Pages

Kamis, 27 Februari 2014

Mengenal Tiga Tipe CALEG PKS

By: Nandang Burhanudin
****

Lazimnya sebuah kontes dan perlombaan, PKS dan semua peserta berusaha maksimal untuk menghadirkan sosok-sosok terbaik, sebelum disodorkan menjadi CAD dan terdaftar sebagai CAT di KPU.

Namun, zaman yang terus berubah. Tabiat dan watak manusia pun terus berubah. Ada yang bermetamorfosis dari parah menuju hidayah. Ada yang awalnya ikhlas, superbaik, namun seiring perkembangan menjadi aktivis kontra yang serba terbalik. Tak sedikit yang mencapai setengah-setengah. Cenderung ikut arus zaman.

Kasus CAD PKS yang terindikasi Syi'ah, kasus pemukulan CAD di mushalla, plus kasus-kasus korupsi, hingga CAD yang bermasalah dalam masalah "cinta". Kasus-kasus yang nampaknya tidak perlu terlalu kebablasan dibantah, juga tidak perlu kebablasan digagahi. Umat dan rakyat harus benar-benar paham, di PKS saja yang masih memberlakukan mekanisme monitoring dan evaluasi intensif dalam lingkaran pengajian khusus kader, juga khusus CAD, tetap saja watak dan tabiat buruk manusia itu selalu ada. Apatah lagi di parpol-parpol lain yang tidak memberlakukan monev mingguan dan pengetatan rekrutmen. Jadi jika memang ada CAD yang bermasalah, saya yakin tidak ada unsur kesengajaan.

Akan tetapi, hal ini tak boleh ada pembiaran berlarut-larut. Saya menenggarai ada tiga tipe CAD, setiap kader harus bisa mengenali dengan cermat dan smart. Bukankah setiap kali ada CAD ata anggota dewan yang bermasalah, yang dibully dan dihabisi adalah PKS dan jamaahnya? Lalu akibat perilaku negatif 1-2 orang, semua dibuat sibuk gak ketulungan.

Tipe Pertama; Tipe CAD Mental Perusak.
Biasanya tipe ini suka berdalih, "Saya kan ditunjuk qiyadah. Saya gak berminat kok!" Tapi anehnya sibuk bikin timses dan lobi atas bawah. Kalau gak ditunjuk, bawaannya marah-marah.

Tipe ini memiliki kriteria;

1. Melalui jalur CAD, ia jadikan sebagai pemuliaan dirinya. Ia menganggap dirinya orang "terpilih" dan bangga saat dirinya digabungkan dengan para CAD lain.

2. Tidak memiliki misi dan visi yang jelas. Biasanya sebelum ditunjuk jadi CAD, tak sedikit yang bermasalah dengan "penghasilan". Maka niat menjadi CAD adalah memperbaiki nasib dan nisab. Wajar saat menjadi anggota legislatif, cenderung LIAR dan NAKAL. Gaya hidup berubah total. Ketemu Kepala Dinas, langsung bawaannya ingin memeras. Ada proyek kerakyatan, dianggap "objek bancakan!"

3. Tidak patuh pada syuura. Indikasinya, ingin paling dominan. Struktur dianggap orang-orang nganggur. Kader diposisikan objek untuk memperluas pengaruh dirinya. Ia pintar "menampilkan wajah patuh" pada pemimpin yang dianggap paling berpengaruh.

Tipe CAD demikian yang saat ini merusak citra PKS dan partai manapun. Tipe yang memperkaya diri, bukan membawa misi. Tipe yang bukan mau berkhidmat kepada umat, tapi ingin diposisikan "Orang terhormat!" [muslimina/izamedia]

Julius : Mualaf Menjadi Cendikiawan Muslim Disegani di Eropa

Nama Abdul-Karim Germanus mungkin sangat asing di telinga kita, padahal ia ada salah satu tokoh cendikiawan Muslim Eropa yang menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk membela Islam lewat buku-buku dan karya-karya tulisnya tentang Islam. Sebelum memeluk Islam, Germanus yang bernama asli Julius Germanus adalah seorang Kristiani. Ia menyebut perpindahan agamanya dari Kristen ke Islam sebagai “momen pencerahan” dalam hidupnya.

Germanus lahir di Budapest, ibukota Hungaria pada tahun 1884 dari keluarga Kristen. Ia menjalani masa anak-anak dan remajanya dengan sulit karena selalu dililit berbagai persoalan dan mengalami penindasan. Namun ia bisa melewati masa-masa kelam itu dan berhasil menyelesaikanya kuliahnya di Universitas Budapest. Setelah lulus kuliah, Germanus memutuskan untuk menekuni bidang bahasa Turki. Untuk itu, pada tahun 1903, ia berangkat ke Turki dan kuliah lagi di jurusan bahasa Turki di Universitas Istanbul. Dalam dua tahun, Germanus meraih gelar master di bidang bahasa Turki, ia bisa berbicara, membaca dan menulis bahasa Turki dengan sempurna.

Saat kuliah di Istanbul itulah awal ketertarikan Germanus pada Islam. Karena kuliah di jurusan bahasa, ia mempelajari al-Quran dengan terjemahan bahasa Turki yang memudahkannya memahami ajaran Islam. Germanus terus menggali informasi tentang Islam dan melakukan perbandingan dengan ajaran Kristen, agama yang dianutnya sejak lahir. Ia membandingkan apa yang ditulis Kristen tentang Islam dan apa yang ditulis Quran dan Sunnah tentang Islam. Tentu saja, Germanus mau tidak mau juga harus mempelajari hadist-hadist Rasulullah Muhammad Saw yang diterjemahkan dalam bahasa Turki.

Ketika kembali ke Hungaria, Germanus melihat banyak mantan profesornya yang dikenal orientalis, salah dalam memahami Islam. Tak jarang Germanus harus adu argumentasi dengan para profesor itu soal karakter Rasulullah Muhammad Saw dan hadist-hadistnya. Karena seringnya beradu pendapat soal Islam dengan profesornya, Germanus memutuskan belajar bahasa Arab bahkan Persia. Dan dengan mudah, Germanus berhasil menguasai kedua bahasa tersebut dengan baik sehingga pada tahun 1912 ia ditunjuk sebagai profesor bidang bahasa Turki, Arab, Persia dan sejarah Islam di Hungarian Royal Academy di Budapest. Ia kemudian ditunjuk untuk mengepalai Departemen Studi Oriental di Universitas Ilmu Ekonomi Budapest. Germanus juga sempat mengabid di Universitas Budapest, tapi tidak lama.

Tahun 1928, setelah keluar dari Universitas Budapest, Germanus diundang Gurudev Rabindranath Tagore dari India untuk mengepalai departemen studi Islam di Universitas Visva-Bharati di Shantiniketan, Bengal. Germanus menetap di India selama beberapa tahun dan di India pula, tepatnya di Mesjid Raya Delhi, Germanus memutuskan menjadi seorang Muslim dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Germanus mengubah namanya Julius dengan nama Islam, Abdul Karim dan ia diberi hak istimewa untuk memberikan khutbah Jumat di masjid itu.

Perhatian Germanus yang sangat besar pada Islam dan Muslim, membuka jalan baginya untuk berkenalan dengan penyair Muslim terkenal pada masa itu, Muhammad Iqbal, asal Pakistan. Germanus dan Iqbal sering terlibat pembicaraan serius tentang Islam dan isu-isu penting yang menjadi tantangan umat Islam seperti pandangan-pandangan dari para orientaslis dan aktivitas para misionaris Kristen.

Dalam hal misionaris Kristen, Germanus dan Iqbal beda pendapat. Menurut Germanus, propaganda yang disebarkan kalangan misionaris Kristen dari Eropa adalah persoalan serius yang mengancam umat Islam. Tapi Iqbal meyakini bahwa persoalan itu timbul karena kesalahan umat Islam sendiri yang kurang mengutamakan persatuan untuk melawan agenda pada misionari.

Selain dengan Iqbal, Germanus juga menjalin hubungan erat dengan penulis asal Mesir, Mahmoud Timour. Dalam sebuah bukunya, Timour menulis tentang perjalanan hidup Germanus menjadi seorang mualaf. Dalam buku itu, Timour mengutip pernyataan Germanus ketika ditanya soal awal mulanya ia memeluk Islam

“Saat itu adalah masa pencerahan bagi saya, karena Islam adalah agama yang benar. Satu hal yang membuat saya tertarik pada Islam karena Islam adalah esensi dari seluruh aspek kehidupan,” kata Germanus.

