beramal jama’i !


Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."(HR. Qudhy dari Jabir).

Bila kita melihat ukhuwah dalam barisan da’wah ternyata belum seindah seperti shirah yang kita baca, atau ternyata hijab di lembaga da’wah amat cair, maka adalah sangat wajar bila kita kecewa. Tetapi kekecewaan itu janganlah dipelihara, jangan justru membuat kita bersungut-sungut, menuntut lebih, berkeluh kesah, apatah lagi sampai memisahkan diri dari barisan. Mari ubah sudut pandang, dan kita tekankan bahwa segala kekurangan yang ada pada barisan da’wah adalah justru menjadi kewajiban kita untuk membenahinya.

"Jangan banyak menuntut, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain."

 - Saling menasehati. (QS. Al Ashr: 1-3)

Kekurangan dalam diri qiyadah, jundi, lembaga, manajemen, hendaknya disampaikan dalam bentuk nasehat. Untuk yang sifatnya pribadi - sebagai adab nasehat- adalah disampaikan tidak dalam forum, tetapi disampaikan pribadi, berdua saja, dalam rangka saling berpesan untuk nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran. Karena bila kita memberi nasehat dihadapan orang banyak, maka itu sama saja dengan membuka aibnya dan menjatuhkannya, apalagi bila sampai melakukan sidang layaknya menghakimi terdakwa. Sangatlah tipis perbedaan antara orang yang ingin menasehati karena landasan kasih sayang, dengan orang yang menasehati karena sekaligus ingin membuka aib saudaranya, sehingga membuat diri yang dinasehati seakan lebih rendah, dari yang menasehati.

  • - Lemah lembut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang salah satu ciri jundullah (tentara Allah), yaitu: yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min " (QS. Al Maidah: 54)
  • - Jangan dengki. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda,"Takutlah kamu semua akan sifat dengki sebab sesungguhnya dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."(Riwayat Abu Daud dari Abi Hurairah)
  • - Jangan suudzon. Allah Subhanahu wa Ta?ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain"(QS. Al Hujuurat: 12)
  • - Berendah Hatilah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. An Naml: 215)
  •  - Jangan Berbantahan
  • Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, "..dan Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menjadikan kamu gentar, dan hilang kekuatanmu??."(QS. Al Anfaal:46). Berbantah-bantahan sesama kita, padahal musuh di luar, sudah siap menerkam.


Musuh kita bukanlah seorang muslim, apatah lagi sesama aktivis. Musuh terbesar kita adalah iblis dan bala tentaranya. Mereka senantiasa akan merusak ukhuwah kita dari kiri, kanan, depan, dan belakang (QS. Al A'raf: 17).
Hendaknya kita senantiasa ingat akan janji iblis untuk menyesatkan hamba-hamba-Nya (QS. Al Israa:62). Ini akan menjadi landasan kita untuk selalu menatap saudara kita dengan penuh kasih sayang karena boleh jadi saat saudara kita menyakiti kita, adalah lantaran banyaknya syetan di sekelilingnya yang terus menerus membisikinya untuk membenci kita, demikian pula sebaliknya, bisa jadi syetan menghembuskan prasangka-prasangka di dalam benak kita. Maka, mari kita jadikan syetan sebagai musuh bersama.


Allah Subhanahu wa Ta?ala berfirman, "Maka, bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka.Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar?" (Al Anfal: 1)

            Ayat ini menyatakan bahwa kemenangan dalam medan peperangan, pun dalam suksesnya da’wah, bukanlah karena kepintaran kita dalam membuat strategi da’wah, tetapi tak lebih karena pertolongan dari Allah. Jika tidak, maka apa bedanya kita dengan Qarun yang berkata, "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku"(QS. Al Qashash:78). Dan kita lihat bagaimana ending kehidupan dari Qarun yang ditenggelamkan Allah Subhnahu wa Ta’ala ke perut bumi.