Setelah mempelajari bahasa Arab klasik di Kairo, Mesir. Germanus kembali mengajar di Universitas Budapest dan ia mengabdi di universitas itu selama lebih dari 40 tahun sebagai profesor bidang sejarah dan peradaban. Dalam tulisan hasil risetnya, Germanus menyerukan dunia Arab agar menjaga kelestarian bahasa Arab klasik yang hampir punah. Germanus ingin suatu hari nanti seluruh negara-negara Arab menggunakan bahasa Arab yang sama yang akan menjadi pengikat persatuan negara-negara Arab yang kaya akan warisan budaya dan sejarahnya.

Melawan Pemikiran Orientalis

Selama karir akademisnya, Germanus selalu berseberangan dengan para pemikir orientalis Eropa yang mendukung kolonialisme. Karena seringnya terlibat pertikaian dengan kaum orientalis, Germanus dipecat dari universitas dengan alasan sebagai profesor sikapnya dia sudah bersikap tidak pantas. Di tengah banyaknya tekanan terhadap Germanus, sejumlah mahasiswanya tetap memberikan dukungan dan memuji ide-ide Germanus yang telah banyak mempengaruhi pemikiran kalangan akademisi baik di Barat dan dunia Islam. Berkat dukungan itu, Germanus bisa kembali bekerja di universitas meski diprotes koleganya yang berpikiran orientalis.

Tahun 1962, Organisasi Cendikiawan Muslim Irak memilih Germanus sebagai anggota kehormatan dari luar Irak. Pada tahun yang sama, ia juga dipilih sebagai anggota akademisi bidang bahasa Arab di Kairo dan Damaskus. Di Hungaria, Germanus berusaha menyatukan seluruh Muslim di negaranya yang ketika itu berjumlah antara 1.000-2.000 orang ke dalam satu wadah organisasi dan berhasil meyakinkan pemerintah Hungaria untuk menerima Islam sebagai salah satu agama resmi negara itu.

Tahun 1935, Germanus menunaikan ibadah haji ke tanah suci dan menjadi salah satu dari sedikit Muslim Eropa yang bisa pergi haji pada masa itu. Ia menuliskan pengalaman hajinya ke dalam memoarnya berjudul “Allahu Akbar” yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Dalam berbagai artikel yang diterbitkan di beberapa media Eropa, Germanus menulis,”Saya seorang lelaki Eropa yang tidak menemukan rumah sendiri di negara saya yang sudah diperbudak oleh emas, kekuasaan dan dominasi. Kesederhaan Islam dan penghormatan kaum Muslimin terhadap Islam telah mempengaruhi hidup saya … Dunia Islam akan tetap menjaga esensi kebenarannya lewat spiritualitas dan teladan yang baik. Dan Islam akan tetap bertahan dengan dasar-dasar ajarannya tentan kebebasan, persaudaraan dan persamaan derajat seluruh umat manusia.”

Dalam artikel lain Germanus menulis, “Islam memiliki kelebihan yang mampu mengangkat derajat manusia dari sikap kebinatangan ke peradaban yang sangat mulia. Saya berharap, Islam sekali lagi bisa mencapai mukjizat itu di saat kegelapan menyelubungi kita.”

Beberapa buku yang ditulis Germanus antara lain, The Greek, Arabic Literature in Hungarian, Lights of the East, Uncovering the Arabian Peninsula, Between Intellectuals, The History of Arabic Literature, The History of the Arabs, Modern Movements in Islam, Studies in the Grammatical Structure of the Arabic Language, Journeys of Arabs, Pre-Islamic Poetry, Great Arabic Literature, Guidance From the Light of the Crescent (a personal memoir), An Adventure in the Desert, Arab Nationalism, Allahu Akbar, Mahmoud Timour and Modern Arabic Literature, The Great Arab Poets dan The Rise of Arab Culture.

Germanus wafat pada 7 November 1979 setelah hampir selama 50 tahun mengabdikan diri untuk kemajuan Islam dan Muslim di Eropa lewat pemikiran dan karya-karya tulisnya. (ln/readislam)

Isu-isu Sensitif Untuk Hentikan Langkah Akhir PKS

Irsyad Syafar, Lc

Perang telah lama berkecamuk. Sudah berulang kali serangan dilancarkan untuk menumbangkan PKS. Puncaknya yang paling berat adalah kasus LHI. Dengan serangan yang langsung menusuk ke jantung PKS, diharapkan partai ini remuk, berpecah belah dan kemudian bubar. Memang sempat merosot dan menurun tajam elektabilitas PKS dalam banyak lembaga survei.

Akan tetapi, dengan izin Allah, kader partai tetap solid. Bahkan semakin solid. Kerja semakin meningkat dan terus bertambah. Sejak Juli 2013 survei PKS terus menunjukkan grafik naik dan tak pernah turun lagi. Sementara 4 partai besar lainnya terus menunjukkan penurunan semenjak Juli tersebut. Hanya Allah yang tahu bagaimana itu terjadi.

Tanggal 9 April sudah semakin dekat. Maka pertempuran politik semakin memanas dan bahkan dahsyat. Serangan terbaru adalah dengan membonsai PKS dari basis massa Islam. Paling tidak umat Islam akan digiring untuk golput, kalau bisa sampai membenci.

Maka dibukalah segala yang sensitive bagi umat Islam dari manufer PKS. Apalagi ruang perbedaan dalam beragama sangat luas. Materinya bisa dicari, atau sudah tersedia, atau bisa dibuat. Tinggal dikumpulkan oleh pihak berkepentingan, lalu dishare ke kelompok-kelompok yang sudah lama tidak suka dengan PKS, atau sakit hati kepada PKS, atau dari awal memang anti PKS, atau memang anti demokrasi dan anti partai. Setelah itu tinggal membiarkan bola salju menggelinding. Dalam teori pertaniannya, untuk membasmi sebuah hama, datangkan dan besarkan saja predatornya. Tanpa banyak biaya, tujuan bisa tercapai.

Seluruh kader PKS harus tetap solid, merapatkan barisan. Jangan mudah terpengaruh. Bila jatuh kepada kesalahan, segera bertobat dan kembali. Kita bukan orang-orang maksum yang tak pernah salah atau yang kebal kritikan dan nasehat. Semua nasehat yang baik mari kita terima dengan penuh tulus dan lapang dada. Dalam berbagai medan perjuangan tidak mustahil ada yang tergelincir. Termasuk dalam barisan pasukan Rasulullah saw ada juga orang-orang yang terjatuh kepada kesalahan.

Pihak-pihak (pribadi atau kelompok) yang memberikan nasehat, kritikan yang membangun dan dengan niat yang ikhlas dan penuh kecintaan kepada Partai Dakwah ini, semoga Allah memberikan mereka pahala yang berlipat ganda, kemudahan urusan di dunia dan akhirat dan masuk dalam barisan para pejuang kebenaran dan keadilan.

Namun, bagi yang kerjanya hanya mencari-cari kesalahan, membuka aib dan kekurangan, mengintai titik lemah, menyebarkan segala berita kekurangan, atau menginginkan PKS bubar, mohon maaf, mereka tentu akan dibalas sesuai dengan niat mereka. Dan tak usah pula mereka merasa yang benar sendirian.

Kepada mereka dan orang-orang yang semisal mereka, perlu paham, bahwa tidak ada keuntungan bagi umat Islam bila PKS dan partai-partai Islam lainnya mengalami kekalahan atau bubar setelah pemilu 9 April ini.

Justru umat Islam akan mengalami kerugian yang besar. Dengan porsi keterwakilan umat Islam saat ini saja, sudah begitu sulit menaikkan posisi tawar umat dalam berbangsa dan bernegara. Lihat saja RUU Halal yang sudah bertahun dan sampai sekarang masih terkatung-katung. Apalagi bila nanti mengalami penurunan dan kekalahan. Mereka yang sekarang begitu mudah dan kadang terlalu lantang bicara atas nama Islam, akan bisa “tiarap” dan takkan mudah lagi berbicara. Suara umat pun akan dibungkam. -sumber

Luar Biasa, Kader PKS Non Caleg Ini Jual Rumah Untuk Infaq Pemenangan PKS

mas Faqih (38 th)

Jual harta benda pribadi untuk modal caleg kampanye mungkin hal biasa. Calon anggota legislatif (caleg) memang perlu modal besar untuk sosialisasikan dirinya. Namun apa jadinya jika ada kader non caleg yang sampai rela menjual rumah tempat keluarganya berteduh untuk kampanye PKS? Dia makhluk langka!


Ini kisah nyata dari Mojoroto Jatinom, Sidoharjo, Wonogiri. Sebuah kabupaten di perbatasan Jawa Tengah. Faqih (38 tahun) ikhlas menjual rumah tempat tinggalnya untuk modal kampanye PKS. Dia ingin partai dakwah ini menang di daerahnya di Sidoharjo. Pria sederhana ini tak rela jika PKS tak dapat kursi di Dapil 2 Wonogiri hanya karena masalah dana.



Faqih, bukanlah caleg. Bukan pula petinggi elit partai. Dia hanya seorang kader biasa. Seorang wiraswasta kecil yang penghasilannya tidak menentu. Ingin dirinya berinfaq untuk kemenangan partai dakwah ini, tapi apa daya tabungan pun tak ada. Hanya rumah yang ditinggali Faqih beserta istri dan empat anak, harta paling berharga yang dimilikinya.



Setelah berunding dengan istriya, SMS pun dilayangkan Faqih kepada pimpinan partai. “Pak, njenengan sampaikan k Pak Hadi (Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Jateng, Red) atau siapa kalau berkenan. Ane lg mau jual rumah dan pkarangane u kampanye PKS Pak yg d Mojoroto Jatinom. Harga pasaran 120 jt, tp mau aku jual 80 jt aja Pak, yg separo u kampanye sidoharjo Pak. Kondisi rumah skrg lengkap sangat layak pake, tanah 430 m2. Pengin iuran kampanya tp belum ada uang, biar ada 3000 suara u sidoharjo…”



Jika hasil penjualan rumahnya telah terkumpul, Faqih akan menginfaqkannya untuk pemenangan PKS di kecamatan Sidoharjo yang masuk dalam Dapil 2 Wonogiri (Ngadirojo, Nguntoronadi, Girimarto, Jatipuro dan Sidoharjo).



Masya Allah, benarlah firman Allah... 



الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا



”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi : 46)



Rumah Faqih yang mau dijual



Catatan redaksi: Bagi Anda yang berminat membeli rumah Faqih sekaligus berinfaq bagi kemenangan PKS di Sidoharjo Wonogiri, dapat menghubungi redaksi PKS Jateng Online ke email: humaspksjateng@yahoo.com



*Sumber: PKS Jateng Online, PKS Wonogiri

Kisah Pembaca Buku Anis Matta: Dulu Benci, Sekarang Jatuh Hati

Bandar Lampung – Dari mata turun ke hati. Dulu benci, sekarang jatuh hati. Ungkapan itu kiranya dapat mewakili kisah Andika Nafka Razak, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Anis Matta.

Mulanya Andika memang tak tertarik dengan PKS. Gencarnya pemberitaan negatif tentang politik, membuatnya punya anggapan miring tentang partai politik (parpol). Semua parpol dipukul rata, yaitu semuanya buruk.

“Dulu, di awal-awal kuliah, saya sering melihat berita negatif mengenai parpol, mulai dari tingkah di parlemen sampai dengan perilaku korup. Ini membentuk paradigma berpikir saya bahwa semua parpol tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Pandangan seperti itu bertahan sampai beberap waktu. Hingga di sebuah kegiatan kampus, Andika mendapat softcopy buku Mencari Pahlawan Indonesia karya Anis Matta. Ia pun membacanya, tanpa tahu tentang sosok Anis Matta.

Selesai membaca, pria yang berdomisili di Bandar Lampung itu mendapat pencerahan. Ternyata, orang biasa pun bisa menjadi pahlawan. Syaratnya, orang yang mau jadi pahlawan itu harus rela berkorban.

“Dari buku itu, saya mendapat gambaran tentang perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Mereka tidak kenal lelah dalam menegakkan agama Allah. Dari situ saya mendapat pelajaran bahwa menjadi pahlawan merupakan jalan yang mengorbankan waktu, harta, nyawa, jiwa, dan cinta,” jelasnya.

Sejak itu, pria yang juga hobi bela diri taekwondo ini mencari tahu tentang sosok Anis Matta. Hasil dari pencarian itu cukup mengejutkan dirinya. Ternyata, penulis buku yang menginspirasinya itu adalah orang politik. Lebih spesifik lagi, ternyata Anis Matta adalah seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mau tidak mau, akhirnya Andika mencari tahu tentang PKS. Setelah mempelajari benar-benar tentang PKS, ia pun jatuh hati. Di matanya, PKS bukan tanpa kesalahan, namun partai ini masih relatif lebih baik dibanding yang lain. Ia pun mantap menetapkan pilihan pada PKS.

“Semoga Pak Anis terus menginspirasi anak-anak muda melalui tulisan dan tindakan yang baik. Sekarang, saya percaya pada PKS. Saya akan mendukung siapapun yang dicalonkan oleh PKS. Jika Anis Matta dicalonkan sebagai capres dari PKS, saya akan mendukungnya,” pungkasnya. (DLS/MFS) -sumber

Guntur Bumi Tak Mau Pengobatannya Dianggap Sesat


Guntur Bumi tidak mau pengobatannya dianggap di luar syariat Islam. Ia beralasan, pengobatannya menggunakan syariat Islam karena ada pembacaan ayat suci Al Qur’an. Ia juga menyebutkan bahwa penasehatnya adalah Habib Rizieq dan sejumlah ulama lainnya.

"Metode pengobatan ruqyah, yaitu bacakan ayat suci. Apapun penyakitnya, bacakan ayat suci," kata Guntur Bumi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (27/2) seperti dikutip Okezone.

Guntur Bumi menambahkan, ia tidak pernah menjanjikan jika dirinya bisa menyembuhkan para pasien. Ia menyerahkan urusan kesembuhan hanya kepada Allah.

"Musyrik dari mana? Sesat dari mana? Itu yang disesalkan, saya seperti mengoordinir lainnya. Guntur Bumi enggak pernah menjanjikan kesembuhan, yang menyembuhkan Allah," lanjutnya.

Dalam konferensi pers itu, Guntur Bumi menggandeng Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Selon dan Ketua Umum Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Wasis Wirono.

"Penasihat kita itu Ketua FPI Pusat Habib Rieziq Sihab, KH D Nur Muh Iskandar SQ Pimpinan Ponpes Seluruh Indonesia, Habib Salim Alatas, Habib Novel, yang akademisi Prof Nazzarudin Umar Wakil Menteri Agama/Rektor PTIQ, ini petinggi yang tahu dalil, kalau saya dibilang musyrik, semua musyrik dong," tandasnya. [AM/bersamadakwah/izzamedia]

Israel Manfaatkan Perundingan Untuk Membunuh Rakyat Palestina


Sekjen Gerakan Inisiatif Nasional, Dr. Mushtafa Bargutsi menegaskan, pembunuhan terhadap rakyat Palestina meningkat tajam sejak dimulainya perundingan dengan penjajah zionis, jumlah syuhada mencapai 40 orang, yang terakhir syahid Mutaz Washah. 

Dalam keterangan persnya mengomentari pembunuhan terhadap syahid Wahsah di Berzeit dekat Ramallah, Bargutsi menyatakan, yang terjadi adalah kejahatan, hal ini membuktikan bahwa Israel memanfaatkan perundingan yang tengah berlangsung untuk memperluas pemukiman dan melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina. 

Bargutsi menyebutkan, Mutaz Washah gugur dalam kejahatan yang dilakukan pasukan zionis, menembaki rumahnya di kota Berzeit secara keji, membunuh tanpa sebab.

Bargutsi menuntut dukungan internasional untuk menyeret para petinggi entitas Israel ke pengadilan pidana internasional atas kejahatan yang mereka lakukan sejak perundingan berlangsung. (infopalestina/qm)

Memaknai Pesan Bencana


Ketika Sang Penguasa berkehendak, maka tak seorang pun mampu untuk menolaknya. Tak ada pilihan lain, kecuali bersiap menghadapi segala ketepan Allah dengan segala hikmahnya. Mungkin kalimat inilah yang bisa membawa setiap orang untuk sampai pada titik kepasrahan tertinggi, yakni bertawakkal kepada Allah atas segala ujian dan peringatan-Nya. Betapa tidak, Indonesia sebagai negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya kini diperhadapkan pada berbagai bencana alam yang terus menghiasi negeri ini, bahkan banyak masyarakat Indonesia yang hanya mampu menangis dan meratapi bencana yang datng silih berganti.


Indonesia kini telah menyandang status sebagai negeri siaga bencana. Tentu masih sangat segar diingatan setiap orang, banjir bandang yang menyeret dan menenggelamkan ratusan rumah penduduk di Manado Sulawesi Utara yang menyebabkan puluhan ribu jiwa harus mengungsi dan 19 orang meninggal dunia. Begitu pula dengan bencana banjir ‘tahunan’ di Ibu Kota Jakarta yang memaksa lebih 30 ribu orang harus mengungsi dan telah menelan sedikitnya tujuh korban jiwa. Dan bencana yang belum berakhir hingga detik ini adalah erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara, telah tercatat 16 orang meninggal dunia akibat semburan awan panas dan puluhan ribu lainnya harus menetap dipengungsian selama berbulan-bulan.