Mujahid dan mujahidah itu sesungguhnya ada di sekeliling kita, di dekat kita. Ya, bisa jadi mereka adalah teman-teman kita sendiri. Maka sangat aneh bila kita kerap kali menitikkan air mata saat ingat mujahid-mujahid di Palestina, Iraq, Chechnya, Afghanistan, dan lain-lain, tetapi dengan saudara-saudara mujahid di sesama lembaga saja, kita tidak bisa berlapang dada.


Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Perbanyaklah kalian mengingat mati, sebab seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringankan baginya rasa sakit saat kematian."


Doa adalah senjata orang-orang beriman dan bila kita mendoakan saudara muslim kita tanpa sepengetahuannya, maka para malaikat akan berkata, "untuk kamu juga". Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Tidak seorang Muslim pun mendoakan kebaikkan bagi saudaranya sesama Muslim yang berjauhan melainkan malaikat mendoakannya pula. Mudah-mudahan engkau beroleh kebaikkan pula." (HR. Muslim)

Menyatakan diri sebagai orang beriman, sebagai seorang du’at (pengemban da’wah), sebagai seorang aktivis da’wah, sesungguhnya mengandung konsekuensi yang tidak ringan. Yaitu kita senantiasa akan mendapat ujian keimanan dari sang pemilik 99 Al Asmaul Husna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara Kamu" (QS. 9:16).

Dan di surat lainnya, "Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta macam-macam cobaan." (QS. Al-Baqarah:214)

Tersenyumlah dalam duka dan tenanglah dalam suka.

"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. " (QS. Ali Imran: 139).

Sumber : Hudzaifah.org

Wah Ketahuan, Setelah Menyangkal Punya Data Pilpres... Ternyata TNI Dan Polri Pun Siap Buka Data C1


Surat edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memerintahkan KPUD/KIP Provinsi dan KPUD/KIP kab/kota untuk membuka kotak suara bersegel untuk mengambil data yang akan dijadikan bukti menimbulkan perdebatan hukum yang panjang.

"Polemik ini berhenti ketika MK mengeluarkan keputusan sela yang mengizinkan KPU sejak 8 Agustus ini," kata Koordinator Nasional Relawan Gema Nusantara, Muhammad Adnan, Sabtu (9/8).

Persoalannya sekarang, ungkap Adnan, adalah timbul ketidakpercayaan publik terhadap KPU karena tidak ada jaminan bahwa data dan bukti yang telah diambil dari kotak suara ini bisa dipetanggungjawabkan dan bersih dari rekayasa. Di saat yang sama, integritas penyelenggara pemilu di daerah sangat diragukan terbukti dengan diberhentikannya ratusan anggota KPUD didaerah paska pileg 2014.

"Untuk itu MK harus berani menjawab kegalauan publik ini dengan meminta data pembanding berupa dokumentasi C1 dari TNI dan Polri. MK bisa melakukan hal ini karena ketika terjadi kasus cicak vs buaya, KPK vs Polri, MK meminta data hasil sadap dari KPK yang bocor pada waktu itu untuk dibuka dalam persidangan. Jadi bukan sesuatu yang baru dan telah memiliki yurispendensi hukum sendiri," ungkap Adnan.

TNI dan Polri sendiri pun, sambung Adnan, telah bersedia apabila diminta MK, karena sejak awal niatannya adalah untuk antisipasi bila ada kejadian seperti sekarang.

Sumber: jpnn

Ini Syarat yang Umumnya Dipakai Daftar CPNS Online

Panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS 2014 mengisyaratkan penyederhanaan pendaftaran CPNS. Berbeda dengan tahun lalu, seleksi CPNS tahun ini lebih mudah karena pendaftaran dengan sistem online yaitu mengakses panselnas.menpan.go.id untuk semua lulusan baik SMA, D3, S1.

Dari laman demo, panselnas.menpan.go.id, terdapat sejumlah syarat yang perlu diperhatikan. Diantaranya, seleksi hanya dapat diikuti melalui tahap pendaftaran di portal ini di mana pendaftar wajib memiliki alamat surat elektronik yang berlaku.