Namun, belum lagi air mata kering menyaksikan penderitaan para pengungsi di Tanah Karo, saat ini masyarakat di Kabupaten Kediri, Malang, Blitar dan sekitarnya harus berlarian menyelamatkan diri di tengan bencana yang menimpa akibat letusan Gunung Kelud beberapa hari yang lalu. Bencana Gunung Kelud ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur, namun hujan abu vulkanik juga mengguyur Yogyakarta, Jawa Tengah bahkan sampai Jawa Barat. Hingga saat ini ratusan ribu masyarakat harus menghabiskan siang dan malamnya di tenda-tenda darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat sedikitnya 205 bencana terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama awal tahun 2014 yang ‘memaksa’ lebih dari 182 jiwa harus menemui ajalnya akibat bencana tersebut. Mungkin ada yang bertanya, mengapa bencana begitu banyak yang datang silih berganti melanda negeri ini? Apakah bencana tersebut terjadi karena faktor alam atau ada faktor lain?

Peristiwa tidak menyenangkan yang melanda negeri ini, seperti banjir, gempa bumi dan tanah longsor tentunya tidak terjadi begitu saja, akan tetapi memiliki banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Jika para ahli atau ilmuwan mengatakan bahwa rentetan bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini adalah sebuah fenomena natural yang memiliki sebab-sebab material, maka pada saat yang sama, sebagai orang yang percaya akan kekuasaan Sang Pencipta tentu harus meyakini bahwa hal tersebut merupakan ketetapan Allah yang diturunkan kepada ummat manusia sebagai ujian atau peringatan. Tentu tidak ada kontradiksi di dalamnya, karena setiap fenomena yang terjadi di alam semesta ini baik melalui sebab-sebab material atau yang lainnya, tidak terlepas iradah dan ketetapan Allah yang menyampaikan kehendak-Nya berdasarkan hukum sebab-akibat.

Dengan demikian, setiap orang harus memahami makna dan probabilitas terjadinya rentetan bencana tersebut, apakah bencana tersebut merupakn ‘pesan’ yang bermakna ujian atau peringatan? Sehingga setiap orang dapat memetik hikmah dibalik bencana yang melanda dan mamput memahami sesuatu yang ingin disampaikan oleh Sang Penguasa Alam semesta kepada ummat manusia melalui bencana, misalnya Allah akan mengingatkan manusia yang kurang bersyukur, menyadarkan manusia dari kelalaian dan juga sebagai peringatan bagi rang-orang yang melampaui batas atau bisa jadi bencana tersebut sebagai ujian penguat keimanan.

Bencana Sebagai Ujian

Disadari atau tidak, bencana yang menimpa seseorang bisa bermakna sebagai tanda kecintaan Allah pada seorang hamba. Sehingga semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat. Rasulullah telah menyebutkan dalam haditsnya: “Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Ujian itu senantiasa menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Ahmad)

Jika membuka kembali lembaran-lembaran sejarah para Nabi dan Rasul maka mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan ujian atau musibah yang jauh lebih ‘dahsyat’ jika dibandingkan dengan bencana yang menimpa ummat manusia di zaman ini. Namun dengan musibah yang mereka hadapi justru akan semakin memantapkan keimanannya kepada Allah, mereka pun sabar dan tabah mengahadapi segala bentuk musibah dan memaknainya sebagai ujian penguat keimanan untuk mengangkat derajatnya di hadapan Allah.

Bencana Sebagai Peringatan

Bencana alam yang melanda berbagai tempat di muka bumi ini mungkin saja memiliki makna untuk membangunkan manusia dari tidur lelapnya. Misalnya kelalaian yang menenggelamkannya dalam kenikmatan duniawi sehingga lupa akan tanggung jawab di hadapan Allah, atau keserakahannya mengambil keuntungan dengan merusak sumber daya alam sehingga dapat memicu reaksi alam dan merespons perlakuan tangan-tangan jahil manusia.

Kelalaian dan kekhilafan tersebut dapat mengundang datangnya musibah atau bencana yang diturunkan oleh Allah. Dengan demikian, bencana yang datang kepadanya akan menjadi peringatan akan kelalaian, dosa dan kesahalahannya sehingga mereka dapat kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan hal tersebut: “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar, Mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. As Sajdah: 21)

Jadi selain sebagai ujian keimanan, bencana alam yang marak terajadi saat ini mungkin saja sebagai peringatan Allah kepada ummat manusia yang lalai agar kembali pada kebenaran. Oleh karena itu, ditengah beragam bencana yang melanda negeri ini, coba bertanya dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana tingkat keimanan kita kepada Allah dan perlakuan kita terhadap alam? Apabila kita termasuk orang yang lalai dan sering berbuat kerusakan, maka jawaban atas bencana yang menimpa adalah peringatan atas kesalahan dan kelalaian selama ini. Namun jika kita termasuk hamba-Nya yang taat, maka segala musibah atau bencana merupakan ujian menuju tingkat keimanan yang lebih tinggi. Semoga kita mampu memaknai ‘pesan’ dari setiap bencana yang terjadi. [Islamedia/izzamedia]

(Video) Setahun Dikubur, Jasad Syuhada Ini Tetap Utuh dan Berbau Harum


Jasad seorang syuhada di Dir'a, Suriah, yang telah dikubur selama setahun ternyata masih tetap utuh. Syuhada itu bernama Anas Nashir Musalimah. Dia dikubur setahun yang lalu di taman depan rumahnya karena saat itu serangan dari pasukan pemerintah dan "Hizbullah" sangat gencar, lansir Dakwatuna. 

Sekarang, setelah serangan di daerah tersebut mereda, keluarganya ingin menguburkannya kembali di pekuburan muslim, untuk memuliakannya. Ketika dibongkar itulah, didapati jasad Anas masih utuh, dan tercium wangi kasturi. Hal ini dapat dilihat pada video yang diunggah ke sebuah Akun page Facebook "Roula Ibrahim", Jum’at (14/2) lalu. [Dakwatuna/izzamedia]

Rabu, 26 Februari 2014

Inilah Surat Bantahan Halal Food Eropa Pada Tempo


Dewan Sertifikat Makanan Halal Eropa atau Halal Food Council of Europe (HFCE) mengirimkan surat yang membantah pemberitaan Majalah Tempo soal sertifikat produk halal.

Dalam pemberitaan itu, Tempo cenderung menyudutkan MUI dan Amidhan selaku ketua. Apalagi dituduhkan kalau Amidhan menerima dana dari luar negeri terkait sertifikasi produk halal ini.

Seperti apa surat bantahan dari HFCE itu kepada MUI? INILAHCOM mendapatkan copy surat tertanggal 24 Februari 2014 tersebut. Berikut isi surat itu:

Yang Terhormat KH Sahal Mahfudz,
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia
Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

Bagi pihak HFCE saya ingin menarik perhatian Yth mengenai laporan Tempo mengenai HFCE.
Pertama nya laporan mengenai Mr Zeshan Sadek sebagai Ketua HFCE adalah tidak benar sekali. Beliau hanya memegang jawatan sebagai DIRECTOR HFCE. Sila dimaklumkan bahwa Prof. Dr. Hj. Mohamed Sadek masih lagi memegang jawatan sebagai CHAIRMAN and jawatan ini beliau memegang sejak permulaan HFCE pada tahun 2010 sampai saat ini.

Kedua, mengenai peranan Bapak Dr Amidhan di dalam Advisory Board HFCE. Laporan ini adalah tidak benar sekali walaupun nasihat Dr Amidhan terhadap soalan soalan halal banyak diberikan dan jasa baik Bapak Dr Amidhan sangat dihargai oleh HFCE.

Akhirnya tuduhan mengenai bayaran terhadap Bapak Dr Amidhan amatlah mengejutkan. Kenyataan ini tidak ada asas dan segala nasihat dan bimbingan dari Bapak Dr Amidhan untuk HFCE adalah atas dasar voluntari.

HFCE harap Yth dapat memberi perhatian terhadap laporan TEMPO terhadap HFCE adalah berdasarkan kepada faktur untuk menjatuhkan nama baik HFCE dan juga Bapak Dr Amidhan dari setengah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Wassalam,
Rohana Mohamad

[inilah.com/izzamedia]

DEBATER INDONESIA, PENANTANG ALLAH ITUPUN AKHIRNYA TEWAS

Tunjukkan si Allah itu ada dimana?! Tunjukkan pada saya, dan katakan kepada DIA, silakan ambil nyawaku sekarang… Aku sudah siap kalau toh bisa mati sekarang!”

TAK hanya berkembang pesat dakwah muslim Indonesia, sekarang foto salah satu pembenci Islam (yang sudah dalam peti jenazah) terpampang di berbagai media on-line, seluruh manusia di semua benua bisa melihat wajah kusutnya sebagai sosok mayat, dibalut jas rapi dan dicium oleh salah satu anggota keluarganya, .

Beritanya : Inilah mayat seorang lelaki ‪#‎Indonesia‬, yang beberapa hari sebelumnya, dia adalah pendebat paling ‘sok jago’ di group FB (dialog Islam vs…).

Celakanya, dia menantang dan mencela Allah dan RasulNya.

Salah satu kalimat terjeleknya adalah, “Preeeet, mana? Tunjukkan si Allah itu ada dimana?! Tunjukkan pada saya, dan katakan kepada DIA, silakan ambil nyawaku sekarang… Aku sudah siap kalau toh bisa mati sekarang!”

Subhanallah…

Tantangan itupun di aminkan muslimin dan malaikat hingga di setujui Allah المميت "Yang Maha Mematikan" akan requesnya yaitu "tantangannya terhadap Allah.

*Tanggal 7 januari yang lalu, dia tewas dan muka yang menjadi hitam kelam bak terbakar*

“Bagi siapa pun yang membenci Islam tanpa sebab, koreksi diri, jangan sampai menjadi korban media ~Knowledge is power, kan?~ Sebaiknya, pelajari perlahan-lahan tentang Islam dari orang Islam yang paham ilmu agama, bukan dari kumpulan JIL,Pluraris atau sekuler.

Ketika kalian mencela, menantang Allah Azza wa jalla, hingga kesombongan diri menguasai jiwa raga, mengerikan sekali, apalagi menghina Rasulullah Muhammad yang merupakan manusia paling sempurna akhlaqnya, *berarti anda siap dapat kejutan dan konskwensinya*

Karena adzab-Nya adalah benar, kematian adalah benar, siksa kubur adalah benar…

Kebenaran itu dicari dengan berfikir dan berakal, di imbangi dengan kebersihan hati untuk meraih Ridho Illahi.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. [Sumber‬: IslamPos]

Innalillah, Istri Sekretaris MPW PKS Ditabrak


Juitawati(35) istri sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jambi tewas ditabrak truk batubara di depan rumahnya saat sedang membuang sampah di tong sampah.

Informasi di lapangan, kejadian naas tersebut bermula saat Juita hendak membuang sampah rumah tangga bersama warga lainnya di tong sampah yang tidak jauh dari rumahnya, yakni di ruas jalan HOS Cokroaminoto Simpang kawat Kota Jambi. Tiba-tiba, ada tiga truk batubara tanpa muatan yang melintas dari arah Simpang Kawat menuju Tugu Juang dengan kecepatan tinggi. Salah satu Truk ingin mendahului Truk didepannya, namun dari arah berlawanan, ada mobil yang juga sedang melaju. Truk batubara dengan nomor polisi BH 8745 YU tersebut langsung menghindari mobil yeng berlawanan arah dan supir membanting stir kearah kiri.

Mobil tersebut sempat melompati got, lalu menabrak gapura beton hingga patah, dan menabrak korban. Tidak itu saja, truk baru berhenti setelah menabrak tiang listrik hingga patah dan korban sudah berada dibawah kolong truk. Korban dinyatakan tewas ditempat kejadian karena mengalami pendarahan dan luka dibagian kepala.
Kanit Laka Polresta Jambi AKP  Warasundari saat  dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Pihak aparat telah berhasil mengamankan Sopir truk batubara Shodikin (23) warga Desa Koto Boyo Rt 1 Kecamatan bathin XXIV Kabupaten Batanghari beserta mobil truk merek Toyota Dina BH 8745 YU.

“Kerugian materil diperkirakan dua juta rupiah, dan satu korban jiwa meninggal dunia,” ucap Waras melalui Ponselnya.

Setelah dilakukan pengecekan di website samsat, truk tersebut milik CV Transtar, yang beralamat di JL P Hidayat RT 31 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Usai kecelakaan, sopir yang sempat terjepit body depan mobil, diamankan di unit Laka Kantas Simpang Pulai, Kota Jambi. Sayangnya, saat ini, pelaku belum dapat dimintai keterangan, karena masih menjalani perawatan terhadap luka yang dideritanya.

 "Sopirnya masih dibawa anggota ke rumah sakit, karena sopir menderita luka dibagian kepala,” ucapnya salah satu petugas Lantas.
Anggota juga menjelaskan bahwa sopir masih mengalami kebingungan  dan dikhawatirkan keterangan yang disampaikan tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Truk dan pelaku diamankan di Polsek Kotabaru, sopir belum bisa diperiksa, kita tunggu sehat betul,” ujar anggota Lantas tersebut.

Ditambahkannya, kesulitan lain terkait penyelidikan kasus tersebut ialah tak adanya saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Pihaknya juga tak punya kesempatan untuk melakukan visum terhadap korban, pihak keluarga korban tak memberi izin kepada pihak kepolisian untuk memeriksa jenazah korban yang disemayamkan kemarin. “Sudah dimandikan, dan kita dilarang keluarga korban untuk visum, itu hak mereka,” tukasnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban, yang diwakili Wajdi SH, saat dikonfirmasi mengatakan, pihak keluarga  berharap aparat bisa memproses kejadian ini secara adil.

“Kita berharap aturan ditegakkan, ada saksi dalam musibah ini, dan kita juga ada visum,”sebutnya.
Selain itu, diungkapkan Wajdi, pihak keluarga meminta aparat untuk memporses terkait pelanggaran hukum yang dilakukan truk batubara yang melintas diluar trayek.

“Itukan seharusnya dilarang, truk batubara dilarang lewat dalam kota, kalaupun dia lewat, harusnya lewat jalan lingkar,”tukas Wajdi.

Pantauan Jambi Ekspres, Juitawati disemayamkan di kantor DPW PKS Provinsi Jambi di daerah Sungai Kambang, dan dimakamkan di TPU Sungai Kambang sekira pukul 16.30 WIB, kemarin. Juitawati meninggalkan sembilan orang anak yang saat ini, dua anaknya sedang menimba ilmu di luar negeri, yakni Sudan dan Mesir. (wne/Cr13)

Tersandung Kasus SKK Migas, Karir Politik Sutan ‘ngeri-ngeri sedap’

Terseretnya nama politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, dalam kasus dugaan gratifikasi lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai akan menjadi titik akhir karier politiknya. Diperkirakan pelontar kalimat “ngeri-ngeri sedap” itu tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali menduduki kursi di DPR.

“Kalau dilihat dari batas nilai kewajaran sepertinya akan berat untuk Bhatugana bisa menduduki kursi di Senayan lagi,” ujar Pengamat Politik Indonesian Human Right Commite and Sosial Justice (IHCS), Ridwan Darmawan, saat dihubungi, Selasa (25/2/2014) malam.

Dipastikan, langkah Bhatoegana untuk terpilih dalam Pemilu Legislatif mendatang akan tersandung oleh statusnya dalam kasus tersebut. Meski saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan status Bhatoegana sebagai tersangka.

“Bisa saja, jika KPK cepat dalam proses pengembangan Kasus Rudi Rubiandini, sebelum dia merebut kursi sudah duluan ditetapkan jadi tersangka dan ditahan,” papar Ridwan.

Tak hanya itu, daerah pemilihan tempat Bhatoegana mendulang suara juga disebut-sebut dapil neraka. Hal itu lantaran sederatan nama politikus beken bertanding di daerah tersebut yakni Dapil Sumatera Utara I. Sebut saja, rekannya di Partai Demokrat Ramadhan Pohan dan Ruhut Sitompul serta dari partai lawan seperti Tifatul Sembiring, Meutya Hafid atau Nurdin Tampubolon.

“Dapil neraka, baik di tingkat internal sendiri, ada Pohan dan Ruhut. Bhatoegana harus bertarung dengan koleganya sendiri, belum dari partai lain yang namanya tak kalah beken. Berat sekali untuknya merebut kursi DPR,” jelasnya. (okezone/sbb/dakwatuna/izzamedia)

Di Tengah Krisis, Warga Gaza Temukan Ladang Minyak


Di tengah situasi krisis yang melanda rakyat Gaza akibat blokade Zionis, sebuah sumber minyak baru-baru ini ditemukan di lepas pantai provinsi Tengah di Jalur Gaza. Penemuan ini menjadi kabar gembira bagi warga Gaza yang hidup serba sulit.

Anggota Komite Ekonomi di Dewan Legislatif Palestina, Salim Salama, mengumumkan dalam pernyataan pers pada Selasa (25/02) telah ditemukan ladang minyak di lepas pantai provinsi Tengah. Ia menjelaskan bahwa letak penemuan itu sangat dekat dengan bibir pantai.