Menpan juga merinci himbauan lain seperti mengisi formulir dengan cermat hingga himbauan bahwa penerimaan dilakukan tanpa dipungut biaya.

Dalam pengenalan sistem baru ini, juga telah dilakukan simulasi di beberapa daerah dan akan dilakukan sumulasi online yang rencananya akan dilakukan pada Selasa (12/8/2014). Sebelum dapat melakukan ujian CPNS 2014, persyaratan utama calon peserta harus melakukan regristasi online di website resmi Pendaftaran Online  CPNS 2014.

Setelah melakukan registrasi di website resmi CPNS 2014, peserta harus melengkapi syarat-syarat yang akan dibawa di pelaksanaan tes CPNS 2014.

Dikutip laman Panselnas CPNS 2013, umumnya persyaratan pendaftaran online memuat persyaratan berikut:
  • Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir.
  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir.
  • Berkas pasfoto digital warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB.
  • Berkas fotokopi digital ijasah dan transkrip dalam format PDF (dengan nama ekstensi PDF) dan maksimal berukuran 500 KB.
  • Surat elektronik (email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung.
  • Judul dan abstrak tugas akhir/tesis/disertasi.
  • Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah dari Dikti – Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijazah.

Kebenaran isian serta berkas digital yang diunggah akan dicek pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis. Ketidaksesuaian data akan mengakibatkan peserta digugurkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian tulis. Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki wewenang untuk melakukan perubahan pada isian Anda.

Hamas! Hamas! Masukkan Yahudi ke Kamar Gas!

Setelah sekian lama mendiamkan perilaku agresif kaum Zionis, Eropa kini diramaikan maraknya sikap antiZionis. Bulan lalu, hanya dalam tempo sepekan, Crif—organisasi payung lembaga-lembaga Yahudi di Prancis, mencatat setidaknya delapan sinagoga (tempat ibadah Yahudi) diserang.

Sebuah sinagoga di Sarcelles, kawasan pinggiran Prancis, dilempari bom-bom molotov oleh sekitar 400-an massa yang menyerbunya.

Sebuah kosher (semacam supermarket ‘halal’ ala Yahudi dijarah massa. Massa tak hanya merusak dan merampas, juga membentang spanduk bertuliskan “Mati untuk Kaum Yahudi”, serta “Gorok Leher para Yahudi!”

Di kota lain yang masih bertetangga dengan Paris, massa tak hanya melempari toko-toko yang memunculkan ciri khas Yahusdi dengan batu. Mereka juga membakar bendera Israel. “IsraHell!” tulis sebuah spanduk besar-besar.

Tak hanya di Prancis. Hawa antiZionis juga memenuhi atmosfer Jerman. Bulan lalu, Sinagoga Bergische di Wuppertal, kebanjiran kiriman lemparan molotov. Sinagoga tersebut pada era Kristallnacht —peristiwa perburuan kaum Yahudi oleh simpatisan Nazi di Prancis dan Jerman tahun 1936, sempat diratakan dengan tanah.

Di Frankfurt, beberapa kaca sinagoga pecah dilempari massa yang marah; sementara di Hamburg, sekelompok Yahudi yang petentengan menggelar demo pro-Israel dihajar para pejalan kaki. Seorang pemuda Yahudi babak-belur di jalanan Berlin, hanya karena ia mengenakan topi mini ala yahudi (yarmulke).

Semua terjadi seiring pembantaian brutal yang digelar Israel kepada warga Gaza. Serangan yang telah membunuh ratusan warga sipil Gaza dan membuat cacat ribuan lainnya itu memang menuai kebencian warga negara-negara Eropa terhadap israel.

Di setiap demonstrasi besar yang merebak di kota-kota besar Eropa, dengan gampang kita menemukan protes massa pro-Palestina menyamakan pembantaian itu dengan Holocaust. Sementara slogan-slogan seperti : "Yahudi, Babi Pengecut, keluar, ayo berkelahi satu lawan satu!”, “Hamas! Hamas! Masukkan Yahudi ke kamar gas!” menjadi kian lazim.