“Ladang gas itu ditemukan sangat dekat dengan pantai, sehingga memudahkan perusahaan dan investor dalam pekerjaan ini dan nantinya dapat mendongkrak ekonomi di Jalur Gaza,” ujar Salim, sebagaimana dilansir ardalrebat.net.

Ia menambahkan, Dewan Legislatif telah meninta Menteri Dalam Negeri dan Menteri Ekonomi untuk meninjau langsung lokasi penemuan tersebut. Diharapkan dengan tinjauan itu, dapat mengetahui lebih detail tengan penemuan itu dan pemerintah dapat mengambil keuntungan ladang minyak tersebut.

Salamah menceritakan, ladang minyak tersebut ditemukan oleh sejumlah nelayan Palestina. Awalnya, kisah Salamah, para nelayan yang sedang mencari ikan melihat gelembung-gelembung muncul dari dasar laut. Mereka pikir itu hanyalah gelembung biasa yang ditimbulkan oleh pergerakan ikan.

Akan tetapi, lanjutnya, gelembung-gelembung semakin lama terlihat aneh. Kemudian para nelayan melaporkannya kepada pihak berwenang. Sejumlah petugas berdatangan ke lokasi dan mengambil sempel dari air lokasi tersebut. Setelah dibawa dan diteliti di laboratorium di Universitas Islam Palestina, diketahui bahwa itu adalah gas alam/minyak.

Salamah menegaskan, letak lokasi penemuan dan daratan provinsi Tengah hanya 200 hingga 300 meter. Sehingga, para perusahaan minyak nantinya dapat dengan mudah mengelola ladang minyak itu. [hunef/muslimina/izzamedia]

Nasehat untuk Bujanghidin


Jang, ini nasehat cinta. Serius. Bukan menggurui. Karena memang yang menyampaikan bukan seorang yang berilmu. Ini hanya sebuah tukar ilmu, karena kita sesama murid dalam sekolah kehidupan ini.

Begini, Jang. Tak ada salahnya, jika dirimu membayangkan pernikahan yang berlimpah sumringah dengan aneka hiasan mewah. Atau minimal, ada panggung, pakaian bak raja dan ratu, serta hiasan dan suguhan yang menimbulkan decak kagum seluruh hadirin. 

Itu boleh, Jang. Hanya, kau perlu berpikir tentang satu hal : realitas. 

Iya jika dirimu anak Presiden. Maka segala macam rupa kemewahan itu mudah bagi orang tuamu. Atau mungkin, kau anak pengusaha kaya raya. Sehingga 100-200 juta untuk pesta pernikahan itu bagaikan jajan anak jalanan yang senin-kamis itu. Bahkan, mereka bisa sekali pesta dengan kocek milyaran. 

Nah, dirimu itu siapa, Jang? 

Pun, jika kau kaya, apakah mereka yang bermewah-mewah itu layak diteladani? Bukankah kita punya sekian ribu teladan kebaikan. Bahkan mereka, sudah dijamin selamat dunia, akhirat dan kelak masuk surga. Bukankah teladan dari yang kedua ini lebih layak untuk kalian upayakan? 

Siapa? 

Para Rasul dan generasi terbaik setelahnya. Mereka sudah memberikan contoh terbaik tentang pernikahan yang disucikan langit, dan disebut sebagai ikatan yang berat dalam Kalam SuciNya. Pernikahan yang berlandaskan niat karenaNya, lalu dijalani sesuai dengan aturanNya. Pernikahan yang bukan saja menautkan dua fisik, tapi dua jiwa, hati dalam satu aqidah. Pernikahan yang darinya, diharapkan terlahir generasi-generasi yang kelak meninggikan klimah-kalimahNya di bumiNya ini. 

Maka, mengapa tak menyederhanakan pernikahan ini layaknya Khadijah yang mengutus utusan untuk melamar Rasulullah? Atau, seperti Ali yang menikahi Fathimah bermodal keberanian, niat yang benar dan hanya sebuah cincin besi? Atau, selayak Umar yang meminta Ummu Kultsum bin 'Ali untuk dinikahinya? Atau, semisal Umar yang memerintahkan anak-anaknya untuk menikahi anak penjual susu yang baik aqidahnya? 

Sungguh! Mereka ini memberikan teladan kesederhanaan bukan lantaran mereka miskin. Karena mereka tahu, jika teladan kesederhanaan saja banyak yang mempersulit diri dengan memaksakan kemewahan? Lantas bagaimana ketika mereka mencontohkan kemewahan? 

Ingatlah, Jang. Misi suci itu, sesederhana apapun, akan terasa istimewa. Bahkan, lebih dan sangat istimewa jika kau mendatanginya dengan berani, lantas mengutarakan niatmu. Bahwa kalian, ingin mensucikan diri, menggenapkan separuh agama. Dan, ingin membersamainya dalam satu cinta kepada Yang Mahamenautkan hati. 

Jang, apakah hanya komentar orang-orang yang kauharap? Bukankah kebenaran niat dan Ridho Allah, lebih baik dari sebanyak apapun pujian makhluk kepadamu?

Jang, semoga Allah segera menguatkan hatimu untuk menjalankan sunnah nabiNya ini. Jang, doaku bersamamu. [bersamadakwah/izzamedia]

MUI: Tuduh Komersialisasi Sertifikasi Halal, TEMPO Lecehkan Umat Islam


Menanggapi pemberitaan majalah TEMPO edisi 24 Februari-2 Maret 2014 yang berjudul ASTAGA! LABEL HALAL, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan klarifikasi di hadapan berbagai media di gedung MUI, Jakarta, Rabu (26/2). 

Dalam siaran pers yang dihadiri ketua MUI, Amidhan, dikatakan bahwa TEMPO telah melecehkan umat Islam dengan membuat gambar dan uraian berita yang sangat menyinggung perasaan umat. Dalam gambar tersebut terdapat gambar kaleng berlabel halal yang diberi image binatang babi, dan di dalamnya ada karikatur sapi sedang membuang kotoran dalam kotak yang diberi tulisan MUI, dengan di sampingnya ada gambar babi sambil berkata “haram bos”.

Dalam siaran persnya, MUI menegaskan bahwa apa yang ditulis TEMPO telah membuat banyak ulama dan umat Islam yang membacanya merasa tersinggung dan mengungkapkan kemarahannya. Dalam klarifikasinya, MUI tidak pernah menerima hadiah uang yang dikatakan sebesar Ro 820 Milyar dari sekitar 30 RPH di Australia yang mengutip koran The Sunday Mail, Bresbane, Oktober 2013. 

“MUI tidak pernah menerima uang sepeserpun sebagaimana tuduhan TEMPO. Ini merupakan tuduhan keji, dan MUI meminta agar TEMPO dapat membuktikan tuduhannya”, tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa MUI merupakan lembaga independen, sehingga akan meng-approval atau men-suspend suatu badan sertifikasi halal di luar negeri tidak menerima bayaran. Menanggapi tuduhan TEMPO bahwa MUI menerima bayaran dari AHFS adalah tidak benar. AHFS di-suspend pada bulan April 2013 setelah diperingatkan pada bulan Maret 2013 semata-sama karena mereka telah melanggar ketentuan state-base system, menyembelih di salah satu abbtoir-nya yang melanggar Syariah. 

“Amidhan Shaberah tidak pernah menerima hadiah uang yang berkaitan dengan suspend AHFS”, tegasnya.

Di akhir siaran persnya, MUI menyampaikan bahwa MUI sudah berpengalaman 25 tahun dalam bidang sertifikasi halal dan telah memiliki 3 buah buku standar halal dan sistem jaminan halal, serta pendaftaran permohonan halal di dalam dan luar negeri secara online. Demikian juga telah diakui dan dijalankan oleh 44 Halal Certifier di 22 negara di dunia. Saat ini, MUI juga memiliki fitur Pro-Halal yang dapat diakses melalui HP untuk mengetahui halal dan haramnya sebuah produk. [Kemenag.go.id/bersamadakwah/izzamedia] 

Selasa, 25 Februari 2014

Video Klip Katy Perry Bakar Lafazh Allah Memicu Kemarahan


Penyanyi Katy Perry baru saja merilis video klip terbarunya yang berjudul ‘Dark Horse’. Klip ini di laman Youtube juga sudah ditonton lebih dari 30 juta penonton.

Pasalnya klip ini menyulut kontroversi, khususnya umat Islam, karena di dalam klip tersebut ada salah satu adegan Katy yang berperan sebagai Katy-Patra ini membakar seorang timur tengah yang mengenakan kalung berlafaz Allah.

Klip ini pun menimbulkan pro kontra dan terlihat dalam komentar di klip ini sekitar 130 ribu orang saat berita ini diturunkan. Sebagian besar komentar menyuarakan kemarahan dan kekecewaannya karena Katy menggunakan simbol agama Islam dalam bentuk lafaz Allah dalam video klipnya.

Salah satu komentar tersebut disuarakan sKiNo MSBeatz. “Rantai dengan nama Allah? Serius? Kenapa? Tidak bisakah video musik menjadi sederhana saat ini dan tidak menunjukkan simbol satu mata terlalu banyak dan juga mencoba untuk menodai agama lainnya? Sial.. Dan kenapa produser dan sutradara berpikir ini ide yang besar dengan seorang pria memakai rantai kalung dengan nama tuhannya orang Arab dan membinasakannya menjadi udara? Ada pesan kegelapan yang serius di sini,” katanya.

TheMarissadu06 juga berkomentar ‘Sangat memalukan! Nama Allah dibakar”. Wulan Damayanti juga mengatakan “Ini tidak baik dengan menggunakan simbol Islam dalam videomu”. Mohammed Dokrat bahkan meminta agar klip ini ditutup dan tidak dijadikan video klip resmi untuk Katy.

Dari sekian banyak komentar pedas terhadap klip tersebut, sayangnya para fans Katy Perry tetap menganggap video klip ini sangat bagus. Seperti yang dikatakan Isis Ismail yang mengatakan “Video dan lagu yang brilliant. Ini seperti kehormatan besar adanya rtis besar yang membuat sebuah video dengan tema orang Mesir kuno. Kerja yang baik semuanya. Sangat mencintaimu Katy dan kamu terlihat sangat keren dan siapa pria yang terlihat baik dengan menggunakan kacamata itu? Banyak cinta dari Kairo. Para pembenci klip ini jelas-jelas sangat iri”.

Komentar ini pun dikomentari yang lainnya. Haura Khansaa mengomentari “Tidakkah kau lihat dalam menit ke 1:16, pria yang memakai kali dengan simbol Allah. Itu sangat merendahkan agama Islam”. Little Key juga mengomentari “Pembenci? Maaf, saya tidak tahu saya tidak seharusnya untuk membenci dia (Katy) saat membakar kalung (berlafaz) Allah, kau tahu, hanya muslim bodoh yang melakukan itu. Wanita ini harus berhenti mencari perhatian terhadap lintas agama lain”. (ROL/sbb/izzamedia)

Mewaspadai Ungkapan Racun: "Ulama Jangan Berpolitik!"


Ulama jangan berpolitik dan jangan dekati politik!

Ulama rabbany itu jauh dari masalah-masalah politik.

Benarkah ini?

Berkaca kepada sejarah ternyata setiap pemimpin besar yang adil dan besar selalu didampingi ulama rabbani, bahkan mereka sendiri adalah ulama.

Empat orang Khulafaurrasyidin adalah para ulama yang dilingkari oleh ratusan bahkan ribuan ulama shahabat.

Umar bin Abdul Aziz didampingi oleh seorang perdana mentri yang bernama Raja' bin Haiwah. Wama adraka ma Raja' bin Haiwah? (Dan siapakah Raja' bin Haiwah? seorang tokoh besar tabi'in -ed). Di samping itu puluhan ulama tabi'in yang selalu menyertai dan membantu beliau menjalankan amanah. Terus, siapa yang meragukan keulamaan dan ketinggian ilmu beliau (Umar bin Abdul Azizi) sendiri?

Harun ar Rasyid didampingi oleh dua orang murid Abu Hanifah; Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan Asy Syaibany. Juga seorang alim besar yang bernama Al Kisa-i.

Sultan Shalahuddin al Ayyuby selalu disertai oleh ulama yang sangat hebat dan shaleh; qadhi Fadhil.

Sultan Muhammad al Fatih didampingi selalu oleh seorang guru rabbany yang bernama Syamsuddin Aqa.

Begitu sejarah mencatat! Ini baru segelintir.

Perlu dikoreksi kembali, barangkali penyebab bobroknya kondisi perpolitikan sekarang justru karena ulama menjauh dari ring politik. Tidak mau tahu terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah. Atau tidak mau ambil resiko, semua cari selamat. Lebih parahnya, pemimpin itu didampingi para ulama suu'.

Saya kira ungkapan: politik haram, ulama jangan berpolitik, politik tidak ada hubungannya dengan agama, agama jangan dibawa-bawa ke arena politik adalah ungkapan politis para ahli syahwat dan ahli dunia yang tidak mau terganggu kebebasannya. Ungkapan orang yang tidak ingin diatur oleh agama, yang ingin bebas sesuai seleranya.

Untuk menyambut kebangkitan Islam di masa yang akan datang persepsi ini perlu diperbarui. Dikembalikan kepada porsi semestinya. Hadits tentang larangan ulama mendekati tangga sultan perlu dipahami dengan benar dan proposional.

Sultan yang baik didampingi oleh ulama rabbany yang baik. Ulama jahat (suu') mendampingi pemimpin yang zalim.

*by Zulfi Akmal / Al-Azhar Cairo  / pkspiyungan /izzamedia

Peringatan Bagi Predator Rokok: “Merokok Membunuhmu!”, Tapi Kau Pasrah?

Belakangan ini, muncul semboyan baru untuk mengingatkan bahwa merokok merupakan aktivitas yang membahayakan. Sebelumnya, di setiap bungkus rokok, spanduk-spanduk promosi, dan di setiap iklan-iklan media pun memang selalu dimuat peringatan bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya, yaitu kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, serta ribuan penyakit lain. Namun, pesan-pesan itu tak membawa manfaat apa-apa.

Peringatan baru itu berbunyi, “Merokok membunuhmu!”

Ahh…., bukankah itu berarti ketika seseorang membeli sebungkus rokok dan mengkonsumsinya, ia sedang berusaha untuk membuat nyawanya melayang?

Begitulah bila nafsu yang menguasai pikiran. Tidak akan pernah ada kepedulian yang terbit di dalam hati. Orang yang dikendalikan oleh nafsu tidak akan berpikir panjang terhadap masa depannya, yang penting keinginan dan hasratnya tercapai. Tidak hanya itu, sering kali seorang bapak/ibu tega merokok ketika berkumpul bersama keluarganya. Maka, di manakah hatinya terletak? Kenapa ia tega meracuni anak dan istrinya?

Maka teramat cerdas ketika seorang wanita menolak lamaran dari seorang pemuda yang merokok. Katanya, “Tidak! Dusta bila engkau mengaku cinta padaku, tapi kau tak rela tinggalkan rokok. Itu artinya kau lebih cinta padanya. Aku pun tak mau anak-anakku kelak menghirup racun setiap hari, hanya sebab kau yang tak bisa berpikir sehat.”

Wah…?


Satu prinsip yang harus kita pegang sesuai dengan Al-Qur’an adalah, “Wa laa tulquu bi aydiikum ilat tahlukah! Dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kerusakan!”

Merokok adalah sebab kehancuran dan timbulnya penyakit di dalam tubuh kita. Bukan hanya kerugian di dalam dunia, kelak ketika berjumpa dengan Allah, akan dimintai pula pertanggungjawaban. Sebab jasad kita adalah amanah dari Allah.

Sahabatku, saudaraku…, akan bertambah berat kejahatan yang engkau lakukan ketika merokok setelah dijelaskan bahwa rokok itu haram. Sudah banyak yang menerangkan tentang ini. Misalnya, alkohol (minuman keras) itu diharamkan sebab ia mampu menyebabkan ratusan penyakit. Daging babi diharamkan sebab darinya bisa timbul ribuan penyakit. Sedangkan rokok, ia bisa menyebabkan puluhan ribu penyakit dari zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Maka, tak pantaskah ia diharamkan?

Belum lagi bila ditilik dari segi ekonomi, berapa kerugian yang terjadi selama sebulan saja?

Apa pun itu, pilihan hidup kita haruslah bersandar pada kesehatan berpikir. Seharusnya kita merasa miris. Produsen rokok sudah mencantumkan peringatan di setiap bungkusnya, “Merokok membunuhmu!”, namun penjualan mereka masih membubung meninggi. Masih terus bertambah jumlah populasi predator rokok setiap tahunnya.

Wallahu a’lam.. 
[dakwatuna/izzamedia]

Memakai pin Rabia, seorang dokter perempuan Mesir dijatuhi hukuman 2 tahun


Sebuah pengadilan di provinsi Delta Nil Daqahliya, Ahad (23/2/2014), menjatuhi hukuman dua tahun penjara terhadap seorang dokter perempuan Mesir karena mengenakan pin empat jari Rabia.

Pengadilan memutuskan bahwa dokter Mervat Galilah bersalah atas tuduhan “membuat kerusuhan” di sebuah rumah sakit pemerintah di mana dia bekerja dan keanggotaannya dalam kelompok “teroris”, merujuk pada Ikhwanul Muslimin.