Konflik yang diciptakan Israel di Gaza memang menghadirkan ke dalam kehidupan Eropa sesuatu yang tua dan sangat buruk: Setan, atau setidaknya gambaran tentang setan. Gambaran tentang monster yang tak pernah puas melakukan dan menghadirkan hal-hal yang buruk dalam hidup. Dan itu kian melekat kepada Israel.

Polisi dan organisasi-organisasi hak sipil Yahudi di Eropa akhirnya sampai pada kesimpulan, sikap anti-zionis itu menguat setiap kali konflik Israel-Palestina meletup.

Selama tiga pekan berjalannya Operasi Cast Lead yang digelar Israel di akhir 2008 dan awal 2009 lalu, mencatatkan bahwa di Prancis saja ada 66 insiden antiZionis, termasuk serangan terhadap sinagoga dan resto yang dimiliki kaum Yahudi. Itu di luar merebaknya grafiti atau tulisan-lukisan tembok antiZionis, yang kian hari kian kasar.

Para tokoh dan intelektual Yahudi mengakui, kian lama sikap anti-Zionisme semakin dalam dan melebar di Eropa.

“Saat ini mungkin era paling buruk sejak zaman Nazi,” kata Dieter Graumann, presiden Komisi Pusat Yahudi di Jerman, kepada the Guardian.

“Di jalanan, suara-suara,” Yahudi memang layak dijebloskan ke kamar gas” menjadi makin lazim. Itu tak pernah terjadi di dekade-dekade sebelumnya di Jerman,” kata dia. Menurut Graumann yang seringkali melakukan perjalan lintas Eropa, itu bukan fenomena khas Jerman.

Yang menarik, selain juga merebak di Belanda, Spanyol, Belgia dan berbagai negara Eropa, negara dengan mayoritas penganut Katolik, Italia, juga dilanda hal serupa.

Suatu pagi, seorang Yahudi pemilik sederet toko dan resto di Roma menemukan jendela kaca dan dinding tokonya dipenuhi slogan anti-Zionisme dan tanda swastika SS ala Nazi.

“Setiap jiwa warga Palestina adalah saudara kami,” tertulis besar-besar. “Kami punya musuh yang sama, membangun barikade yang sama.” Atau,” Yahudi, akhir zaman kalian sudah dekat.”

Presiden Crif Prancis, Roger Cukierman, menunjuk bahwa semua itu semakin memburuk segera setelah pembantaian yang digelar Israel di Gaza. Yang membuatnya kuatir, dibanding masa-masa lalu, massa demonstran tak lagi meneriakkan yel-yel, ’Mati kaum Zionis’. “Mereka kini meneriakkkan,’Mati kaum Yahudi!”

Para pemimpin Eropa tampaknya mulai kuatir akan fenomena tersebut. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan insiden-insiden terakhir di negerinya itu mulai ‘menyerang kebebasan dan toleransi di negara kita yang demokratis’.

Sementara PM Prancis, Manuel Valls, menilai serangan kepada sinagoga dan rangkaian kosher itu sebagai sikap anti-semit. “Sangat jelas, itu rasisme dan anti-semit,” kata Valls.

Prancis merupakan negara dengan populasi Yahudi terbesar di Eropa. Setidaknya 500 ribu Yahudi hidup di negara itu. (dsy/the guardian/israelnationalnews.com) diposting dari web : muslimina

Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media


Ahmad Heriawan : Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media

Sepertinya ada ANGGAPAN KELIRU pada masyarkat kita, bahwa orang terkenal (khususnya yang sering diliput media massa) adalah orang terbaik. Maka siapa yang paling sering masuk teve, majalah, atau koran, dialah yang dianggap paling baik.