Simbol Empat Jari Rabia dikenal sebagai tanda untuk memperingati ratusan pendukung Morsi yang meninggal pada pertengahan Agustus ketika pasukan keamanan Mesir membubarkan secara paksa markas mereka di Kairo Rabia al-Adawiya Square.

“Putusan itu mengejutkan kami semua,” suami dokter Mervat Galilah, Essam Ezzat, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan para pengacara telah mengajukan banding atas vonis yang diberikan.

Ezzat membantah tuduhan bahwa istrinya menjadi anggota Ikhwanul Muslimin. Dia bersikeras bahwa istrinya mengenakan pin tanda Rabia sebagai solidaritas kepada sesama dokter yang meninggal saat militer Mesir menyerbu masjid Rabia Al Adawiya, Agustus tahun lalu. (ameera/arrahmah.com/izzamedia)

Pesona Masouleh


“Halaman yang menjadi atap” Begitulah sebutan bagi Masouleh, desa kuno yang bertengger di lereng gunung Talash, rangkaian pegunungan Alborz. Masouleh sendiri terletak di propinsi Gilan, 60 km dari kota Rast. Ketika kakiku menyusuri beranda sebuah rumah, pada saat yang sama tengah menjejak atap rumah penduduk lainnya, sangat unik dan menakjubkan. Pantas saja, Masouleh selalu menjadi wisata unggulan di kawasan Utara Iran, terutama pada musim panas. Balkon-balkon dihiasi aneka bunga cantik, gadis-gadis mengenakan pakaian adat menyambut kedatangan puluhan turis, seperti yang sering ditayangkan oleh televisi Iran.

Sayangnya, kunjunganku kali ini tiga bulan lebih awal dari musim turis, yaitu permulaan musim semi. Pepohonan baru saja menampakkan pucuk hijaunya, bunga-bunga masih belum merekah sempurna, tapi potret keseharian desa justru bisa terekam apa adayanya. Anak-anak bermain bola di beranda, Ibu-ibu bercengkrama di balkon-balkon rumah sambil membersihkan sayuran, para lelaki mereka sedang mengais rezeki di pasar yang berada satu kompleks dengan pemukiman.

Sebelum mengitari desa, kusempatkan untuk singgah di pasar itu. Kios-kios kerajinan berjajar, diselingi penjual roti tradisional, warung kelontongan dan pandai besi. Wajah teduh dan bersahaja bapak tua pemilik kios pandai besi itu, begitu menyejukkan. Langkahku terhenti di sebuah toko kerajinan. Tidak semua barang yang dijual di sini memang buatan tangan, produk China pun rupanya merambah sampai ke pedalaman Iran. Untungnya, masih ada kerajinan tangan yang dibuat oleh penduduk lokal, seperti lukisan karpet tradisional dan boneka rajutan. Suasana pasar yang tidak terlalu ramai, membuatku lebih leluasa memilih oleh-oleh, bahkan aku masih sempat memotret Mehdi bersama penjual kerajinan.

Tidak jauh dari pasar, kedai-kedai teh siap menjamu wisatawan yang kelelahan selepas mendaki undakan demi undakan. Kami memilih tempat duduk yang berseberangan dengan bukit. Dari tempat ini, panorama di bawah tampak lebih memikat. Kelokan jalan, mobil-mobil parkir berjajar dan rumah-rumah berundak, seakan menenggelamkan sketsa yang baru saja kulukis di bawah tadi, tentang indahnya bukit kecil dilapisi pepohonan rindang.
“Ah..! Dalam keseharian, tak jarang kita membayangkan kenikmatan yang belum menjadi milik kita. Ketika ia menghampiri, mampukah kita mensyukurinya dengan segenap jiwa?!” Hati kecilku bersuara.
Lamunanku terusik oleh kehadiran pelayan kedai yang mengantarkan teh hangat, seorang anak muda yang bekerja sendiri, meracik teh sekaligus mengantarkannya ke meja pengunjung. Selain kami, ada keluarga kecil dan sepasang turis asing di kedai ini. Sebenarnya, kami bukanlah penikmat teh, seperti kebanyakan masyarakat Iran. Tapi, berada di titik terindah sambil dibuai semilir angin pegunungan, teh lokal Gilan jadi terasa lebih nikmat.

Iklim surga di tempat ini memang diuntungkan secara geografis. Di satu sisi, Masouleh terletak di dataran tinggi, sekitar 1050 m di atas permukaan laut, namun di sisi lain posisinya berada dekat dengan pantai laut Kaspia. Perpaduan ini melahirkan iklim pegunungan dan pesisir, sejuk sekaligus lembab. Rasanya ingin duduk berlama-lama, kalau saja tidak ingat matahari sudah mulai bergeser ke sebelah Barat. Sebelum maghrib kami harus kembali ke penginapan di kota Foman. Tak terbayangkan, kalau turun gunung saat gelap nanti.


Menjelang sore, kami kembali mengitari desa. Berjalan melewati rumah-rumah sederhana dengan jendela klasik dan balkon-balkon mungil adalah kenangan yang sulit kulupakan. Sebagian besar rumah-rumah di Masouleh mengambil inspirasi dari alam. Jendela, tiang-tiang dan reng menggunakan kayu. Dinding-dindingnya dilapisi tanah liat dengan warna kuning terang. Pemilihan warna ini, agar rumah-rumah tetap terlihat saat kabut datang menyelimuti Masouleh. Dan aneka bunga di jambangan mungil, seakan menyiratkan bahwa Masouleh sendiri merupakan bagian dari alam.

Saat sedang memotret rumah-rumah Masouleh dari berbagai sudut, seorang perempuan penduduk desa melambaikan tangan ke arah kami. Kubalas lambaian itu sambil melangkah mendekatinya. Kamipun bertukar sapa. Mansureh, nama perempuan tadi, mengajak singgah di rumahnya yang ternyata digunakan juga sebagai penyewaan baju-baju tradisonal. Sambil memilah baju-baju, kusempatkan untuk berbincang dengannya.

“Anda asli Masouleh?” Tanyaku
“Iya, nenek kakek saya berasal dari sini ”
“Gimana asal mula masyarakat menempati Masouleh?”
“Kalau menurut cerita orang-orang dulu, mereka mulai berdatangan ke desa ini sejak ditemukan makam Imam Zadeh,” tutur Mansureh.

Di sekitar desa ini memang terdapat beberapa makam Imam Zadeh, selain masjid jami besar berkubah hijau. Masyarakat Iran memang memiliki ikatan emosional tersendiri dengan Imam Zadeh, sebutan untuk saudara para Imam. Rupanya, kemolekan Masouleh juga tidak lepas dari aura spiritualitas. Cerita ini jarang terungkap dalam buku-buku. Catatan yang sering kutemukan, sebenarnya Masouleh lama terletak 6 km dari tempat ini dan telah ditinggali sejak abad ke 10 M. Masouleh Hari ini, dihuni sekitar 800 warga dari berbagai suku seperti Taleshi, Turki dan Gilaki.


“Mari duduk dulu !” Ajak Mansureh selepas kami berfoto
“Terima kasih, tapi hari sudah hampir gelap. Bolehkah saya hanya melihat-lihat bagian dalam rumah?” Pintaku halus

Rumah Mansureh memang lebih kecil dan sederhana. Namun, kulihat ada tangga-tangga yang menghubungkan ke lantai dua. Diantara yang khas di Masouleh adalah “Soumeh” ruang dalam yang biasanya digunakan saat musim dingin. Karena di sini, gas belum bisa dialirkan melalui pipa-pipa seperti di tempat Iran lainnya, mereka masih menggunakan tabung gas.

Sebelum berpamit, Mansureh sempat menunjukkan foto kakak lelakinya yang ternyata bekerja di kedai teh. “Foto ini diambil oleh turis asal Perancis dan dia langsung mengirimkannya dari sana,” ujarnya dengan senyum merekah.

Masouleh, tempat yang selalu dirindukan setiap orang dengan beragam daya tariknya. Bagi para pecinta alam dan pendaki gunung, Masouleh menyediakan aliran sungai yang jernih, air terjun dan puncak Qand Kalleh yang indah. Bagi para peneliti sosial, Masouleh menghadirkan pesona interaksi desa yang unik dan sejarah yang misterius. Jendela, balkon dan bangunan klasik Masouleh sendiri menjadi ‘ruang inspirasi’ bagi puluhan fotografer. Dan untuk Musafir sepertiku, Masouleh telah menghadiahkan ketenangan, udara segar juga keramahan. Yang terpenting, kepada kita semua, Masouleh seolah menitipkan pesan bagaimana menjalin harmonisasi antara manusia, alam dan Tuhan.(Afifah Ahmad/LiputanIslam.com/izzamedia)