Padahal faktanya, di luar sana masih banyak orang berprestasi, bahkan jauh lebih berprestasi, namun sepi pemberitaan media. Masyarakat pun tidak mengenal mereka. Dan karena mereka jarang diliput media, masyarakat pun seolah-olah tak percaya pada prestasi-prestasi yang telah diukirnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, adalah sosok pemimpin yang sarat prestasi. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus penghargaan yang dia peroleh. Tanpa banyak liputan media, satu demi satu proyek pembangunan di Jawa Barat pun dia kerjakan dan rampungkan.

Beliau inilah contoh sosok pemimpin sejati! 
[ Jonru ]

Mengapa Kita Dilarang Mencabut Uban?

 “Janganlah kalian mencabut Uban! Sesungguhnya uban itu adalah cahaya pada hari kiamat. Barangsiapa yang tumbuh ubannya ketika Islam niscaya dicatatkan untuknya dengan uban itu satu kebaikan, dihapus dari orang itu satu kesalahan(dosa) dan ia ditinggikan satu derajat baginya dengan uban itu,” (HR Ahmad, At Thirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban),

UBAN adalah rambut putih yang biasanya terdapat pada kepala orang yang sudah lanjut usia. Tapi, sekarang ini tak sedikit uban juga tumbuh di kepala orang yang masih berusia dibawah 30 tahun bahkan anak SMA sekalipun. Itu bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, banyak merokok, stress dan kondisi medis.

Hal yang demikian ini tentunya membuat orang merasa kaget, malu, dan dianggap mengganggu penampilan terutama pada orang yang masih muda. Untuk itu, tak jarang mereka secara spontan mencabut saat si rambut putih itu terlihat tumbuh dikepalanya. Padahal, mencabuti uban itu merupakan hal yang perlu dihindari karena berdampak negatif pada urat-urat saraf. Bagaimana tidak?

Rambut di kepala tumbuh di bawah kulit yang banyak terdapat banyak saraf di dalamnya. Oleh karena itu, mencabut uban akan mengganggu saraf sehingga sinyal saraf untuk memproduksi warna rambut akan terganggu. Beliaupun menjelaskan bahwa pertumbuhan rambut terbagi ke dalam tiga fase, yakni fase pertumbuhan atau anagen yang memerlukan waktu 2-6 tahun. Kemudian, fase telogen yaitu masa ketika rambut telah tumbuh dan terus memanjang hingga akhirnya rontok.

Setelah melewati fase ketiga ini, rambut memulai kembali fase pertumbuhannya dari tahap pertama tadi. Rambut secara alami akan mengalami proses perontokan. Begitupun dengan uban, lama kelamaan akan rontok. Jadi, biarkan saja rambut berproses secara alami dan jangan pernah memaksa mencabutnya. Karena, selain berbahaya pada saraf, mencabut uban pun akan mengakibatkan kepala pusing dan rambut tidak tumbuh karena folikelnya rusak.

Selain berdampak pada kesehatan, mencabut uban juga tidak dianjurkan dalam agama Islam. Karena, ada empat keutamaan membiarkan si rambut putih agar tetap tumbuh. Yaitu, cahaya diatas Shirat, setiap rambut putih dibalas satu kebaikan, dihapus darinya satu keburukan, dan Allah mengangkat satu derjat dari rambut itu.

Selain itu, tumbuhnya uban juga merupakan salah satu hal yang dapat mengingatkan kita terhadap usia yang semakin lanjut dan dekatnya dengan kematian sehingga kita dapat terus berusaha untuk melakukan kebaikan. Begitulah keistimewaan agama Islam sehingga setiap hukum di dalamnya selalu menyimpan makna yang amat berharga. [retsa/islampos/izzamedia]

‘Sepuluh Tahun Aku Membenci Suamiku’

KISAH di bawah ini beredar di berbagai forum, fanpage facebook, dan blog. Entah siapa yang menuliskannya, namun satu hal yang pasti, kita bisa memetik pelajaran sangat banyak darinya. Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senan g dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya .

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.

Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.

Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.
Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.

Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama.
Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.

Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.

Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.

Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikanny a, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah
karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.

Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya , tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikanny a atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.